Lagu religi LaLa Raya kembali jadi sorotan publik sejak akhir Februari 2026 kemarin. Lagu ini viral bukan hanya karena penyanyi dan nuansa Idul Fitri yang kental. Namun juga karena kontroversi yang muncul setelah perilisan resminya pada 27 Februari 2026.
Momen Ramadan memang identik dengan lagu bernuansa religi. Kali ini, perhatian tertuju pada karya dari penyanyi Malaysia, AGY. Ia merilis lagu bertema Lebaran yang langsung memicu diskusi luas di media sosial.
Lagu Religi LaLa Raya, Viral Sejak Hari Pertama Rilis
Sejak dirilis pada 27 Februari 2026, lagu LaLa Raya langsung ramai diperbincangkan. Dalam hitungan hari, video klipnya sudah ditonton lebih dari 100 ribu kali di YouTube. Namun angka interaksi justru menimbulkan tanda tanya. Beberapa warganet mengklaim jumlah dislikes mencapai belasan ribu.
Sementara likes disebut kurang dari 1.000 pada awal kemunculannya. Perbandingan ini membuat lagu tersebut jadi bahan diskursus panjang di platform X dan Instagram. Tak sedikit yang menyebut fenomena ini sebagai contoh kerasnya respons publik digital. Ada yang membela. Ada juga yang menilai kontroversi sebagai hal biasa di era media sosial.
Diduga Terinspirasi Lukisan The Last Supper
Kontroversi mencuat karena adegan dalam video klipnya. Disebut ada visual yang terinspirasi dari lukisan terkenal, The Last Supper. Lukisan tersebut merupakan karya Leonardo da Vinci yang dibuat sekitar tahun 1495–1498. Karya ikonik itu menggambarkan momen ketika Yesus mengumumkan pengkhianatan di antara dua belas rasul.
Lukisan aslinya berada di biara Santa Maria delle Grazie, tepatnya di ruang makan kompleks tersebut. Elemen inilah yang dianggap sensitif oleh sebagian penonton. Adanya unsur dua latar agama berbeda dalam satu video musik memicu perdebatan. Sebagian merasa tersinggung. Sebagian lain menilai itu sebagai interpretasi artistik semata.
Sempat Hilang dari Platform Streaming
Tak lama setelah viral, lagu religi LaLa Raya mendadak menghilang dari sejumlah platform streaming. Saat dicari, lagu tersebut tidak ditemukan. Tidak ada penjelasan resmi saat itu. Situasi ini makin memicu spekulasi. Apakah karena kebijakan platform, masalah teknis, atau tekanan publik. Hingga akhirnya pada Senin, 2 Maret 2026, lagu tersebut kembali tersedia di Spotify.
Video musiknya juga kembali tayang di YouTube resmi, yakni agy channel dan Map Music. Sampai awal Maret 2026, jumlah penonton tetap menembus angka 100 ribu lebih. Di luar video klipnya, tidak ada persoalan pada musik maupun lirik.
Klarifikasi dan Permohonan Maaf AGY
Ramainya polemik terkait lagu religi LaLa Raya membuat AGY menggelar konferensi pers bersama tim labelnya. Ia tampil dengan busana khas Malaysia dan peci hitam. Klarifikasi disampaikan melalui akun Instagram @agy.official. Dalam unggahannya, ia menulis kutipan berikut secara lengkap:
“Dengan rasa rendah diri dan ikhlas hati. Penjelasan dan segala tindakan pun telah diambil. Tiada terlintas di pikiran atau terniat di hati untuk menghina, mencetuskan kemarahan, atau menyentuh sensitivitas. Namun dengan rasa khilaf ini, maka saya menyusul sepuluh menjadi memohon maaf pada semua, terlebih lagi pada yang beragama Kristen.”
Pernyataan itu langsung menyebar luas. Namun komentar negatif masih terlihat di kolom YouTube. Sebagian netizen tetap mempertanyakan konsep visual yang digunakan.
Fakta di Balik Lagu dan Kreatornya
Lagu religi LaLa Raya diciptakan oleh Syko G sebagai komposer. Liriknya ditulis oleh Ezly Syazwan dan Affizy Khairy. Secara musikal, lagu ini tetap bernuansa ceria dan khas Idul Fitri. AGY sendiri terkenal sebagai penyanyi juga selebgram Malaysia. Ia aktif rilis single sejak 2021 dengan gaya yang bold dan ekspresif.
Popularitasnya di Instagram dan TikTok ikut mendongkrak eksposur lagu ini. Hingga kini, lagu religi LaLa Raya masih terus diperbincangkan. Ada yang melihatnya sebagai pembelajaran penting soal sensitivitas budaya. Ada pula yang menilai ini bagian dari dinamika industri musik modern.























