Manusia dan Teknologi Perspektif Filsafat Teknologi Heideggger dan Don Ihde

Manusia dan Teknologi Perspektif Filsafat Teknologi Heideggger dan Don Ihde 1

Manusia adalah mahluk yang berakal budi. Dengan akal budinya manusia mampu menciptakan teknologi yang ditujukan untuk menjadi sarana bagi manusia untuk mempermudah pekerjaannya. Sejak zaman praaksara teknologi bahkan sudah dikenal oleh kaum ‘Homo Sapiens’. Pada saat itu teknologi  dipergunakan untuk berburu dan untuk mengolah makanan. Seiring berjalannya waktu teknologi pun terus mengalami perkembangan, banyak penemuan dan inovasi yang terus menerus dilakukan membuat teknologi pada abad ini menjadi semakin canggih dan modern. D satu sisi perkembangan yang canggih dan modern itu menghantar manusia pada peradaban yang semakin baik, namun di sisi lain perkembangan itu turut membawa dampak negatif terutama ketika teknologi menjadi ‘candu’  yang mengendalikan manusia yang seharusnya mengendalikannya.

Menurut pendapat biasa, teknologi  mempunyai fungsi instrumental yaitu sebagai sarana yang digunakan manusia. Namun pandangan itu berbeda dengan pemikiran Martin Heiddeger, Filsuf Jerman yang juga menaruh perhatiannya pada teknologi. Menurutnya, manusia pada zaman ini berada dalam suatu situasi yang sangat mengherankan. Hal ini sebabkan karena teknologi sebagai rancangan manusia untuk menguasai dunia menjadi sulit dikuasai sendiri bahkan justru sampai tidak dapat dikuasai. Lebih jauh lagi teknologi yang dibuat untuk ‘menaklukan’ dunia justru ‘menaklukan’ dan menguasai manusia itu sendiri. Teknologi sebagai alat adalah hal yang  harus selalu melekat pada manusia sebagai sebagai subjek namun kendalanya manusia seringkali diperalat teknologi buatan tangannya sehingga manusia tidak lagi menjadi subjek bagi teknologi melanikan teknologi menjadi ‘subjek’ tersendiri yang bahkan membuat manusia menjadi ‘objek’. Hal ini mungkin secara lebih sederhana dapat digambarkan dengan analogi berikut : Manusia membuat sebuah robot yang sangat kuat untuk melindunginya dan membantunya. Namun karena robot itu sanga kuat maka  robot itu justru membangkang dan memperbudak manusia yang membuatnya. Dan pada saat itu manusia tidak berdaya apa-apa untuk menghadapinya.

Pemikiran Heiddeger ini termasuk pemikiran ke arah filsafat praktis karena berbicara tentang peralatan-peralatan teknis (teknologi). Hal ini menunjukan bahwa Martin Heiddeger sebagai seorang Filsuf Kontemplatif memiliki cara tersendiri dalam melihat teknologi. Ia menyadari bahwa manusia sering kali larut dalam kesehariannya, hal yang tidak bisa disangkal. Untuk itu ia menawarkan untuk ‘mencandra’ keseharian. Di akhir kariernya ia memutuskan menepi ke sebuah pondok, menjauhkan diri dari dunia ramai bahkan dari produk teknologi yang menghanyutkan manusia seperti sambungan telepon dan faximile. Semua itu dilakukannya dalam rangka menemukan situasi yang kondusif untuk berfilsafat seperti yang dikatakannya : “Jika Badai menimpa pondok itu dan salju turun, itulah saat yang tepat untuk berfilsafat. “

Heidegger menyoroti kenyataan bahwa manusia begitu kerasan dengan penggunaan teknologi sampai tidak menyadari ketergantungannya kepada teknologi. Manusia yang memanipulasi dan menciptakan teknologi sebagai ‘alat’ sehingga sangat disayangkan apabila manusia kemudian ‘dimanipulasi’ oleh benda yang dimanipulasinya sendiri. Lebih lanjut sebagai salah satu bentuk perlawanannya yang militan terhadap pengaruh teknologi maka Martin Heidegger di usia tuanya menepi untuk hidup di sebuah pondok dengan sebisa mungkin menjauhkan diri dari jangkauan teknologi yang telah menjadi ‘candu’ pada dunia pada zamannya.

Pemikiran-pemikirannya tentang teknologi dapat ditemukan dalam bukunya yang berjudul “The Question Concerning Technology and Other Essays.” Melanjutkan pemikiran tentang teknologi yang telah dirintis  Martin Heidegger, Don Ihde secara lebih spesifik membahas topik tentang Teknologi ini. Hal inilah yang membuatnya terkenal sebagai salah satu filsuf praksis.  Secara tidak langsung pemikiran tentang teknologi ini turut memiliki sumbangsih dalam dunia ilmu pengetahuan dan teknologi.

Melanjutkan pemikiran dari Martin Heidegger, Don Ihde secara lebih konkret menggambarkan situasi ‘ketegangan’ yang terjadi antara manusia dan teknologi. Bahwasannya kerusakan ekologi yang terjadi saat ini adalah akibat dari pemanfaatan teknologi yang dilakukan manusia secara sadar maupun tidak sadar. Menurutnya semua maklhuk hidup mulai dari manusia hingga binatang senntiasa melakukan interaksi dengan lingkungan sekitar dalam kehidupannya. Dalam interaraksi dengan lingkungannya tersebut manusia sering kali mengandalkan teknologi buatan tangannya bukan saja untuk apa yang ia butuhkan melainkan juga untuk apa yang ia inginkan. Kadang manusia sampai lupa bahwa ia sedang berada dalam pengaruh teknologi buatan tangannya. Hal ini dikarena saat manusia memiliki teknologi di tangannya ia dapat melakukan hal-hal di luar jangkauannya. Alhasil terjadilah ekploitasi sumber daya alam oleh manusia dengan teknologi sebagai alatnya. Lebih jauh kita dapat mengambil contoh penggunaan senjata-senjata nuklir dan biologis sebagai hasil dari ‘revolusi teknologi’ yang dilakukan oleh manusia.  

Dalam kerangka pemikirannya yang kontemplatif, Martin Heidegger tetap menaruh perhatian pada filsafat Praktis. Masih dalam kerangka pemikiran yang sama, Heidegger tidak ingin agar manusia larut dalam kesehariannya terutama dalam pemanfaatan teknologi. Kenyataan bahwa manusia sering dikendalikan oleh teknologi buatannya sendiri menunjukan bahwa telah terjadi kontradiksi. Alat yang dibuat untuk dikuasai justru tak dapat dikuasai dan bahkan sebaliknya menguasai manusia. Ini yang kita sebut sebagai ‘candu’ teknologi. Meneruskan pemikiran dari Heidegger, Don Ihde  pun menawarkan adanya pembatasan terhadap teknologi. Apa yang disebutnya distansi perlu dilakukan agar manusia menemukan hakekatnya sebagai subjek dan bukan merupakan objek dari teknologi.

Digstraksi adalah Media User-Generated, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.