Kontroversi Keutamaan Membunuh Cicak

Kontroversi Keutamaan Membunuh Cicak 1

Cicak merupakan hewan yang sering kita jumpai dalam keseharian kita. Bahkan mungkin hampir di setiap rumah terdapat populasi cicak. Saking biasa-nya kita menjumpai cicak, menjadikan kita sangat terbiasa dan bahkan cenderung tak acuh terhadap keberadaan mereka.

ilustrasi
ilustrasi

Namun ternyata ada kontroversi yang lumayan menarik tentang hewan yang satu ini. Saya pun baru mengetahui hal tersebut ketika saya menonton salah satu video di salah satu platform berbagi video yang sangat ternama dengan konten debat antar agama di Indonesia. Salah satu debaters yang notabene adalah umat non muslim bertanya pada debaters muslim tentang urgensi membunuh cicak? hingga terdapat hadist khusus yang menyarankan untuk membunuh cicak.

Seketika saya setuju dengan pertanyaan dari salah satu debaters ini, ya…. cicak tidak seperti ular maupun kalajengking dan tidak seperti macan atau serigala, mereka pun tidak terlalu mengganggu kehidupan manusia….. semuanya biasa saja. setidaknya itu yang terlintas di kepala saya sesaat setelah mendengar pertanyaan dari salah satu debaters ini.

Jawaban dari debaters muslim pun dilayangkan untuk meng-counter pertanyaan tersebut, kemudian disusul kembali dengan sanggahan dan pernytanyaan susulan dari debaters kubu non muslim. seterusnya adu argumen terus berlangsung hanya untuk membahas tentang Cicak ini. Namun hingga berakhirnya video tersebut, saya masih tetap tidak puas dengan argumen yang dilontarkan oleh debaters muslim pada acara debat antar agaa tersebut.

Saking penasarannya, saya lanjutkan penelusuran dalam mencari jawaban yang memuaskan atas kontroversi hewan kecil ini, hingga saya menemukan  sebuah video kajian Da’i yang dikenal dengan inisial UAH,  dalan video tersebut terdapat seorang jemaah yang menanyakan tentang “apa pentingnya membunuh cicak? hingga terdapat hadist khusus yang menyarankan untuk membunuh cicak, sedangkan secara logika, cicak bukan merupakan hewan buas atau hewan berbisa yang berpotensi membahayakan manusia”.

Pertanyaan yang persis sama seperti yang dilayangkan oleh debaters dalam video yang saya tonton sebelumnya. Saya kira jawaban beliau akan standar-standar saja yang berpaku pada dalil dan cukup percayai saja. Ternyata saya cukup kaget dengan jawaban beliau yang sederhana tetapi cukup membuat saya tersadar dengan satu fakta yang sebelumnya tidak saya perhatikan.

Jawaban beliau kurang lebih seperti ini:

1. Percayalah di setiap (hadist) nabi pasti ada hikmah di dalamnya meski kita belum mengetahui atau belum ada ilmu pengetahuan yang membedah itu.

2. Mengapa kita mempertanyakan membunuh cicak itu seakan-akan perbuatan sadisme terhadap hewan, sedangkan  membunuh nyamuk tidak kita golongkan terhadap perbuatan sadis pada hewan?

nah,,, jawaban ke-2 dari beliau itu yang membuat saya kaget dan tersadar, oh… iya ya bahkan hampir tiap hari kita berusaha membunuh nyamuk dengan cara yang sadis yaitu dengan menyemprotkan cairan anti nyamuk hingga si nyamuk mati secara perlahan.

Oke lah katakan saja nyamuk itu mengganggu karena mereka sering membuat kulit kita gatal karena gigitannya, terlebih beberapa spesies lain membawa penyakit  berbahaya untuk manusia, tetapi apakah cicak itu tidak berbahaya untuk manusia??

Ternyata dari beberapa artiket yang saya baca, cicak itu membawa bakteri yang berbahaya untuk manusia yaitu Escherichia Coli atau yang biasa disebut E.Coli. Bakteri ini dikenal luas sebagai salah satu penyebab utama sakit perut atau gangguan pencernaan lainnya.

Nah… anda ada di team yang mana? yang percaya dengan hadist atau tidak? itu kembali kepada anda masing-masing …..

Digstraksi adalah Media User-Generated, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

Ind Radeta