Manfaat Eceng Gondok Untuk Kesuburan Tanaman


Manfaat Eceng Gondok Untuk Kesuburan Tanaman

Siapa yang tidak mengenal yang satu ini? () adalah yang hidup mengapung di permukaan air seperti sungai, rawa, irigasi, sawah, danau dan ekosistem air lainnya.

dapat ditemukan hampir di seluruh wilayah Indonesia karena ini dapat tumbuh di dataran tinggi sampai dataran rendah. 

yang menutupi permukaan air

Banyak kalangan masyarakat yang menilai adalah hama. Pertumbuhan yang sangat cepat menjadi alasan utama ini dianggap perusak ekosistem.

dapat menutupi permukaan air sehingga sirkulasi udara, cahaya matahari dan temperatur pada air menjadi tidak optimal, akibatnya banyak dan perkembangbiakan hewan di lingkungan tersebut terganggu.  

Namun ini ternyata dapat dimanfaatkan dalam bidang pertanian. Bahkan belum banyak petani yang mengetahui manfaat dari ini. Ayo simak penjelasannya.

Sumber Pupuk Organik

Setiap daun yang berwarna hijau normalnya mengandung unsur Nitrogen dan Phospor di dalamnya.

Tak terkecuali bagi , bahkan mengandung setidaknya 3 dari 6 unsur makro yang dibutuhkan .

Berdasarkan Cholik (2003) menyatakan kompos mengandung unsur hara N (0,57%), P (2,28%), dan K (0,67%) yang merupakan unsur hara esensial bagi

Pemanfaatan eceng gondok dalam bentuk kompos dapat dilakukan melalui proses  fermentasi yang memanfaatkan bantuan bakteri dan mikroorganisme EM4.

Eceng gondok yang sudah dicacah seukuran 1-2 Cm disemprot secara merata dengan air yang telah dicampur dengan EM4 serta larutan gula/ molase.

Untuk mengoptimalkan hasilnya, bisa juga ditambahkan dengan dedaunan hijau lainnya atau biang jamur Trichoderma yang berfungsi sebagai fungisida alami.

Proses Fermentasi Eceng Gondok

Simpan cacahan eceng gondok yang telah disiram dengan campuran EM4 di tempat tertutup menggunakan terpal kurang lebih 1-2 minggu.

Taruhlah batu atau benda yang cukup berat untuk menahan terpal tersebut agar tidak mudah tergeser.

Jangan lupa buka dan aduk cacahan itu setiap 4-5 hari dan tutup kembali dengan terpal. Lakukan hingga temperatur cacahan telah turun dan sama dengan temperatur udara sekitar. Kompos eceng gondok siap digunakan.

Memperbaiki Kualitas Tanah

Bayangkan kalian sedang menyiram tanaman kesayangan kalian. Apakah pupuk yang sebelumnya kalian sebarkan akan diserap oleh tanaman? Atau justru terbuang bersama air atau bahkan menguap ke udara saat panas?

Ya betul, setiap tanah memiliki kemampuan untuk mengikat unsur hara yang terkandung di lingkungannya. Sebagian tanah dapat mengikat unsur hara dengan baik, namun ada pula yang buruk. 

Tanah yang terlalu sering diberikan pupuk kimia tanpa dilakukan regenerasi akan cepat terdegradasi dan menjadi tandus. Saat tandus, tanah sulit mengikat unsur hara, akibatnya berapapun pupuk yang diberikan, tidak akan diserap oleh tanaman.

Eceng gondok mengandung suatu unsur mikro yang bernama asam humat. Asam humat ini berfungsi memperbaiki sifat fisik, kimia dan biologis tanah, sehingga dengan pemberian pupuk dari fermentasi eceng gondok dapat memperbaiki tanah yang tandus.

Kandungan asam humat yang cukup, akan meminimalisir kemungkinan hilangnya unsur hara dari pupuk organik akibat air dan penguapan.

Mulsa alami

Tanaman membutuhkan nutrisi yang berupa unsur hara untuk tumbuh berkembang.

Bagaimana jika lahan yang kita miliki terlalu banyak ditumbuhi rumput? Pastinya unsur hara dari pupuk yang kita berikan akan ‘dicuri’ oleh rumput tersebut. 

Rumput seperti tanaman pada umumnya, mereka membutuhkan sinar matahari untuk berfotosintesis. Salah satu cara yang cukup efektif mengurangi atau bahkan menghilangkan populasi rumput adalah dengan menggunakan mulsa.

Para petani biasanya menggunakan mulsa plastik yang dipasang di atas bedengan untuk mengurangi paparan sinar matahari ke tanah.

Karena tanah yang tertutup plastik mulsa tidak mendapatkan sinar matahari, maka rumput pun tidak mungkin tumbuh di bawah mulsa tersebut.  

Daun dan batang eceng gondok berbentuk memanjang. Bentuk tanaman ini dapat digunakan sebagai pengganti mulsa plastik.

Eceng gondok tidak perlu difermentasikan terlebih dahulu jika digunakan sebagai mulsa. Cukup susun batang eceng gondok sampai menutupi tanah. 

Lama kelamaan eceng gondok akan kering dan terkompos secara alami. Sebelum kering, tambahkan eceng gondok baru di atasnya sehingga permukaan tanah tetap tertutup.

Selain mengurangi populasi rumput di lahan kita, mulsa alami dari eceng gondok dapat menyediakan kompos seiring waktu sehingga manfaat yang dihasilkan menjadi berlipat ganda.

Sekian penjelasan sningkat dari manfaat eceng gondok dalam bidang pertanian. Bayangkan tanaman yang dianggap hama serta jumlahnya sangat banyak, dapat dimanfaatkan menjadi nilai tambah dan memberikan keuntungan lebih.

Baca Juga

Exit mobile version