Lagi dan Lagi, Ini Alasan Tak Cukup Nonton Film Harry Potter Sekali

Lagi dan Lagi, Ini Alasan Tak Cukup Nonton Film Harry Potter Sekali

Terhitung 20 tahun sudah sejak film pertama Harry Potter, yakni Harry Potter and The Sorcerer’s Stone tayang di tahun 2001. Bagai angin segar bagi para pecinta Harry Potter, tanggal 1 Januari lalu, sebagai ajang reuni dari para pelakon sekaligus perayaan 20 tahun rilisnya film pertama Harry Potter, HBO Max resmi merilis Harry Potter 20th Anniversary: Return to Hogwarts.

Film Harry Potter merupakan dari novel fenomenal karya penulis asal Inggris, J.K. Rowling, dengan judul yang sama. Berbeda dengan versi novel yang terdiri dari 7 series, Harry Potter versi film terdiri dari 8 series. Perbedaan ini terletak di series terakhir yakni Harry Potter and The Deathly Hallows yang mana film dibagi menjadi dua bagian. 

Namun, yang menjadi bahasan dari ini bukan seberapa reuni yang dijalankan oleh para film Harry Potter tersebut. Artikel ini akan mengulas beberapa alasan mengapa Anda harus menonton serial film Harry Potter lagi dan lagi. 

Yuk, simak alasan mengapa Anda tidak akan cukup hanya menonton serial Harry Potter sekali.

Memahami Alur

Bagi Anda yang tidak membaca novelnya, pasti akan kesulitan untuk memahami serial ini hanya dengan sekali . Hal ini dikarenakan banyak sekali scene yang akan membuat Anda -tanya. Namun sebagai ganjarannya, jika Anda berhasil memahami scene dan alur film tersebut, Anda akan merasa tercengang dan terkejut!

Misalnya salah satu scene di film ketiga, yakni Harry Potter and The Prisoner of Azkaban. Penggunaan time turner atau alat pemutar yang selama ini digunakan oleh Hermione Granger. Saya baru bisa benar-benar memahami penggunaan time turner yang menyelamatkan dua nyawa itu setelah menonton ulang kurang lebih dua kali.

Adalagi fakta mencengangkan mengenai ikatan yang terjalin antara Harry Potter dengan musuh utamanya, Lord Voldemort. Alasan mengapa Harry sangat sulit untuk dibunuh Lord Voldemort dan mengapa mereka berdua bisa terkoneksi. 

Fakta-fakta seperti di atas, memerlukan lebih dari sekali tonton agar bisa benar-benar . Selain itu, semakin Anda mengerti dan memahami alur cerita, akan semakin dibuat tercengang juga Anda dengan segala fantasi luar biasa tentang dunia sihir!

Pengetahuan tentang Sihir

Meskipun hanya cerita fantasi, tidak bisa dipungkiri bahwa Harry Potter bisa membuat penggemarnya tergila-gila dengan sihir. Sihir yang disajikan dalam film ini tidak akan membuat orang takut, justru membuat orang tertarik untuk mempelajari lebih dalam.

Sekolah Sihir Hogwarts
Sekolah Sihir Hogwarts

Sekolah sihir tersohor di dataran Inggris, Hogwarts, yang menjadi tempat menimba berbagai ilmu terkait sihir bagaikan sekolah impian bagi sebagian orang. Belum lagi mata menarik yang ditawarkan di sekolah ini, seperti Mantra, Ramuan, Terbang (dengan menggunakan sapu tentunya), Herbologi, Pemeliharaan Satwa Gaib, Pertahanan terhadap Ilmu Hitam, dan lain sebagainya.

Sama halnya keberadaan tempat menuntut ilmu yang tersebar di seluruh dunia, sekolah sihir sebagai tempat menuntut ilmu sihir juga tidak hanya berada di Inggris. Ada juga sekolah sihir lain seperti Beauxbatons di Perancis dan Institut Durmstrang yang berlokasi di Skandinavia. Masing-masing sekolah sihir juga memiliki kurikulumnya sendiri yang berbeda dari sekolah lain.

