Lagu Runtuh: Hanya Aku yang Mengenali Diriku Secara Utuh

Lagu Runtuh: Hanya Aku yang Mengenali Diriku Secara Utuh

Sebagai seorang penggemar musik terutama musik Pop Indonesia, mengikuti tren lagu yang sedang terkenal di kalangan masyarakat merupakan suatu hal yang pasti dilakukan.

Tangkapan layar dari Youtube.com/Feby Putri NC https://youtu.be/FXfqLUuVBis
Tangkapan layar dari Youtube.com/Feby Putri NC https://youtu.be/FXfqLUuVBis

Tak banyak yang diketahui, nampaknya banyak musisi maupun seniman yang mulai untuk membuat suatu karya seni yang dapat mewakilkan isi hati para pendengarnya.

Fiersa Besari dan Feby Putri adalah salah satu dari banyaknya musisi yang melakukan hal tersebut.

Berkolaborasi dengan menciptakan suatu lagu yang berjudul “Runtuh”.

Lantas, apa makna sebenarnya dari lagu “Runtuh” tersebut ? Sebelum membahas lebih lanjut, saya percaya bahwa di luar sana akan banyak yang memiliki pandangan serta perspektif yang jauh lebih dalam mengenai lagu ini dan dikemas dalam tulisan yang sedemikian rupa indahnya.

Namun, di sini saya hanya ingin memberikan sedikit ulasan dan pandangan saya mengenai lagu “Runtuh” ini.

Sebelumnya, dapat diketahui bahwa Fiersa Besari dan Feby Putri sudah terkenal dengan masing-masing karya yang mereka miliki.

Fiersa Besari merupakan musisi pria dengan lagu-lagunya yang sangat puitis dan juga dapat mewakilkan suara hati para penggemarnya seperti Waktu yang Salah, April, Pelukku Untuk Pelikmu, dan yang lain sebagainya.

Berkolaborasi dengan Feby Putri yang merupakan musisi wanita masa kini dengan beberapa lagu yang sangat indah untuk di nikmati, membuahkan hasil yang sangat memuaskan.

Baca juga  Lirik Lagu Tak Ingin Usai – Keisya Levronka, Yang Lagi Viral Di Tik-Tok

Lagu “Runtuh”, dalam proses penyusunannya merupakan gabungan hasil pemikiran baik dari Fiersa Besari maupun Feby Putri.

Hingga saat ini, official audio lagu “Runtuh” telah mencapai lebih dari 35 juta pendengar di platform YouTube milik Feby Putri dan jutaan pendengar lainnya di platform musik yang tersedia.

Melalui lirik dan nada yang ditulis, terdapat makna yang mendalam pada lagu tersebut. Mari, ikut saya dalam memaknai lagu ini.

  Fiersa Besari dan Feby Putri. Tangkapan layar dari Youtube.com/Feby Putri NC https://youtu.be/FXfqLUuVBis  
  Fiersa Besari dan Feby Putri. Tangkapan layar dari Youtube.com/Feby Putri NC https://youtu.be/FXfqLUuVBis  

Secara garis besar, lagu ini menggambarkan kondisi di mana manusia yang lelah untuk berpura-pura terlihat bahagia dan biasa saja, tetapi sebenarnya di belakang itu semua manusia itu rapuh. 

Rasa ingin bercerita kepada orang lain, tetapi tidak dapat dilakukan. Terkadang, rasa takut atau sungkan bercerita memang ada pada diri setiap manusia.

Takut nanti dicela, dihakimi, tidak mendapat respon seperti apa yang dibutuhkan, dan juga berbalik menjadi adu nasib.

Pada akhirnya, diri sendiri merupakan sosok yang paling mengenal manusia itu secara keseluruhan.

Sebagai seorang remaja yang beranjak dewasa, seringkali banyak permasalahan yang tidak diharapkan tiba-tiba saja terjadi.

Melalui lagu ini, dapat sedikit tersuarakan apa yang sampai saat ini tidak dapat diutarakan.

