Mastitis: Kesulitan Menyusui Yang Sering Terjadi dan Cara Mengatasinya – Part 2


Mastitis: Kesulitan Menyusui Yang Sering Terjadi dan Cara Mengatasinya – Part 2 1

Mastitis merupakan peradangan pada jaringan payudara ibudimana kondisi saluran air susu ibu yang tersumbat yang disebabkan karena salah satu payudara ibu mengalami infeksi.

Pada payudara yang penyumbatan akan terlihat ada tonjolan lunak dan nyeri, biasanya disertai dengan kemerahan tetapi ibu tidak merasa sakit dan tidak demam. 

Gejalanya

Pada payudara mastitis, gejala yang tampak adalah adanya pembengkakan payudara dan terasa keras. Tentu saja kondisi ini membuat ibu kesakitan. Kondisi kemerahan terjadi di satu tempat dan umumnya ibu merasakan sakit dan demam.

Kadang – kadang bayi akan menolak menyusu karena rasa ASI terasa asin. Di payudara ibu akan tambak seperti nanah hal ini disebabkan oleh infeksi yang terjadi pada payudara ibu.

Cara mencegahnya:

Ibu yang mengalami mastitis akan merasa kesakitan. Apabila ibu mengalami hal ini, maka perlu diberikan bantuan oleh keluarga untuk melakukan tugas rumah tangga. Hal ini akan membantu meringankan pekerjaan ibu saat kondisinya tidak nyaman.

Pada saat ibu menyusui, perlu dipastikan posisi dan pelekatan bayi baik. Bayi juga disusui sesering dan semau bayi dan biarkan bayi melepaskan sendiri isapannya.

Sebaiknya dalam menyusui, ibu tidak memegang payudara dengan menggunakan metode “gunting” karena hal ini akan menyebabkan pelekatan menjadi terganggu. Olehkarena itu peganglah payudara dan arahkan ke mulut bayi dengan menggunakan metode “C”. sebaiknya ibu tidak menggunakan pakaian ketat.

Apa yang harus dilakukan?

Apabila ibu mengalami mastitis, ibu perlu ditolong dan didukung supaya ibu mampu memberikan ASI kembali pada bayinya. Pastikan ibu tidak menghentikan pemberian ASI pada bayi. Menghentikan pemberian ASI pada bayi akan menyebabkan ASI tidak dikeluarkan.

Hal ini akan memberikan risiko terjadinya abses. Biarkan bayi menyusu sesering mungkin dan semau bayi. Ibu juga dapat mengkompres payudara dengan menggunakan air hangat. Pegang bayi dalam posisi menyusui yang berbeda beda sehingga lidah dan dagu bayi dekat dan melekat dengan saluran yang tersumbat atau mastitis. Lidah dan dagu bayi akan memijit payudara dan akan mengeluarkan asir susu dari bagian payudara tersebut.

Perlu dipastikan posisi dan pelekatan bayi sudah tepat. Posisi pelekatan yang baik akan mngurangi rasa sakit Ketika menyusui sekaligus merangsang pengeluaran air susu menjadi lancar. Untuk saluran yang tersumbat, ibu bisa lakukan pijatan lembut pada payudara dengan telapak tangan, menggulungkan jari kea rah putting serta lakukan perah asi. Ibu juga boleh membiarkan bayi menyusu setiap 2-3 jam siang dan malam. Pastikan ibu istirahat yang cukup.

Mastitis pada ibu disebabkan karena adanya peradangan pada jaringan payudara ibu. Tentu saja hal ini membuat ibu tidak nyaman dan bahkan sampai sakit. Bahkan payudara mastitis akan membuat ibu kesulitan memberikan ASI pada bayi. Oleh karena itu penanganan perlu dilakukan supaya bayi tetap mendapatkan asupan nutrisi di awal kehidupannya.

Memang menghilangkan mastitis dengan efektif adalah dengan cara menyusui bayi sesering mungkin dengan posisi danpelekatan yang tepat pula. Namun apabila cara diatas belum mengurangi rasa sakit ibu, sebaiknya konsultasikan kepetugas kesehatan dan dokter kesayangan anda. Pemeriksaan akandilakukan oleh dokter serta obat yang akan mengurangi rasa nyeri pada payudara ibu. Sebaiknya jangan menunggu terlalu lama untuk melakukannya supaya ibu segera mendapatkan penanganan dan bayi dapat mendapatkan nutrisi untuk memenuhi tumbuh kembangnya.


Digstraksi adalah platform menulis independen, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

Bawang Merah

   

Seorang yang menumpahkan kekesalan, sedih, amarah, bahagia dan rasa syukur dengan menulis. Menulis adalah teman suka duka. Juga seorang Konselor Menyusui, Pegiat Anak, dan peduli dengan seputar anak.

Subscribe
Notify of
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
Copy link
Powered by Social Snap