Dunia sihir yang disajikan dalam Harry Potter digambarkan sangat luas, rinci, dan “masuk akal”, sehingga terasa seperti nyata. Sebagai contoh, keberadaan Ministry of Magic atau Kementerian Sihir sebagai pemerintahan sihir di Inggris. Salah satu fungsi Kementerian Sihir Inggris adalah untuk menjalin hubungan dengan Perdana Inggris sekaligus memberitahukan kejadian di dunia sihir yang kemungkinan akan berpengaruh terhadap muggle (manusia biasa).

Banyak Pelajaran yang Bisa Dipetik

Tak hanya menampilkan fantasi dunia sihir yang luar biasa, film Harry Potter juga mengandung banyak pelajaran hidup yang bisa Anda petik, loh. 

Ada banyak sekali peristiwa dan tokoh yang bisa diteladani dari film ini. Misalnya, potret Keluarga Weasley yang membuktikan bahwa harta bukan faktor , melainkan kebersamaan antar anggota keluarga.

Ada juga istilah don’t judge a book by its cover yang sangat menggambarkan karakter Sirius Black. Atau potret persahabatan antara Harry Potter, Ron Weasley, dan Hermione Granger yang senantiasa membantu di mana pun dan kapan pun saat sahabatnya berada dalam masalah.

Dan banyak lagi pelajaran yang bisa Anda ambil dari film Harry Potter, mulai dari film pertama hingga film terakhir.

Film yang Berkualitas

Kualitas film yang satu ini memang pantas diacungi jempol! 

Harus diakui bahwa film Harry Potter adalah salah satu adaptasi novel fantasi yang paling luar biasa. Hal-hal penting yang terdapat dalam novel secara apik dapat disajikan secara ringkas. 

Seperti dalam film pertama, Harry Potter and The Sorcerer’s Stone, penjelasan mendasar mengenai olahraga kaum penyihir, Quidditch, disampaikan secara ringkas dan padat oleh tokoh Oliver Wood.

Olahraga Kaum Penyihir, Quidditch
Olahraga Kaum Penyihir, Quidditch

Bandingkan dengan versi novel yang bahkan harus membuat J.K. Rowling menerbitkan “buku pelajaran” berjudul Quidditch Through the Ages untuk membahas Quidditch secara tuntas.

Jangan lupakan  latar tempat dan suasana yang digambarkan secara rinci dan sangat magical yang membuat siapapun berdecak kagum. Seperti misalnya, penggambaran lilin-lilin yang ada di atas aula besar sekolah sihir Hogwarts. Atau bentuk dari -hewan fantasi yang nyaris persis seperti bayangan J.K. Rowling dalam “buku pelajaran” berjudul Fantastic Beasts and Where to Find Them.

Kualitas yang demikian membuat orang-orang tidak akan bosan untuk terus memutar film Harry Potter, meskipun sudah memahami alur dan garis besar cerita yang diangkat.

Sebagai Ajang Nostalgia

Selain keempat alasan di atas, bagi , alasan terkuat tidak cukup menonton film Harry Potter sekali adalah karena Harry dan kawan-kawan selayaknya teman yang tumbuh bersama.

Dimulai dari tahun 2001 yang mana bahkan para pemain film ini masih berusia rata-rata 10 tahun, hingga film terakhir yang rilis pada tahun 2011. Dari kecil hingga dewasa, dari film yang bernuansa cerah hingga dark, film ini senantiasa menemani 10 tahun waktu Anda. 

Seiring bertambahnya tahun, Anda sebagai penonton ikut menua bersama para pemain. Hal inilah yang membuat Anda dan film Harry Potter tampak begitu akrab dan memiliki hubungan yang istimewa.

Film Harry Potter memang sudah berakhir sejak 2011 lalu. Namun, kenangan-kenangan yang Anda bangun bersama dengan film, akan tetap abadi. Oleh karena itu, tidak ada salahnya untuk menonton film ini lagi dan lagi, bukan?

Digstraksi adalah Media User-Generated, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

Diva