Baca juga  4 Lagu K-Pop ini Bikin Valentine Kamu Terasa Lebih Sweet

Pada bait pertama bertuliskan “Ku terbangun lagi, di antara sepi hanya pikiran yang ramai”, menggambarkan bahwa ada tokoh sebut saja “aku”, aku ketika terbangun dari tidur dengan suasana yang sepi tetapi, berasa bahwa di kepalaku terdapat banyak sekali masalah atau pemikiran yang belum terselesaikan urusannya.

Lalu, pada lirik “Merutuki diri, tak bisa kembali ‘tuk merubah alur kisah” menggambarkan bahwa aku sedikit menyesal akan hal itu dan tidak ada yang bisa aku lakukan, selain menjalani hari-hari selanjutnya dengan alur dan kegiatan yang sama secara berulang.

Pada syair berikutnya, terdapat beberapa lirik yang sangat saya sukai. Salah satunya adalah pada bagian “Tak perlu khawatir, ku hanya terluka.

Terbiasa ‘tuk pura-pura tertawa. Namun bolehkah sekali saja ku menangis? Sebelum kembali membohongi diri”.

Pada penggalan lirik di atas, membuat saya memposisikan diri sebagai manusia yang sedang rapuh tetapi harus tetap tegar menghadapi segalanya sangat setuju dengan apa yang dituliskan.

Sebagai manusia, rasa sedih, kecewa, marah, senang, bahagia, dan yang lain sebagainya merupakan suatu kondisi yang normal.

Namun, tak banyak orang yang dapat menunjukkan kondisi dirinya seperti apa dihadapan banyak orang.

Baca juga  3 Ulas Skin of My Teeth-nya Demi Lovato

Menangis seringkali dianggap sebagai suatu kegiatan yang menunjukkan orang itu lemah.

Padahal dibalik itu semua, menangis dapat dijadikan suatu hal yang dapat merepresentasikan kondisi seseorang ketika kata tak dapat lagi terucap.

Di bagian sebelum reff akhir, dituliskan “Mereka bilang, “Syukurilah saja”. Padahal rela tak semudah kata”.

Hal itu menggambarkan seperti apa yang telah saya jelaskan di atas, bahwa terkadang seseorang ragu dan sungkan untuk bercerita kepada orang lain dikarenakan takut mendapatkan jawaban atau respon yang tak diharapkan.

Banyak yang bilang, setiap ada masalah atau ketika mendapat berkat harus selalu disyukuri.

Ya, sangat setuju atas kalimat itu. Namun, terkadang banyak yang tidak mengetahui bahwa melakukan tak semudah mengucap atau hanya sekedar kata yang terlontar.

Pada akhirnya, semua kembali ke diri sendiri. Diri sendiri yang selalu ada, diri sendiri yang selalu menemani, dan diri sendiri yang selalu menjadi pendukung juga diri sendiri yang mengenal “aku” secara utuh.

  Tangkapan layar dari Youtube.com/Feby Putri NC https://youtu.be/FXfqLUuVBis  
  Tangkapan layar dari Youtube.com/Feby Putri NC https://youtu.be/FXfqLUuVBis  

Sebagai penutup dari tulisan sederhana ini, saya sebagai penulis dan juga penikmat musik, merekomendasikan beberapa lagu dengan tipe yang sama seperti lagu “Runtuh” ini.

Barangkali dapat didengar ketika kawan sekalian sedang merasa bosan atau putus asa dan butuh sedikit hiburan, semoga suka.

1. Takut – Idgitaf

2. Tutur batin – Yura Yunita

3. Gajah – Tulus

4. Berisik – Dere

5. Happy – Skinnyfabs

6. Dulu – Danar Widianto

Terima kasih telah bersedia meluangkan waktunya untuk membaca ulasan ini, mohon maaf atas segala kekurangan yang ada.

Terakhir, tetap semangat menjalani apa yang sedang kau tempuh. Semoga, Tuhan senantiasa menjaga dan melindungimu.

Bertahan dan berjuang pada satu pilihan. Sampai jumpa!

Digstraksi adalah Media User-Generated, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

Angelica Dwi Permatasari