Makna Yang Terkandung Dalam Lagu Lir Ilir Lir Ilir

Makna Yang Terkandung Dalam Lagu Lir Ilir Lir Ilir 1

Lagu memiliki makna mendalam mengenai pesan-pesan dan juga arti disetiap syairnya. Lagu lir-ilir ini merupakan lagu ciptaan dari wali songo Sunan Kalijaga.

Lagu ini sangat kental dengan nuansa para ulama agar mereka lebih ingat pada sang pencipta. Lagu lir Ilir mencoba disampaikan dengan ketika Sedang menyampaiakn agama Islam ke sebuah lagu.

Dalam bahasanya Lagu adalah tembang, tembang inilah yang dipergunakan untuk berdakwah Sunan Kalijaha selain Wayang Kulit.

Sedangkan untuk makna tersirat dalam syair lagu lir Ilir adalah sebagai berikut :

Makna Yang Terkandung Dalam Lagu Lir Ilir Lir Ilir 3

Syair pertama “….Lir Ilir…

Syair pertama ini memiliki arti bangunlah, bangunlah berasal dari kata nglilir yang artinya dalam bahasa Jawa adalah bangun tidur.

Jadi ketika sudah pagi matahari nterlihat bersinar maka mereka yang baru tidur disuruh bangun.

Syair kedua “.. Lir ilir lir ilir…

sayir kedua ini memiliki arti bangunlah, bangunlah lir lir lir Ilir beberapa kali memiliki makna untuk segera bangun melakukan aktivitas pagi disawah atau diladang pada zaman dulu.

Syair ketiga “..Tandure wes sumilir..

Ini berarti tanaman sudah bersemi..tanaman sudah hijau dan segar.

Makna yang terkandung dalam syair tersebut 

Lir nglilir dalam bahasa Jawa berarti bangun dari tidur atau mimpi. Bangun dari kemalasan agar lebih lebih memperkuat keimanan yang sudah ditanamkan oleh Allah pada diri manusia. Dan Apa yang ditanam itulah yang disimbolkan dinaman tanaman yang mulai hijau bersemi.

Hal ini dilambangkan dalam syair berikutnya syair ke empat “….Tak ijo royo royo…yang berarti hijau atau sudah menghijau. 

Makna yang terkandung adalah :

Mengartikan jika itu semua ada dalam diri kita masing-masing, mau tetap melanjutkan tidur atau membiarkan tanamam atau iman kita layu atau mati, tanpa disirami dengan ibadah.

Jika ingin tetap hidup segar layaknya tanaman yang subur, maka harus kita pupuk dan sirami dengan keimanan yang kuat, berjuang pagi-pagi bangun, agar tanaman itu tumbuh hingga besar, dan suatu saat kita bisa memanennya.

Kebahagiaan dalam arti kita memanen apa jerih payah kita seperti halnya kebahagiaan pengantin baru. Hal tersebut seperti terkandung dalam syair berikutnya “….Tak sengguh panganten anyar…” artinya bagaikan pengantin baru.

Syair berikutnya “….Cah angon cah angon..

” yang berarti anak gembala, atau anak gembala..

Makna yang terkandung didalam syair tersebut mengandung makna dalam syair ini disebutkan anak gembala. Anak gembala disebut anak gembala karena Allah. 

Sesuatu yang digembalakan yaitu Hati kita. Bisakah kita menjaga hati kita dari godaan hawa nafsu yang sangat kuat dalam diri kita.

 Syair berikutnya ” ….Penekno blimbing kuwi…” berarti panjatlah pohon belimbing itu

“…..Lunyu lunyu penekno…”artinya biar licin dan susah tetaplah kau panjat…

Memiliki makna jika Si anak gembala tadi diminta untuk memanjat pohon belimbing yang bergerigi lima.

Buah belimbing yang punya gerigi sebanyak lima buah mengandung makna tentang lima buah rukun Islam.

 Meski pohon itu licin dan susah dipanjat, kita harus tetap berjuang keras sekuat kita, untuk mendapatkan buah belimbing itu. Dalam hal ini adalah lima rukun Islam apapun rintangan dan resiko yang akan dihadapinya. 

Syair berikutnya “…kanggo mbasuh dodotiro…” yang berarti untuk membasuh pakaianmu..

“….Dodotiro dodotiro”…artinya pakaianmu, pakaianmu…

..”kumitir bedah ing pinggir”..artinya pakaianmu terkoyak-koyak di bagian samping

“….Dondomono, jlumatono…” artinya jahitlah, benahilah

“….kanggo seba mengko sore…” artinya untuk menghadap nanti sore

“….Mumpung padhang rembulane…ketika Bulan masih bersinar terang..

“…Mumpung jembar kalangane..”artinya ketika banyak waktu atau kesempatan.

Makna yang terkandung dalam syair-syair diatas adalah dengan kita rajin mencuci pakaian kita jangan sampai kotor.

Pakaian dilambangkan dengan arti taqwa. Layaknya manusia yang tidak ada yang sempurna pasti ada sebercak noda atau kesalahan.

Maka itu mereka harus rutin mencuci atau membersihkan noda atau kesalahan itu dengan penebus dosa yaitu keimanan.

Dan ketika sudah waktunya tiba, atau ketika manusia dipanggil menghadap sang pencipta, maka sudah siap dan punya bekal.

Terangnya bulan menandakan jika masih sehat dan diberikan waktu untuk memperbaiki dan mempersiapkan diri kita dengan banyak keimanan. 

Digstraksi adalah Media User-Generated, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

Muhammad Zaenal