Konsumtif Berkedok Minimalis? Jangan Sampai Ya!

Konsumtif Berkedok Minimalis? Jangan Sampai Ya! 1
Konsumtif Berkedok Minimalis? Jangan Sampai Ya! 3

Istilah minimalis dewasa ini menjadi lebih dikenal masyarakat luas berkat beberapa gaya hidup minimalis orang-orang terkenal seperti influencer dan artis yang menerapkannya dalam bentuk rumah, kepemilikan barang, dan lainnya. Pengertian minimalis sendiri menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), bahwa pengertian minimalis adalah berkenaan dengan penggunaan unsur-unsur yang sederhana dan terbatas untuk mendapatkan efek atau kesan yang terbaik.

Istilah minimalis ini sendiri jika diliat dari pengertiaannya bisa dipahami bahwa unsur-unsur yang sederhana dan terbatas di dapatkan dengan memaksimalkan fungsi dari apa yang sudah dimiliki. Artinya dengan menggunakan barang-barang yang sudah kita miliki dan memaksimalkan fungsi dari barang tersebut, kita masih bisa disebut orang yang minimalis. Namun jika ditilik kembali, istilah minimalis yang terjadi sekarang mengalami pergeseran makna dan banyak yang secara tidak sadar malah menjadi orang yang konsumtif. Kok bisa? Tentu bisa, sebab istilah minimalis selalu disandingkan dengan produk-produk yang aesthetic dengan tone warna bumi seperti putih, cream, coklat, abu-abu, hitam dan lainnya. Dengan konsep yang sudah menancap tersebutlah, orang-orang mulai berbondong-bondong mengganti barang-barang yang sudah ada di rumah dengan barang-barang yang terlihat aesthetic. Pada peralihan dari memanfaatkan yang sudah ada, menjadi membeli barang baru yang memiliki fungsi sama itulah akhirnya menjadikan kita orang yang konsumtif berkedok minimalis. Agar hal itu tidak terjadi padamu, yuk coba belajar jadi minimalis sesungguhnya dari hal-hal kecil yang sering dianggap sepele terlebih dahulu.

1. Gunakan produk sampai habis

Masih banyak dari kita yang sering kali tertarik ketika melihat produk terutama produk kecantikan dengan model baru atau klaim produk paling unggul. Terkadang melihat klaim dan diskon yang bertebaran membuat alam bawah sadar menyuruh kita membeli lagi dan lagi tanpa berpikir terlebih dahulu apakah produk yang dimiliki dengan fungsi yang sama masih ada atau sudah habis. Padahal dengan kita mulai melakuakannya, kita bisa menghargai produk tersebut dan tidak membuang-buang uang sehingga akan lebih hemat untuk budget skincare bulanan kita. Bila perlu, tuliskan tanggal pembelian produk menggunakan spidol permanen. Agar kita bisa mengetahui dengan jelas kapan waktu yang tepat untuk membeli produk-produk tersebut sehingga anggaran bulanan kita lebih efektif dan efisien.  

2. Makan sampai benar-benar habis tanpa tersisa

Sama seperti poin nomor 1, poin nomor 2 ini masing sering dilalaikan oleh kita. Memang sih, kadang masih ada orang yang beranggapan kalau makan sampai benar-benar habis terlihat seperti orang kelaparan. Padahal tidak juga, justru orang-orang yang makan sampai piringnya benar-benar bersih dan tidak ada makanan yang tersisa artinya lebih menghargai makanan tersebut dan orang-orang yang berkontribusi dalam makanan tersebut mulai dari petani sampai si koki. Nilai lebihnya lagi, orang yang makan sampai benar-benar habis menghasilkan sampah organik yang sedikit. Jadi tidak ada tuh makanan yang terbuang sia-sia. Kan orang minimalis itu termasuk dalam orang yang minimal dalam hal menghasilkan sampah kan?

Agar setiap kesempatan makan kita tidak menimbulkan sampah dan menjadikan kita manusia yang lebih menghargai makanan, maka mulailah untuk mengurangi porsi makan jika memang kamu termasuk dalam tim makan porsi kecil. Ambillah makanan secukupnya, dan pastikan bahwa makanan yang kita ambil dapat kita habiskan tanpa tersisa. Kan kalau kurang tinggal tambah, begitu bukan?

Nah itu dia, 2 hal yang sering kita sepelekan ternyata bisa jadi acuan untuk mulai belajar jadi minimalis kan. Ingat ya, minimalis itu tentang fungsi bukan gengsi.

Digstraksi adalah Media User-Generated, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.