Masa Depan Es Krim Vanilla Akan Berasal dari Botol Plastik

Masa Depan Es Krim Vanilla Akan Berasal dari Botol Plastik 1

Bayangkan, dimasa depan es krim vanilla yang kita nikmati ternyata berasal dari sampah botol plastik. Dengan rekayasa teknologi genetika yang ada saat ini, ternyata semua itu bisa saja terwujud. Demikian diungkapkan sebuah berita yang diterbitkan berbagai media dunia baru-baru ini.

Awal mula ide tersebut merupakan penemuan terbaru mengenai cara untuk mengubah sampah plastik menjadi perasa vanila dengan bakteri rekayasa genetika. Ternyata vanillin, senyawa yang membawa sebagian besar bau dan rasa vanila, dapat diperoleh dengan merekayasa genetik seperti yang terdapat pada bijih plastik.

Masa Depan Es Krim Vanilla Akan Berasal dari Botol Plastik 3

‚ÄúVanillin ditemukan dalam berbagai macam produk makanan, kosmetik, farmasi, pembersih dan herbisida, dan permintaannya “berkembang pesat,” tulis para penulis dalam penelitian tersebut.

Untuk diketahui saja pada tahun 2018, permintaan global untuk vanillin adalah sekitar 40.800 ton, dan diperkirakan akan tumbuh menjadi 65.000 ton pada tahun 2025, menurut penelitian yang diterbitkan 10 Juni di jurnal Green Chemistry.

Permintaan vanilin “jauh melebihi” pasokan biji vanili, sehingga para ilmuwan terpaksa memproduksi vanilin secara sintetis. Untuk studi baru, para peneliti menggunakan metode baru untuk mengubah sampah plastik menjadi vanillin, sebagai cara untuk memasok vanillin dan mengurangi polusi plastik.

Studi sebelumnya menunjukkan cara memecah botol plastik yang terbuat dari polietilen tereftalat menjadi subunit dasarnya, yang dikenal sebagai asam tereftalat. Dalam studi baru, dua peneliti di The University of Edinburgh di Skotlandia merekayasa genetika bakteri E. coli untuk mengubah asam tereftalat menjadi vanillin. Asam tereftalat dan vanillin memiliki komposisi kimia yang sangat mirip dan bakteri yang direkayasa hanya perlu membuat sedikit perubahan pada jumlah hidrogen dan oksigen yang terikat pada tulang punggung karbon yang sama.

Para peneliti mencampur bakteri rekayasa genetika mereka dengan asam tereftalat dan menyimpannya pada suhu 98,6 derajat Fahrenheit atau sekitar 37 derajat Celcius selama sehari, menurut The Guardian. Sekitar 79 persen asam tereftalat kemudian diubah menjadi vanilin.

“Krisis limbah plastik global sekarang diakui sebagai salah satu masalah lingkungan paling mendesak yang dihadapi planet kita,” tulis para penulis dalam penelitian tersebut.

Sebuah tas yang diproduksi berbahan dasar botol plastik yang didaur ulang keluaran Inhabitat. Dimasa depan, daur ulang botol plastik tak hanya dalam bentuk barang, namun juga dalam bentuk rasa vanilla pada makanan dan minuman. (photo: dok. Inhabitat) 
Sebuah tas yang diproduksi berbahan dasar botol plastik yang didaur ulang keluaran Inhabitat. Dimasa depan, daur ulang botol plastik tak hanya dalam bentuk barang, namun juga dalam bentuk rasa vanilla pada makanan dan minuman. (photo: dok. Inhabitat) 

Sekitar 1 juta botol plastik terjual setiap menit di seluruh dunia, dan hanya 14 persen yang didaur ulang, menurut media The Guardian. Menurut informasi yang ada sampah botol plastik yang didaur ulang hanya bisa diubah menjadi serat untuk pakaian atau karpet.

“Pekerjaan kami menantang persepsi plastik sebagai limbah bermasalah dan malah menunjukkan penggunaannya sebagai sumber karbon baru dari mana produk bernilai tinggi dapat dibuat,” rekan penulis Stephen Wallace, dosen senior bioteknologi di Universitas Edinburgh, kepada The Guardian.

Sekarang, penulis penelitian berharap untuk lebih meningkatkan bakteri untuk dapat mengubah lebih banyak asam tereftalat menjadi vanillin. Kalau percobaan tersebut benar-benar berhasil maka bisa dipastikan rasa vanilli untuk berbagai makanan, termasuk es krim akan dimodifikasi dengan bahan dasar tersebut. Karena jelas, hal ini akan sangat menguntungkan. Pertama, akan banyak sampah botol plastik bisa digunakan kembali. Yang berarti juga mengurangi sampah yang ada di bumi. Kedua, para pemasok vanili bisa mendapatkan alternatif dalam menyediakan bahan pemanis dan pewangi tersebut guna keperluan mereka.

Digstraksi adalah Media User-Generated, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

sulung