Konsep Waktu atau ada Yang Ngatur

Konsep Waktu atau ada Yang Ngatur 1

Saya seringkali mendengar kegelisahan teman saya. Terutama ketika kepanasan melihat orang sudah berada jauh didepan. Sedangkan dia yaa masih nyantai nyantai aja. Saya pun pernah menyarankan sesuatu ke dia. Udah jalan masing masing orang itu beda. Mungkin kamu lagi seperti ini prosesnya, nikmati aja. Nanti juga ada waktunya kamu merasakan seperti dia. Saran saya tadi itu berbentuk konsep yang dinamakan waktu. Nanti juga ada waktunya. Semua ada waktunya. Mau itu datang rezeki semua ada waktunya.

Tetapi Sebagian orang ketika dikasih saran seperti itu malah jatuhnya nyantai dan menunggu waktunya datang. Maksud saya kalau ditelaah lagi waktunya datang dengan mengikuti skema rencana kehidupan kamu gimana dan kamu tidak hanya diam menunggu waktu. Kalau konteksnya nanti juga ada waktunya bisa saja waktunya datang setelah kematian, misalnya. Tetapi kamu sendiri yang harus menciptakan waktu itu untuk datang dengan usaha usaha yang dilakukan oleh diri kamu sendiri. Kalau misalnya sudah berusaha, kok masih belum ya datang waktunya, Coba tanyakan Kembali kepada diri sendiri seberapa yakin kamu terhadap waktu tersebut pasti akan datang. Keraguan yang muncul memang wajar itu adalah bentuk godaan supaya kamu tergoyah dan tidak percaya terhadap waktu pasti datang tepat pada kamu.

Seiring kamu berusaha juga, karena gini tidak ada tolak ukur usaha kamu sudah sampai mana. Saya dalam menulis saja tidak ada patokan yang memang benar benar menulis saya ini sudah mencapai batas maksimal usaha saya. Penulis sebuah buku pun mempunyai gaya penulisan masing masing. Apakah harus di samakan semua penulis yang bagus itu harus gaya penulisannya yang memang telah ditetapkan, misalnya. Semua punya caranya sendiri sendiri, gaya penulisan sendiri sendiri. Tidak pernah merasa puas juga ketika tulisannya diterbitkan jadi buku. Malah ingin belajar dan terus belajar menulis. Mengembangkan tulisannya menjadi lebih baik. Lebih baiknya ya menurut versi dia. Begitupun kamu dalam berusaha untuk menciptakan waktu yang kamu yakini itu bakal datang. Kamu jangan cepat menyerah, berusaha dan terus berusaha. Dikarenakan usaha tidak ada tolak ukur dimana seseorang telah mencapai batas maksimalnya dalam berusaha. Itu konsep waktu.

Kalau dikaitkan dengan dikotomi kendali gimana?  berarti pikiran dan persepsi kamu harus diubah. Dengan memandang usaha yang kamu lakukan itu tidak sia sia. Mungkin penjelasan saya, usaha tidak ada yang sia-sia itu tergolong di denial oleh semua orang. Patokannya itu tadi, pemikiran dan persepsi kamu masih bergantung pada hasil. Coba pada apa yang kamu bisa dikendalikan yaitu usaha kamu sendiri yang bisa dikendalikan. Kamu bisa mengetahui dimana usaha yang kamu lakukan harus berhenti dan dimana usaha kamu harus lanjut. Maksudnya berhenti bukan berarti kamu berhenti sepenuhnya tidak berusaha. Energi kamu buat berusaha itu diganti ke yang lain. Soalnya hal itu cuman kamu sendiri yang tahu mengenai apa yang kamu lakukan itu akan buang buang waktu, kalau disitu terus, coba ganti ke yang lain yang lebih meyakinkan dan membawa dampak positif buat kamu. Saya mengibaratkannya sudah tahu memotong besi itu susah kalau dengan pensil kenapa pensilnya gak dipake buat nulis aja. Sudah tahu susah hal itu menurut kamu, kenapa terus dilakukan. Jadi timbul lah pikiran ah saya merasa sia sia usahanya. Dikarenakan ya kamu tadi sudah tahu susah kenapa terus dilakukan. Begitulah kira kiranya.

