Kuliah Itu Tidak Berguna, Sebuah Perdebatan yang Tak Pernah Usai


Kuliah Itu Tidak Berguna, Sebuah Perdebatan yang Tak Pernah Usai 1

“Kuliah itu nggak penting, banyak kok sarjana yang nganggur dan cuma jadi karyawan biasa”

Sebuah statement yang memperkeruh mindset anak muda untuk semangat belajar setinggi tingginya. Seakan akan dunia ini hanya tentang posisi apa kamu kerja dan gaji berapa. Kuliah itu bukan buat gaya gaya-an ataupun sebuah golden tiket untuk dunia kerjamu kelak. Kuliah dan dunia kerja berada pada garis yang berbeda, bukan satu garis lurus yang sambung menyambung. Ketika kita kuliah mungkin banyak orang berfikir bahwa kita sedang memperluas link sebanyak banyaknya supaya nanti mudah mendapatkan pekerjaan karena banyak kenalan, dan kadang banyak yang berpikir pula bahwa kuliah hanya untuk mencari ijazah biar nanti nyari kerja nggak susah dan posisinya bagus. Padahal itu salah besar, dalam perkuliahan bahkan kita sedang mempelajari hal yang sesuai dengan apa yang kita sukai dan memperdalam ilmunya, terkait gelar kita setelah lulus itu adalah sebuah penghargaan yang akan diqpersembahkan untuk membanggakan orang tua. Bukan untuk perang di dunia kerja. 

Setelah satu garis yang di sebut dengan perkuliahan itu selesai maka kita akan berpindah pada garis baru yang disebut dengan dunia kerja. Analoginya ketika kita membuat garis baru pasti akan dimulai dengan satu titik kecil yang akan ditarik menjadi sebuah garis yang semakin panjang. Nah, maka dari itu meskipun kami sudah sarjana ketika masuk dunia kerja juga harus mulai dari satu titik terkecil lagi untuk mendapatkan pengalaman dan pemahaman baru yang akan dikembangkan sedikit demi sedikit. Memahami situasi baru, lingkungan baru, permasalahan baru yang pasti tidak akan sama dengan lingkungan belajarnya dulu. Terdapat banyak pula orang yang mendapatkan pekerjaan jauh dari bidang study yang pernah diambil di perkuliahannya, ya karena kuliah itu bukan untuk mencari bekal buat dunia kerja tapi untuk memperdalam pengetahuan ( dalam dunia pendidikan).

Maka dari itu ketika ada sebuah statement yang mengatakan bahwa :

“Sarjana kok jadi karyawan biasa doang, apa bedanya dengan yang lulusan SMA”,

 disaat itulah harusnya para sarjana menjawab dengan kalimat yang seperti ini :

“Posisi kita sekarang memang masih sama, tapi lihatlah dua atau tiga tahun kedepan, maka kamu akan menemukan jawabannya. karena kita juga manusia biasa yang butuh memulai dari awal lagi untuk menjalani sesuatu yang baru. Namun ketika kami bekerja keras dan bekerja cerdas semaksimal mungkin maka atasan akan melihat kemampuan kita dan akan ditarik pada posisi yang lebih tinggi lagi”

Buat sekarang yang masih kuliah  tetap semangat dan abaikan kalimat “sarjana bukan jaminan kesuksesan” karena pada dasarnya dunia pendidikan dan dunia kerja berbeda. Ketika kamu ingin menyempurnakan dunia pendidikanmu sebaik mungkin, maka lakukanlah sampai pada titik tertinggi yang yang kalian mau. Setidaknya tinta yang yang menemanimu belajar akan menjadi saksi di akhiratmu kelak yang akan memperberat timbangan amalmu. Selain itu dengan memiliki pendidikan tinggi akan membuat orang tuamu bangga karena telah merasa berhasil membesarkanmu menjadi anak yang berhasil dalam dunia pendidikannya. Dan jangan pernah gengsi untuk memulai sesuatu dari bawah. jangan karena memiliki ijazah sarjana lantas membuatmu sombong memulai pekerjaan yang sederhana dan memburu posisi posisi terbaik di suatu perusahaan, padahal belum memiliki pengalaman kerja yang cukup. Hal itu justru akan menghambat kamu dalam meraih beberapa kesempatan kesempatan penting yang seharusnya bisa kamu kembangkan.

Buat yang masih sekolah jangan pernah patah semangat untuk belajar karena ilmu yang tinggi juga bisa mengangkat derjadmu dan derajad orang tuamu. Entah kelak melanjutkan ke jenjang perkuliahan atau tidak, yang penting jangan pernah menganggap bahwa belajar adalah hal yang tidak penting dan tidak menjamin kesuksesanmu. 


Digstraksi adalah platform menulis independen, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

Bunga Desember

   

Pecandu gunung dan kabut dingin pembawa damai

Subscribe
Notify of
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
Copy link
Powered by Social Snap