Langkah Mudah Menjalani Social Media Detox

Langkah Mudah Menjalani Social Media Detox 1

Di zaman serba modern ini, siapa yang tidak kenal dengan social media?

Saya rasa hampir semua orang pasti tahu social media. Bahkan penggunaan social media menjadi konsumsi kita sehari-hari, bukannkah begitu?

Beragam informasi dapat diakes dalam satu media saja. Mulai dari berita terhangat hingga hoaks semuanya jelas ada di genggaman kita.

Namun, dibalik warna-warni social media, ternyata banyak menyimpan hal buruk bagi kita. Apakah kamu menyadari, bahwa sosial media juga mempengaruhi pikiran dan batin.

Ilustrasi Social Media (Sumber: Unsplash.com photo by dole777)
Ilustrasi Social Media (Sumber: Unsplash.com photo by dole777)

Social media detox adalah suatu kegiatan mengurangi bersosial media dalam jangka waktu tertentu. Mengapa saya menekan-kan kata mengurangi? Sebab, kita sebagai manusia modern tidak pernah terlepas dari yang namanya bersosial. Maupun seburuk dan sebaik apapun kamu berkomunikasi, manusia akan tetap butuh hal tersebut.

Kita tidak bisa menghilangkan. Yang hanya bisa kita lakukan adalah mengurangi. Terutama di social media.

Apakah social media mu kebanyakan berisi topik toxic?

Jika iya, ada baiknya kamu menerapkan social media detox untuk hidup yang lebih tenang.

Sebelum saya memberikan Langkah Mudah Menjalani Social Media Detox, kamu harus tahu ciri-ciri orang yang sudah terkena social media toxic.

Yaitu :

  1. Kamu sering merasa cemburu melihat kehidupan orang-orang di social media.
  2. Kepo banget sama urusan yang sedang booming. Semisal skandal artis.
  3. Kamu terpacu terus untuk menaikkan followers-mu.
  4. Sering memberikan rekaman kegiatan yang tidak bermanfaat untuk orang.
  5. Sering memberikan informasi pribadi ke orang lain.

Itulah ciri-ciri media social yang toxic.

Selain itu, adakah contoh dari kamu?

Saya sendiri sebenarnya sudah pernah terjerumus kepada toxic social media. Dengan tekad dan niat, akhirnya saya mampu mengendalikan bermedia sosial sesuai anjuran.

Tanpa basa-basi, inilah langkah mudah menjalani social media detox (berdasarkan pengalaman pribadi penulis)!

1. Ubah dulu isi beranda mu

Ilustrasi pemakaian sosial media (sumber: Unsplash.com photo by Solen Feyissa)
Ilustrasi pemakaian sosial media (sumber: Unsplash.com photo by Solen Feyissa)

Coba cek beranda media social kamu. Apa saja isi-nya? Berita artis, berita alam, parawisata, tutorial, atau isinya orang joget?

Kalau penulis sih, kebanyakan berita dari luar dan dalam negeri, tutorial fotografi, behind the scene, serta jokes receh gitu deh. Social media gak melulu soal berita. Jokes receh juga bisa menjadi tempat hiburan lho.

Terkadang tidak sengaja, teman online kita memposting suatu penghargaan yang dia perjuangkan. Lalu, timbulah rasa iri, “Kok dia bisa cepet sukses, ya?”.

Waduh, ini adalah salah satu toxic social media yang harus dihindari nih.

Atau lihat barang lucu, akhirnya beli. Tapi berujung khilaf. Ini juga termasuk toxic social media.

Pokoknya, mengubah isi berandamu adalah langkah awal menjalani social media detox. Mungkin kamu bisa membuat dua akun untuk social media. Satu akun untuk pribadi (mem-follow teman-teman online). Dan satu lagi untuk kamu yang suka menghabiskan waktu di social media.

Rasa iri dan cemburu berawal dari melihat postingan teman-teman yang sudah sukses lho. Maka dari itu saya sarankan untuk membuat dua akun. Nah, akun pribadi ini sebaiknya jangan keseringan membuka.

Dan akun lain untuk mencari informasi, berita, atau entertainment.

Cara merubah isi beranda mu (menurut penulis) adalah sering-sering lah mencari akun yang ingin kamu ubah. Misal, isi beranda mu kebanyakan orang joget. Kamu bisa mencari akun yang membahas beasiswa atau bidang lainnya. Cari akun tentangbeasiswa sebanyak mungkin selama beberapa hari ke depan.

