Mars Sang Planet Merah penuh Kengerian

Mars Sang Planet Merah penuh Kengerian 1

Mars adalah nama dewa perang Romawi yang disematkan pada salah satu dari planet cantik di tata surya. Mars adalah planet terdekat keempat dari matahari setelah merkurius, venus, dan bumi. Nama lain yang disematkan mars adalah planet Merah. Warna kemerahan tersebut berasal dari kandungan besi oksida yang tinggi di permukaan mars. 

Hal yang unik dari planet ini yaitu rencana dari Elon Musk untuk mengandekan pendaratan manusia di Mars pada tahun 2026. Sebelum itu terjadi saat ini saya akan menggambarkan beberapa kengerian yang dapat dirasakan apabila nanti manusia benar-benar mendarat diatas permukaannya. 

Gravitasi Ekstreme

Ukuran jari-jari planet mars adalah setengah dari jari-jari bumi. Planet ini kurang padat bila dibandingkan dengan Bumi, dan hanya mempunyai sekitar 15% volume dan 11% massa Bumi. 

Perbandingan Ukuran Bumi dan Mars
Perbandingan Ukuran Bumi dan Mars

Dampak negatif dari ukuran yang lebih kecil yang dapat dirasakan manusia apabila menjelajahinya adalah  memengaruhi koordinasi tangan-mata (hand-eye coordination), keseimbangan, gerakan dan indera seseorang terhadap sekitar. Hal  lainnya yaitu melemahkan otot, tulang, dan jantung. 

Patut diketahui saat manusia merasakan perubahan gravitasi yang berbeda dengan dirasakan di bumi dapat menyebabkan  tekanan darah pada tubuh bagian bawah yang signifikan akan berkurang, terhentinya pertumbuhan otot, dan demineralisasi pada tulang. Akumulasi dari perubahan tubuh diatas adalah bagian kaki yang akan menjadi lemah sehingga akan sulit menopang tubuh karena kehilangan massa otot dan tulang. Hal yang akhirnya membuat para astronot mengalami beberapa masalah seperti keringat dingin, rasa mual, mabuk dan muncul sindrom kaki ayam.

Pelatihan fisik khusus harus dipersiapkan astronot apabila ingin secara langsung menjelajahi mars kelak.

Tingkat Radiasi

Planet mars kehilangan magnetosfernya 4 miliar tahun lalu. hal tersebut mempengaruhi kepadatan atmosfer. Padahal atmosfer dapat melindungi permukaan mars dari radiasi ultraviolet, semburan matahari, dan partikel berenergi tinggi yang menghujani planet.

Kengerian radiasi perlu diperhitungkan betul oleh para ahli yang memiliki tujuan observasi langsung ke permukaan mars. Tidak seperti Bumi, Mars telah kehilangan medan magnetnya, sehingga mengakibatkan Mars kehilangan sebagian besar atmosfernya sebagai dampak paparan angin matahari (solar wind). Permukaan Mars menerima dampak radiasi dari matahari yang sangat besar, sekitar 80 mSv/tahun, bahkan penelitian mencatat adanya radiasi proton matahari (solar proton event) mencapai permukaan Mars, sehingga meningkatkan radiasi permukaan menjadi 20 mSv/hari. Paparan radiasi tinggi dapat menyebabkan kanker, kerusakan gen, hingga kematian.

Geografi, Iklim dan Lingkungan

Kenampakan geografi di mars dipenuhi dengan beberapa batuan, gurun dan  kawah gunung berapinya. Mars tidak punya samudra sehingga tidak ada ‘permukaan laut’. Ketinggian nol harus ditentukan tersndiri dan permukaan terendahnya disebut denga areoid.

Atmosfer yang tipis dapat menyebabkan iklim ekstrem sering terjadi di mars. Paparan sinar UV dan pusaran angin besar harus diantisipasi para ahli apabila benar ingin mendaratkan manusia disana. Suhu permukaan Mars berkisar antara -87 °C pada musim dingin di kutub hingga -5 °C pada musim panas. rentang suhu yang tinggi antara musim panas dan dingin masih diakibatkan atmosfer yang terlampau tipis dibandingkan dengan di bumi. 

Hal diatas adalah berbagai fakta dasar menarik yang dimiliki mars. Ambisi manusia untuk menjelajah jauh ke luar angkasa sangatlah mahal dan perlu kemajuan teknologi. Berpindah koloni planet bukan jawaban saat ini, daripada kita ingin berpindah dan mendirikan koloni baru di mars alangkah lebih bijak untuk kita memilih tetap menjaga kelestarian bumi yang kita tinggali kini.

Digstraksi adalah Media User-Generated, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

Fernanda R.