Mampukah Tottenham Bangkit di Tangan Pelatih Baru?


Mampukah Tottenham Bangkit di Tangan Pelatih Baru? 1

Hasil seri kontra Everton dengan skor 2-2, menjadi laga perpisahan bagi Jose Mourinho untuk melatih Tottenham. Pihak klub resmi memutus kerja sama dengan Mourinho. Berita yang cukup menyedot perhatian banyak pihak.

Alasan pemecatan Mourinho, karea penampilan Tottenham yang tidak stabil. Tottenham berada di peringkat ke tujuh klasemen sementara. Posisi yang belum aman untuk berlaga di kompetisi Liga Champion maupun Liga Europa.

Di laga 16 besar Liga Europa, secara mengejutkan Tottenham dikalahkan oleh Dinamo Zagreb dengan hasil 3-0. Padahal laga sebelumnya Tottenham menang 2-0. Harapan untuk mengangkat trofi dari jalur ini akhirnya pupus.

Totenham merupakan klub pertama yang dilatih Mourinho tanpa menghasilkan gelar. Klub yang sebelumnya dilatih dengan julukan the special one ini selalu berhasil mempersembahkan gelar. Untuk kali ini kelihaian Mourinho dalam meracik strategi tidak terlalu membuahkan hasil.

Totenham sebenarnya masih mempunyai harapan untuk mengangkat trofi. Selang beberapa hari lagi dari berita pemecatan Mourinho, Totenham akan berlaga di final Piala Inggris. Dalam final ini Totenham bertemu dengan Manchester City. Akan tetapi, pihak klub sudah terlanjur tidak percaya lagi dengan Mourinho.

November 2019, merupakan awal mula kebersamaan Mourinho dengan Tottenham. Kala itu Mourinho menggantikan Mauricio Pochettino yang dipecat juga. Dari Mourinho sangat diharapkan, bahwa Tottenham akan mengakhiri puasa gelar yang sudah cukup sangat lama.

Penampilan anak asuhannya pada awalnya berjalan dengan sangat baik. Bahkan di awal musim 2020-2021, Tottenham sempat memuncaki Liga Premier Inggris. Publik sangat yakin jalur Tottenham sudah benar untuk meraih trofi juara.

Ternyata penampilan gemilang di awal musim tidak dipertahankan oleh anak asuh Mourinho. Penampilan yang tidak konsisten, menyebabkan Tottenham keluar dari posisi untuk perburuan gelar juara. Bahkan sekarang untuk bersaing memperebutkan jatah Liga Europa saja Tottenham sudah sangat kesulitan.

Beberapa nama diisukan akan berlabuh ke Tottenham untuk menggantikan Mourinho. Hingga klub sepakat untuk memakai jasa mantan pemain mereka, yaitu Ryan Mason. Nama yang tidak begitu asing bagi Tottenham.

Karir Mason di kancah sepakbola tidak begitu lama. Dia lebih banyak menghabiskan karirnya sebagai pemain pinjaman ke beberapa klub. Dia terpaksa pensiun dini karena mengalami cedera yang cukup parah. Mason berhenti menjadi pemain sepakbola di tahun 2018.

Mason mencatat rekor sebagai pelatih termuda di Liga Premier. Mason masih berusia 29 tahun dipercaya sebagai pelatih Tottenham. Untuk sepanjang sejarah dari Tottenham, Mason merupakan pelatih termuda yang pernah duduk di kursi pelatih klub ini.

Debut Mason sebagai pelatih berjalan dengan mulus. Kemenangan pertama diraih oleh Tottenham bersama Mason. Tottenham memenangkan pertandingan kontra Southampton dengan lesakan dua gol.

Akankan perjalanan Mason akan semakin mulus? Fans Tottenham pasti berharap yang terbaik untuk klub ini. Pembuktian paling dekat untuk Mason adalah di Liga Inggris. Peluang untuk memecahkan kebuntuan mendapatkan gelar dapat terjadi di tangan Mason. Sudah pasti Mason akan berusaha untuk unjuk kemampuan dengan mempersembahkan trofi.

Pertandingan selanjutnya akan semakin seru ke depannya bagi Tottenham. Para fans sangat rindu melihat kebangkitan Tottenham. Apakah Tottenham mampu untuk bangkit kembali? Kita nantikan kejutan-kejutan dari Mason.


Digstraksi adalah platform menulis independen, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

Ian Bangun

   

Subscribe
Notify of
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
Copy link
Powered by Social Snap