Dijamin isi berandamu juga ikut berubah. Kolom cari akun dan isi beranda merupakan hal yang saling berkaitan. Maka dari itu, setiap kali membuka beranda, kita akan disungguhkan ribuan postingan yang sesuai kita cari beberapa hari belakangan.

2. Carilah kesibukkan lain

Ilustrasi traveling (sumber: Unsplash.com photo by Steven Lewis)
Ilustrasi traveling (sumber: Unsplash.com photo by Steven Lewis)

Semakin sibuk kita, semakin tidak sempat kita untuk melihat atau memerhatikan sesuatu yang tidak dianggap penting. Terutama berkegiatan berselancar di social media.

Coba tanya orang super sibuk. Apakah mereka sempat melihat social media berlama-lama? Tentu tidak. Menurut mereka melihat social media berjam-jam hanya membuang waktu sia-sia. Mending mereka mengerjakan tugas yang lebih penting.

Puasa social media juga mempengaruhi tingkat keproduktivitasan.

Maka dari itu, jika kamu punya waktu luang, mulainya mencari kesibukkan yang bermanfaat untuk dirimu. Misal, mempelajari soft-skill, belajar memasak, membuat konten bermanfaat.

Jika kesibukkan mu memang berada di social media, seperti pemasaran online, berjualan online, dan lain sejenisnya. Itu beda lagi. Artinya kamu membutuhkan social media sebagai sarana promosi. Tidak apa-apa, justru itu adalah salah satu hal yang bermanfaat.

3. Jadikan lah sosmed mu sebagai media edukasi dan literasi

Ilustrasi menggunakan social media untuk sarana edukasi dan literasi (sumber: Unsplash. com photo by Firmbee.com)
Ilustrasi menggunakan social media untuk sarana edukasi dan literasi (sumber: Unsplash. com photo by Firmbee.com)

Kembali kepada pribadi masing-masing. Kita mempunyai akun sosmed pasti punya tujuannya dong. Dari tujuan tersebutlah yang menjadikan social media mu membentuk karakter.

Mulai saat ini coba kamu ubah niat dan tujuan mu menggunakan aplikasi social media. Dari yang dulu mencari berita tidak penting, informasi hoaks. Lebih baik diubah menjadi tips dan trik, tutorial, dan media belajar.

Dengan begitu, secara tidak sengaja kamu bisa menyimpan banyak ilmu yang didapatkan. Serta belajar mengolah informasi yang lebih detail agar terhindar dari berita hoaks.

4. Me-nonaktifkan notifikasi

Ilustrasi menonaktifkan notifikasi (sumber: Unsplash. com photo by Solen Feyissa)
Ilustrasi menonaktifkan notifikasi (sumber: Unsplash. com photo by Solen Feyissa)

Notifikasi memang menggoda untuk dibuka. Maka dari itu, lebih baik kamu matikan notifikasi social media mu. Selain mencegah hasrat membuka social media, memori hp akan terasa lega dan tidak memakan masa daya baterai yang banyak.

Ada baiknya kamu tetap menyalakan notifikasi yang dirasa menurut mu penting. Agar tidak ketinggalan informasi. Nah, selain notif yang tidak penting ada baiknya kamu segera matikan.

5. Menghapus akun

Ilustrasi menghapus akun social media (sumber: Unsplash. com photo by Bejamin Dada)
Ilustrasi menghapus akun social media (sumber: Unsplash. com photo by Bejamin Dada)

Ini adalah langkah yang paling berat dan ekstrim untuk dilakukan. Karena apa? Karena dengan menghapus permanen akun social media kita, itu artinya kita siap untuk meninggalkan segala informasi. Kita siap ketinggalan berita booming yang akan datang. Kita siap untuk meninggalkan teman-teman online.

Jujur, penulis tidak bisa melangkah sampai poin ke-lima ini, dikarenakan penulis juga masih butuh social media untuk menunjang edukasi. Hanya segelintir orang yang bisa meninggalkan dan menghapus akun secara permanen akun social media mereka.

Menurut testimoni, mereka hidup jauh lebih tenang untuk raga dan batin.


Itulah langkah mudah menjalani social media detox. Terkadang social media merupakan tempat terjahat untuk raga dan batin. Akan tetapi jika kita menggunakan dengan bijak, justru social media mu bisa bermanfaat.

Mulai sekarang, yuk menjalani social media detox untuk kehidupan yang lebih tenang.

 

Digstraksi adalah Media User-Generated, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

Rakes samansor