Liburan Ku Yang Tertunda


Liburan Ku Yang Tertunda 1

Liburan sekolah Bella dan sekeluarganya akan berlibur di Telaga Serangan. Bella ingin mengajak salah satu sahabatnya yaitu Dewi, Dewi adalah sahabat terdekatnya Bella.

“Dewi, kamu mau ikut aku tidak.” Kata Bella sambil mengajaknya.

“Ikut kemana.”  Dewi berkata dengan terkejut.

“Di Telaga Serangan.” Kata Bella kemudian.

“Wah, asyik banget. boleh juga aku ikut dong.” Dewi merasa senang sekali.

 

~“~

 

Kesokkan harinya…..

Bella sudah menyiapkan yang dibutuhkan besok paginya dan bekal yang akan dibawa berlibur, begitu juga Dewi sudah menyiapkan barang yang akan di bawanya besok.  Bella tak sabar ingin cepat pergi di Telaga Serangan yang sudah disiapan oleh bapak ibunya.

“Ayah ibu kapan kita  jadi pergi berlibur iya kan.” Kata Bella dengan pernuh ceriaan di wajahnya.

“Iya sayang besok pagi kita akan berangkat berlibur.” Ujar Ibu.

Bella malam harinya, Bella berharap akan mimpi indah di Telaga Serangan dan tidak sabar tunggu besok. Di dalam mimpinya Bella sudah berada ditengah – tegah pepohonan, sungai yang dipernuh bebek, dan burung – burung yang terbangan dilangit.

 

~“~

 

Pagi harinya.

Ibu membangunkan Bella. Tiba – tiba badannya Bella panas sekali.

“Bel….Bella bangun sayang sudah pagi lho, katanya mau pergi.” Kata Ibu. Dan Bella tidak bangun – bangun juga. Akhirnya Ibu memegang dahi Bella ternyata badan panas sekali.

Akhirnya liburan Bella tertunda, Bella sedih karena tidak bisa menikmati hari liburannya dan Dewi datang ke rumah Bella.

“Permisi, Bu Bellanya ada di rumah.” Kata Dewi.

“Ada,tapi Bellanya, sakit.” Kata Ibu kemudian.

“Sakit apa. Bu.” Kata Dewi cemas.

“Badannya panas banget.” Ujar Ibu.

“Bu, boleh kah aku bertemui Bella.” Dewi berkata dan merasa khawatir dengan keadaan Bella.

“Oh, boleh silahkan masuk aja Bella ada di kamarnya.” Ibu  berkata sambil mengantarkan ke kamar Bella.

Dewi  sudah berada di kamar Bella, setelah melihat wajah Bella terlihatan  pucat dan sedih sekali. Karena liburan yang tertunda itu, karena sakit.

“Bella, cepat sembuh ya. Nanti kalau kamu sembuh pasti akan berlibur lagi.” Ujar Dewi.

“Dewi maaf ya, aku tidak bisa mengajakmu pergi.” Jawab Bella dengan singkat.

“Yang penting kamu sembuh dulu, soal liburan di tunda tak  apa – apa.”  Kata Dewi sambil memegang tangan Bella.

“Iya, terima kasih ya.” Bella berkata dengan tersenyum.

Setelah selesai bertemu Bella, tiba – tiba Dewi langsung mempunyai ide yang cermelang dan langsung berbicara dengan Ibu Bella.

“Bu, aku punya ide bagus nih.” Kata Dewi kemudian.

“Ide apa Dewi.” Ibu berkata dengan rasa penasaran dengan ide Dewi.

“Nah, begini bu. Gimana kalau kita buat liburan di depan rumah aja kan, di depan rumah kita buat seperti  di Telaga Serangan gimana.

“Emmm …bagus juga.” Kata ibu.

“Yang kita buat apa yang ada di Telaga Serangan.” Kata Dewi yang demikian rupa.

“Ada burung –burung, sungai yang ada bebeknya itu lho dan juga ada pepohonannya juga.” Ujar ibu.

“Okelah, kita buat sekarang juga.” Kata Dewi dengan pernuh semangat.

 

~“~

 

Keesokan pagi apa yang di rencanakan akhirnya selesai juga dan ibu memasak apa  yang di inginkan Bella. Setelah ibu selesai masak,  langsung di tata tempat persi tempat yang ada di Telaga Serangan. Dan Dewi pun pergi untuk memanggil Bella.

“Bella yuk bangun kita keluar rumah.” Dewi berkata sambil memegang tangan Bella.

“Emangnya kita mau keluar rumah mau ngapai.”  Bella berkata dengan rasa penasaran.

“Sudah ikut saja pasti kamu tahu sendiri di luar ada apa nanti.” Kata Dewi kemudian.

Setelah sampai keluar rumah didepan rumah, Bella melihat ada banyak yang ada di dalam mimpi Bella. Bella merasa senang dan tidak percaya apa yang baru dia lihat.

“Ibu apakah ini tempat yang ada di dalam mimpiku ibu.” Rasa senang Bella tidak di sangka – sangka selama ini.

“Benar, kamu mimpi seperti ini juga.” Kata ibu demikian.

“Iya bu benar kok, aku bermimpi seperti ini bu.”Bella berkata dengan pernuh keyakinan.

“Ooh, syukurlah kalau begitu.” Kata ibu  sambil mengusap dadanya.

Akhirnya,  mereka pun menikmati keindahan yang sama di Telaga Serangan  walau hanya gambaran yang mereka buat. Tapi, hati Bella merasa senang sekali dan Bella merasa seperti di Telaga Serangan sungguhnya.


Masruroh Fitri

   

Nama saya Masruroh Fitri Cahyawati. Hobi saya menulis cerita pendek.

Subscribe
Notify of
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
Copy link
Powered by Social Snap