Mahasiswa Penggerak Ekonomi Bangsa


Mahasiswa Penggerak Ekonomi Bangsa 1

Bangsa dan pemuda adalah ibarat sebuah kereta kuda. Bangsa adalah keretanya, sedangkan pemuda adalah kudanya. Tanpa kuda (pemuda), kereta (bangsa) tak akan bisa bergerak. Karena kereta akan bergerak jika kuda melangkahkan kakinya, begitu pulalah gambaran nya jika suatu bangsa ingin maju maka perlu adanya action dari para pemudanya.

Hal ini sudah dibuktikan dalam sejarah kemerdekaan Indonesia,para pejuang kemardekan 1945 adalah banyak dari mereka golongan muda,tak hanya itu banyak organisasi kemerdekaan yang penggerak berdirinya adalah para pemuda seperti Budi utomo dan sumpah pemuda. Mereka adalah kaum terpelajar yang menempuh pendidikan di perguruan tinggi atau bisa disebut seorang mahasiswa.

Melihat begitu banyak peran mahasiswa dalam sejarah Indonesia hingga hari ini. Sehingga mahasiswa mendapat julukan “ the agent of change” atau agen perubahan. Bahkan di masa pembangunan ini, pemuda dan juga mahasiswa mendapat julukan “the agent of development” atau agen pembangunan. Tentu termasuk pembangunan ekonomi Indonesia.

Namun kini, para pemuda dan mahasiswa mendapat tantangan yang luar biasa ditengah pandemi Covid-19 yang sedang melanda dunia dan juga di Indonesia. Tantangan itu ialah sanggupkah para pemuda dan mahasiswa menjadi agen penggerak ekonomi selama pandemi Covid-19 ini yang belum tentu kapan berakhir nya.

Pandemi Covid-19 menyebabkan di sektor formal banyak nya warga Indonesia mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK ) atau dirumahkan. Di sektor in formal banyak di rasakan dampak nya oleh para UMKM dikarenakan adanya kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) oleh pemeritah sebagai salah satu cara memutus mata rantai virus Covid-19.

Data yang diperoleh dari badan pusat statistik bahwasanya 99 persen ekonomi Indonesia digerakkan oleh UMKM, 97,3 persen lapangan kerja diserap oleh UMKM, dan 60 persen Produk Domestik Bruto (PDB) disumbang UMKM. Sehinga dengan terus mendorong UMKM ini diharapkan menjadi agen kebangkitan Indonesia dari keterpurukan ekonomi akibat pandemi Covid-19. Jiwa Entrepreneurship yang di dalam nya semangat berwirausaha para UMKM ini tentu harus terus di tingkatkan .Selain itu sambil berbisnis, mereka juga harus bisa memberikan edukasi kepada masyarakat akan bahaya Covid-19.

Mengembalikan perekonomian Indonesia kembali baik bukan lah suatu hal yang mudah,sehingga masalah ini bukan hanya menjadi tugas pemerintah saja,namun juga seluruh lapisan pelaku ekonomi, termasuk kaum generasi Z (mahasiswa) yang bergerak dalam bidangnya.Walaupun selam ini UMKM banyak menyerap tenaga kerja.Namun, kenyataan nya sekarang ini UMKM merupakan sektor yang paling terpukul oleh dampak pandemi Covid-19. Untuk itu, solusi yang paling tepat adalah pemanfaatan teknologi khususnya internet. Hingga kini ada 175.4 juta pengguna internet. Selain itu ada 338,2 juta pengguna smart phone aktif yang terdaftar. Ada 160 juta orang di Indonesia yang aktif di media sosial.

Akibat Covid-19 dan diikuti kebijakan PSBB membuat gaya hidup masyarakat berubah dari offline menjadi online, ini ternyata juga mempercepat perubahan pola usaha UMKM dari berjualan “offline” menjadi berjualan “online” melalui banyak media social saat ini. Karena memang hanya dengan pola penjualan online ini cara UMKM dapat bertahan di temngh pandemi Covid-19 karena diimbangi dengan minat pembelian konsumen selama pandemi meningkat tajam melalui sistem belanja online.

Mahasiswa adalah kaum yang identik dengan imajinasi, kreatif, cepat, instan dan banyak akal. Apalagi mahasiswa yang sudah mengenal kewirausahaan di kampus . Mahasiswa juga kaum yang melek teknologi, termasuk teknologi informasi . Dengan Meningkatnya pola atau sistem pemasaran daring merupakan suatu peluang emas bagi mahasiswa karena Mahasiswa bisa mendirikan usaha rintisan atau start-up UMKM ataupun menjual produk – produk usahanya dengan cara “digital marketing” atau pemasaran digital sehingga Mahasiswa yang melek teknologi informasi bisa menjadi “digital marketer”. Dengan “skill” atau keahlian yang dimilikinya. Mahasiswa mampu merancang bentuk promosi untuk membangun “brand awareness” dan membuat calon pelanggan tertarik. Media yang digunakan adalah platform digital, misalnya media sosial, website, marketplace dan sejenisnya.

Selain untuk dirinya sendiri yang membuka usaha start-up UMKM, mahasiswa juga bisa mengedukasi para pelaku UMKM lainnya. Alhasil, mahasiswa dapat menjadi agen penggerak ekonomi selama masa dan setelah atau pasca-pandemi Covid-19. Namun, mahasiswa yang berwirausaha perlu difasilitasi dan menjadi bagian dalam pembelajaran di kampus. Selain itu, diperlukan peran dosen yang benar-benar bisa membuka wawasan atau cakrawala berpikir mahasiswa dengan menggunakan penelitian untuk bisa membuka jalan bagi pengusaha muda dalam penciptaan inovasi-inovasi baru, prediksi kondisi yang akan terjadi di masa yang akan datang, dan sebagainya.

Sehingga sangat di perlukan dukungan dan dorongan dari semua lapisan baik dari pemerintah, pihak swasta , stakeholder, masyarakat dan juga tentunya mahasiswa dan generasi muda karena Dengan semangat kolaborasi dan memanfaatkan potensi Mahasiswa yang begitu besar, optimis perekonomian Indonesia akan cepat kembali bangkit!


Digstraksi adalah platform menulis independen, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

Wilda Hanifah

   

Subscribe
Notify of
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
Copy link
Powered by Social Snap