La Tahzan, Buat Kamu Yang Sedang Bersedih, Insecure, Dan Minder

La Tahzan, Buat Kamu Yang Sedang Bersedih, Insecure, Dan Minder

Akhirnya tiba juga hari yang sangat aku tunggu tunggu, ya, hari minggu. Satu satunya hari liburku, aku yang bekerja enam hari dalam seminggu benar benar menantikan saat saat ini.

Namanya juga sudah lelah bekerja selama enam hari, ya hari minggu selalu aku gunakan untuk bersantai dan melakukan hal hal yang menurutku menyenangkan seperti menonton film, membaca buku, manga, light novel, hal yang seru lah.

Sayangnya pada hari minggu ini hal hal tersebut kurang terasa begitu menyenangkan.

Hal itu karena sebelumnya aku melihat story instagram temanku-temanku. Ada yang lagi jalan-jalan ke luar negeri, ada yang baru menikah, ada yang mendapatkan pekerjaan impiannya.

Aku juga ikut senang dengan pencapaian mereka. Tetapi aku juga menjadi semakin dan mulai mencela diriku.

“Selama ini aku ngapain aja sih?”, “Apa gak apa apa aku menyia nyiakan waktu untuk bersenang senang?”.

“aku harus berusaha lebih keras lagi”,”Kenapa ya usahaku gagal terus?”,”Enak ya jadi mereka”.

Ya, seketika fikiran negatif muncul, semua kegagalan yang aku alami, semua peristiwa peristiwa buruk yang sudah di lalui, kenapa hidupku tidak semenyenangkan hidup orang lain?.

Baca juga  Tips Untuk Menjadi Diri Sendiri Tanpa Insecure, Mudah Banget!

Dengan fikiran yang kacau aku pun tidak bisa menikmati hari liburku lagi dan mulai memikirkan hal hal apa saja yang bisa aku lakukan untuk bisa mengejar ketertinggalanku dari teman temanku yang lain

Salah satu cara yang terfikirkan olehku untuk mengejar ketertinggalan adalah dengan membangun side hustle.

Aku pun mencari inspirasi di platform video youtube. Aku yang berharap menemukan ide usaha yang potensial malah secara tidak sengaja menemukan sebuah pencerahan dari sebuah video dakwah islami.

Sebuah video dakwah berbahasa inggris dengan cover “”, aku sering mendengar istilah ini dan ingat kalau dulu pamanku juga pernah membaca buku dengan judul seperti itu saat aku masih kecil, tetapi saat itu aku belum tertarik dengan buku dan tidak mengerti sama sekali. Aku buka video itu dan mulai mendengarkan.

, innallaha ma’ana” yang artinya janganlah kau bersedih, sesungguhnya Allah bersama kita.

QS at taubah ayat 40. Yang memiliki makna bahwa semua kesulitan, kesedihan, dan kesusahan adalah ujian dari Allah agar kita sebagai hambaNya, bisa ingat dan mendekatkan diri kepadaNya, dan Allah tidak akan menguji hambaNya di luar dari batas kemampuan.

Baca juga  Sumber Daya Manusia yang Semakin Tergantikan

Selama ini aku selalu memikirkan hal hal buruk yang terjadi padaku, padahal masih banyak hal baik yang aku punya yang orang lain tidak miliki.

Mengingat kalau aku memiliki seorang ibu yang menyayangi ku tanpa meminta imbalan apapun.

Seorang ayah yang bekerja keras demi memenuhi kebutuhan keluarganya. Meskipun tidak kaya, selalu hidup dengan berkecukupan, Beberapa orang tidak merasakan hal yang aku anggap sepele tersebut.

Aku benar benar merasa menjadi manusia yang tak tahu diri,  dan tak bisa bersyukur,

Selain itu masa masa sulit tidak selamanya buruk. Masa masa sulit dapat membantu kita mengembangkan diri.

Anggap saja tuhan memberikan kesempatan agar kita dapat lebih banyak belajar dari kesulitan, bisa lebih mengenal diri sendiri, bisa memiliki tulang belakang yang lebih kuat, dan bisa menghargai hal hal kecil yang kita miliki dan lebih bersyukur.

Sebagai manusia kita selalu ingin mencari arti dari hidup, dan juga mencari cara untuk bahagia.

Baca juga  Darth Vader: Representasi Mereka Yang Dibutakan Oleh Cinta

Padahal sebenarnya dunia ini hanya tempat persinggahan yang fana, tempat dimana manusia diuji.

ada yang diuji dengan kemiskinan, ada yang diuji dengan kehilangan seseorang, ada yang diuji dengan kekayaan, dan masih banyak lagi.

Mungkin orang yang miskin saat melihat orang kaya berfikir “wah enak sekali ya kalau aku jadi orang kaya” tetapi mereka tidak sepenuhnya tahu apa yang terjadi di kehidupan orang kaya itu, bisa jadi anaknya nakal tidak bisa diatur karena terbiasa hidup bergelimang harta, seorang yang memiliki penghasilan besar tetapi harus mengorbankan waktu bersama keluarga dan orang terdekatnya karena pekerjaan, atau seperti seorang bos yang punya perusahaan besar tetapi untuk tidur saja dia harus obat tidur karena stress.

Kita tidak pernah tau cobaan apa yang sedang dilalui orang lain, mungkin jika kita diberi kesempatan untuk hidup seperti itu, belum tentu kita akan senang, bisa jadi kita ingin kembali ke kehidupan lama yang biasa saja namun bisa tidur nyenyak.

Ya begitulah, Dunia adalah tempat dimana manusia di uji, kebahagiaan di dunia hanya sementara, akan selalu ada ujian yang akan diberikan oleh tuhan, Ujian ujian tersebut merupakan cara tuhan membuat kita mengingat dan mendekatkan diri kepadaNya, dan percayalah rencana tuhan itu baik.

Jangan bersedih semua kesusahan pasti berlalu, jangan lupa mensyukuri hal hal yang ada di dalam hidupmu walaupun itu hanyalah sesuatu yang terlihat kecil.

Baca Juga

Digstraksi adalah Media User-Generated, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

Araseya