Selanjutnya konsep ada yang ngatur. Seringkali orang orang beranggapan ah apa apa juga ada yang mengatur. Rezeki, jodoh dan hal lainnya semuanya ada yang mengatur. Dimulai kamu dilahirkan, orang tuanya siapa Itu ada yang ngatur. Tapi beberapa temen saya ada yang bertanya gini kalau misalnya tahun bisa diulang tahun yang manakah yang pengen kamu ulang. Saya waktu itu jmenjawabnya tidak ada. Saya orang yang pertama kali bilang tidak ada tahun yang pengen saya ulang. Mungkin mayoritas orang menjawabnya ada yang pengen diulang. Karena ada momen tertentu yang tidak bisa didapatkan dua kali. Menandakan bahwa orang yang pengen diulang itu, tidak bisa menciptakan momen yang lebih disenanginya daripada momen indah yang dulu. Ada suatu kejanggalan yang saya rasa. Menurut saya, kalau kamu meyakinkan bahwa rezeki, jodoh dan semua ada yang ngatur. Kamu terlalu menunggu momen itu akan datang dalam fase kehidupan kamu yang diatur oleh tuhan, misalkan. Tidak ada suatu bentuk usaha kamu yang menonjolkan ingin mendapatkan momen itu lagi dan berpasrah dengan keadaaan saat itu karena meyakini semua ada yang mengatur. Kamu bergantung pada yang mengatur. Sementara tidak ada hal yang bisa meyakinkan yang mengatur itu mengabuli keinginan kamu saat itu. Mau bagaimana pun juga susah terjadi.

Tapi saya menemukan sebuah kejanggalan ketika seseorang meyakini nanti juga ada waktunya dan dia gak percaya semua ada yang mengatur. Memang agak Kontradiktif kalau menurut saya. Soalnya kalau kamu meyakini nanti juga ada waktunya otomatis ada yang mengatur juga untuk mengatur datang waktunya kapan. Gini deh, saya percaya dibalik usaha yang kamu lakukan ada beberapa persen besar kemungkinannya yaitu pertolongan dari Tuhan. Tidak ada usaha yang bener bener usaha tanpa adanya izin dari Tuhan atas usaha kamu yang lancar atau gagal. Semua ada yang ngatur, pergerakan alam semesta sampai ke diri kamu sendiri. Memang tuhan tidak akan merubah nasib seseorang kecuali dia sendiri yang mengubahnya. Berarti tuhan tidak akan seenaknya merubah nasib seseorang, perlu dilihat juga usahanya untuk merubah nasibnya. Kalau mengaitkan konsep nanti juga ada waktunya dan ada yang ngatur. Berarti seiring dengan berjalannya usaha yang kamu lakukan seharusnya waktu itu akan datang pada kamu. Sehingga Tuhan mengizinkan untuk waktu yang tepat itu datang karena hambanya benar benar ingin merubah nasibnya. 

Jadi gimana intinya?

Yakini apa yang harus kamu yakini. Saya tidak memaksakan kamu harus meyakini keduanya. Kalau kamu belum sampai pada tahap buat berfikir seperti itu saya sarankan hidup kamu mengalir saja.  Jangan mengeluarkan effort yang lebih dulu. Sabar dan nikmati proses kamu sekarang. Jangan melihat orang lain juga. Jalan hidup masing masing orang beda perlu sadari hal itu. Gini ya, tahap pada memulai masing masing orang pasti sama. Mencapai garis finish juga sama. Tapi prosesnya yang membedakan. Prosesnya jalan hidup seseorang untuk mencapai garis finish yang sama. 

Digstraksi adalah Media User-Generated, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

Ferry F