Manuver Gen Z Dalam Menggairahkan Semangat Berwirausaha

Manuver Gen Z Dalam Menggairahkan Semangat Berwirausaha 1

Di era pandemi ini telah membawa seluruh lapisan aspek pada paradigma baru tentang kehidupan, sebut saja sektor ekonomi yang telah melakukan metamorfosa besar-besaran menyangkut pandemi yang semakin tidak terkendali. Sebut saja efek  yang telah mampu membunuh jantung pertahanan terakhir ekonomi Indonesia yaitu UMKM, mereka telah tersudut sedemikian rupa atas tragedi ini dengan dalih tidak adanya kontak sosial dengan kebijakan PSBB tempo lalu sehingga radar konsumen mereka nyaris zero %.

Belum lagi tentang paradigma lain yang tetap disektor ekonomi seperti pertanian baik tanaman maupun perikanan serta peternakan. Para petani sebetulnya mampu mengantisipasi efek pandemi melalui aktivitas di lahan mereka yang nyaris tidak dapat disentuh sedikitpun. Namun, berbeda halnya dengan alur distribusi hasil panen, nyatanya konsep hilirisasi yang menjadi alur bisnis skala mikro ini tetap menjadi kendala serta problem tersendiri.

Dengan PSBB yang masif dilakukan oleh pemerintah nyaris membuat hasil pertanian tidak stabil. Mobilitas masyarakat juga menjadi hambatan atas persoalan ini dengan sepinya kegiatan serta pariwisata yang mati suri kala itu, walaupun dengan program ekonomi nasional diharapkan hal tersebut kembali bergairah mengingat juga pak menterinya ganti hehe.

Setali tiga uang, pribahasa ini mampu mengelaborasi kedigdayaan para generasi Z atau biasa disebut gen Z. prioritas mereka serta pola pikir telah berkembang senada dengan keadaan zaman dimana mereka hidup. Sirkulasi dari sebelum dan sesudah pandemi mengajarkan generasi ini rela untuk mengubah segala bentuk pola pikir dan aksi nyata dengan fenomena itu. Tak ayal, gen Z berpikir lebih luas ketimbang milenial. Sebagai gambaran perbedaanya mampu kita garis bawahi bahwa fenomena zaman dimana mereka hidup mempunyai efek besar atas pola pikir dan aksi nyata.

Milenial cenderung cari aman mengingat slogan mereka YOLO (you only live once) mampu mereduksi segala gambaran masa depan dengan lebih realistis memandang sekarang adalah miliknya, masa bodoh dengan hari esok. Pola seperti ini juga menghiasi karir pekerjaan mereka dengan cenderung memilih menjadi pekerja atau karyawan ketimbang melakukan gambling dengan cara berwirausaha yang menurut mereka terlalu imaginer.

Demikian pula pada area keuangan, justru slogan YOLO yang menjadi prinsip sebagian generasi ini adalah pengalaman menjadi guru terbaik. Sehingga alur berproses untuk segera keluar dari middle income trap berjalan sangat lambat walaupun dimasa tua mereka telah menikmati hal tersebut.

Jelas, Gen Z berpeluang memenangkan kompetisi secara terbuka apabila dirunut dari filosofi generasi ini yang dominan berpikir secara potensial dalam mendedikasikan potensi diri mereka tanpa bergantung pada job. Mereka lebih percaya bahwa wirausaha merupakan key word dalam menggapai kemapanan secara ekonomi. Tak heran banyak kalangan gen Z memilih menjadi wirausahawan muda dengan omzet milyaran sehingga menjadi milyader dikala usia masih sangat muda ketimbang mencari job kesana kemari adalah prinsip. Demikian juga atas mindset mereka yang cenderung untuk berinvestasi untuk saving dihari esok untuk masa depan tentunya.

Segala pola pikir serta aksi yang dilakukan oleh gen Z tersebut telah membuat generasi sebelum mereka ikut andil dalam menyemarakan konsep berwirausaha sebagai transeden dalam mengarungi realitas zaman yang semakin tidak menentu. Sebut saja generasi milenial, gen x dan baby boomers. Tak ayal segala potensi yang dimilki oleh gen Z dikerahkan demi menggaet pengikut untuk bersama menggerakan potensi bisnis yang dimiliki oleh negara kita ini.

Pada bisnis digital misalnya potensi market share dapat dilihat dari user internet tiap tahun bertambah populasinya. Sehingga unicorn baru bermunculan dengan laga kompetesi yang sangat ketat. Belum lagi geliat petani muda lagi digalakan dengan rangkaian jenis serta pola menanam, juga tidak ketinggalan peternakan yang dikanalisir melalui hobi dan turnamen yang mampu ikut mengerek harga piaraan.

Setidaknya ada beberapa pola yang telah digunakan oleh gen Z untuk melakukan penetrasinya dalam berwirausaha yaitu pertama:Pola seminar. Pelatihan dalam bentuk seminar dan workshop terbukti ampuh menjadi media untuk melakukan penetrasi untuk menumbuhkan semangat wirausaha, hal tersebut tentunya dilampiri dengan run down yang menarik dirangkai dengan pembicara dan sajian akomodasi yang sesuai apalagi gratis,hehehe tentunya multiplier effect akan datang.

Contoh kecilnya adalah perluasan jaringan yang akan datang untuk berbisnis. Kedua:success story. Banyak media yang mampu memblow up kisah sukses dengan embel-embel omzet milyaran perbulan sehingga sifat manusiawi ikut hadir menanggapinya dengan melihat hasil daripada proses. Hal tersebut mampu menjadikan pikiran mereka teracuni.  Ketiga:framing sosmed. Gelaran parodi sosmed dengan segala dinamikanya mampu membuat setiap mata terpesona dengan dalih viral serta endorse.

Oleh karenanya, gen Z mampu membuat perbedaan dikala zaman semakin tidak menentu dengan mindset serta penetrasi yang mereka bawa ikut membuat generasi sebelumnya larut dengan budaya mereka tidak terkecuali dengan berwirausaha.

Digstraksi adalah Media User-Generated, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

ahmad afif