Mahalnya Biaya Pernikahan Membuat Kamu Batal Menikah? Yuk Pelajari Cara Pengelolaannya!

Mahalnya Biaya Pernikahan Membuat Kamu Batal Menikah? Yuk Pelajari Cara Pengelolaannya!

Apa yang pertama kali terbersit dalam pikiran kamu kala disebutkan kata “”. Ada sebagian orang yang menjawab bahwa identik dengan  kesiapan, sebagian lagi menjawab bahwa identik dengan calon istri/ yang sesuai dengan kriteria, dan sebagaiannya lagi menjawab bahwa identik dengan biaya besar. Point ke-tiga tadi memang point yang sangat krusial bagi orang-orang yang akan .

Pasalnya di negara kita ini banyak yang menginginkan mewah sebab kadang yang biasa saja sering dijadikan bahan nyinyiran tetangga atau malah tidak direstui pihak perempuan. Alhasil banyak dari kita malah menunda-nunda atau malah tidak jadi akibat biaya besar tersebut. Padahal tidak semua harus diselenggarakan dengan mewah, karena esensinya ada pada ijab kabulnya saja.

Agar impian terlaksana dengan baik tanpa wacana, kamu perlu mempersiapkan dana dengan baik. Apalagi jika kamu sudah bekerja, akan lebih mudah mengalokasikan dana agar dapat terwujud impian yang sudah kamu rencanakan. Lalu bagaimana sih melakukan budgeting untuk dana ? Sebenarnya apa saja biaya yang harus ditanggung calon mempelai , dan apa saja biaya yang harus ditanggung mempelai ? Apakah semua biaya harus dari mempelai ? Atau bisa sharing? Kalau begitu sumber dana pernikahannya dari mana saja? Apakah boleh dari hasil hutang? Atau bagaimana?

Baca juga  Saling Cinta bukan Prinsip Utama Pernikahan

Dikutip dari Prita Ghozie (CEO & Principal Consultant @zapfinance), menjelaskan bahwa alokasi dana pernikahan pada umumnya dibagi menjadi 10 bagian.

  •  45% untuk biaya gedung, venue, dan katering
  • 15% untuk pembelian mahar, maskawin, dan seserahan
  • 10% untuk biaya dokumentasi
  • 5% untuk biaya dekorasi
  • 5% untuk biaya pakaian pernikahan (beli/sewa)
  • 5% untuk biaya wedding planner
  • 5% untuk biaya hiburan
  • 2% untuk biaya cetak undangan (cetak undangan dikhususkan untuk: temannya orang tua, guru, atau pejabat yang akan diundang. Untuk teman mempelai diusahakan memakai e-invitation agar lebih hemat).
  • 2% untuk biaya hadiah panitia/souvenir
  • 6% untuk biaya dana darurat
Baca juga  Ingin Foto Prewedding Memukau? Ikuti tips dibawah Ini

Alokasi dana di atas bersifat tidak baku, intinya bisa disesuaikan dengan kebutuhan kamu dan tidak memaksakan kemampuan keuangan kamu. Jangan sampai karena ingin melangsungkan syukuran pernikahan mewah, kamu malah berhutang. Padahal kehidupan setelah tidak kalah membutuhkan banyak biaya.

Mengenai budget yang harus di keluarkan oleh pihak laki-laki dan pihak perempuan, Prita Ghozie menjelaskan bahwa keduanya perlu bekerjasama. Tidak hanya menggunakan uang dari pihak laki-laki, tetapi dari pihak perempuan juga harus mengeluarkan sebagian uang untuk . Pembagiannya sebagai berikut:

1. Dana yang sebaiknya dikeluarkan oleh pihak perempuan

  • Biaya akad nikah (penyediaan sarana dan prasarana akad nikah)
  • Biaya tasyakuran pernikahan (pembagiannya bisa disepakati oleh kedua pihak)
Baca juga  5 Hal yang Perlu Kamu Lakukan Saat Menjadi Bridesmaid di Pernikahan Sahabatmu

2. Dana yang sebaiknya dikeluarkan oleh pihak laki-laki

  • Biaya maskawin
  • Biaya mahar
  • Biaya seserahan
  • Biaya tasyakuran pernikahan

Setelah kamu mengetahui pembagian dana yang sebaiknya disiapkan oleh masing-masing pihak, selanjutnya kamu tentu berpikir dari mana dana tersebut dapat terkumpul? Dana tersebut dapat terkumpul dari 2 sumber dana, yaitu:

1. Dana dari hasil kerja calon pengantin, dikumpulkan dari gaji pokok, bonus ataupun THR.

2. Dana dari orang tua/.

Catatan tambahan yang harus kamu ketahui adalah, siapkan minimal 10% dana tambahan untuk dana darurat. Karena kadang tanpa sadar dalam penyelenggaraan pernikahan ada saja perlengkapan yang kurang, entah itu souvenir, catering, dan lain sebagainya.

Semoga dengan kamu mengetahui cara mengelola dana pernikahan, keraguan yang sempat hinggap bisa hilang digantikan keyakinan menuju pernikahan. Catatan alokasi dana pernikahan di atas tidak harus kamu adopsi semua, karena kebutuhan masing-masing orang tentu berbeda. Sebab yang terpenting dalam pernikahan adalah ijab kabulnya, bukan tasyakuran pernikahannya. Jadi jangan sampai budget yang kamu keluarkan malah memberatkan kamu ya, harus sesuai dengan kemampuan finansial kamu dan hindari berhutang untuk dana pernikahan.

Semoga dilancarkan menuju pernikahan!

Baca Juga

Digstraksi adalah Media User-Generated, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

Nurul Hidayah

   

Si Perasa