Managemen Emosi yang Patut Dicoba


Managemen Emosi yang Patut Dicoba 1

Emosi menurut KBBI merupakan luapan perasaan yang berkembang dan surut dalam waktu singkat. Emosi ada berbagai macam jenisnya, seperti marah, sedih, bahagia, kecewa, dan lainnya. Emosi muncul karena adanya suatu stimulus yang kemudian direspon oleh perasaan dan ini bersifat sementara. Tapi tak jarang emosi itu sulit untuk dikendalikan, terutama emosi yang negative.

Emosi negative yang dibiarkan begitu saja dapat menimbulkan adanya stress yang berujung depresi. Hal itu tentu sangat berbahaya sehingga perlu dikelola dengan baik. Lallu bagaimana caranya?

Rational Emotive Therapy (RET) yang diperkenalkan oleh Albert Ellis mengatakan bahwa suatu perubahan yang mendalam terhadap cara berpikir dapat menghasilkan perubahan yang berarti dalam cara berperasaan dan berperilaku. Disini terdapat formula ABC dimana A (Activating event) merupakan segenap peristiwa diluar individu berupa fakta, kejadian, tingkah laku atau sikap orang lain; B (Belief) merupakan keyakinan, pandangan, nilai individu terhadap peristiwa; dan C (emotional Consequence) merupakan konsekuensi emosional sebagai akibat atau reaksi individu dalam bentuk perasaan.

Contoh 1

  • A: Sudah janji sama doi mau jalan, bahkan sudah siap untuk berangkat namun tiba- tiba hujan lebat disertai petir.
  • B: Hujan diluar kendali kita, bisa jalan di lain waktu
  • C: Legowo, bisa menggunakan waktunya untuk melakukan hal lain yang bermanfaat, suasana hati lebih baik

Contoh 2

  • A: Sudah janji sama doi mau jalan, bahkan sudah siap untuk berangkat namun tiba- tiba hujan lebat disertai petir.
  • B: Hujan gak tau diri, sia- sia dandanku
  • C: Kesal, uring- uringan, tidak melakukan hal lain yang bermanfaat

Dari kedua contoh diatas kita tahu bahwa C atau konsekuensi emosional merupakan akibat dari B atau keyakinan kita terhadap peristiwa. Emosi yang kita rasakan bukan diakibatkan oleh peristiwa melainkan oleh cara pandang kita terhadap suatu peristiwa.

Jika kita berpikir rasional maka konsekuensi emosi yang dirasakan pun positif, sebaliknya jika berpikir irasional maka konsekuensi emosi yang dirasakan pun negatif. Namun bagaimana jika emosi itu sudah dirasakan dan kita tidak bisa berpikir rasional?

Kalau kata dr. Jiemy Ardian seorang spesialis kedokteran jiwa mengatakan bahwa pada dasarnya tidak ada emosi yang negatif, semua emosi yang kita rasakan adalah bagian dari diri kita dan itu sifatnya sementara. Mereka perlu disadari, diakui, dan diterima.

Ketika sedang marah misalnya luangkanlah waktu untuk merasakan kemarahan yang sedang dialami. Pelan- pelan saja katakan pada diri sendiri “ya saya sedang marah, iya marah, iya marah” akui, kalau perlu lampiaskan saja namun dengan tidak merugikan diri dan orang lain tentunya. Akui saja, jangan disangkal. Apabila disangkal bukan marahnya selesai tapi ini hanya masuk ke alam bawah sadar, menumpuk, dan suatu saat nanti bisa saja meledak.

Setiap emosi tidak hanya yang dianggap positif saja yang diakui, dirasakan dan diterima, namun emosi negatif pun demikian. Mereka semua merupakan bagian dari diri kita yang tidak bisa diabaikan begitu saja. Emosi itu tidak bisa berdiri sendiri, harus kerjasama dengan pikiran.

Jadi, management emosi yang bisa dilakukan adalah dengan mencoba berpikir rasional terhadap sesuatu namun jika sudah tidak bisa maka apapun emosi yang saya rasakan harus DISADARI DAN DITERIMA.


Digstraksi adalah platform menulis independen, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

Diahir

   

Subscribe
Notify of
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
Copy link
Powered by Social Snap