Matahari juga merupakan bintang, lho!

Matahari juga merupakan bintang, lho! 1

Matahari adalah bintang. Lebih tepatnya objek yang paling besar di tata surya kita tersebut termasuk salah satu bintang, dari jutaan bintang yang kita lihat di langit malam. Bagi sebagian orang yang mengetahui astronomi, tentu sudah tak asing lagi dengan hal tersebut, tapi bagi orang biasa atau orang awam, bahkan saya sendiri saat kali pertama mengetahui hal tersebut pun, merasa aneh, kurang percaya, dan menimbulkan reaksi seperti, “Oh iya? Masa si? Wow”. Hal tersebut tak lain disebabkan karena selama ini kita sebatas mengetahui bahwa bintang adalah objek langit yang kita amati setiap malam, berkelap-kelip menghiasi gelapnya langit.

Kini kita tahu bahwa Matahari pun merupakan bintang, seperti objek berkelap-kelip yang kita lihat di langit malam. Bedanya kenampakan Matahari justru kebalikan dari bintang-bintang tersebut, yang bisa diamati ketika siang hari dan hilang ketika malam datang. Sekarang, ketika kita mengatakan bintang-bintang, maka Matahari termasuk di dalamnya.

Gambar penampakan Matahari (sumber: https://solarsystem.nasa.gov/resources/386/sun-emits-a-solstice-flare-and-cme/)
Gambar penampakan Matahari (sumber: https://solarsystem.nasa.gov/resources/386/sun-emits-a-solstice-flare-and-cme/)

Fakta lain yang lebih mencengangkan, barangkali, dan lebih membuat ekspresi tidak percaya adalah bahwa bintang-bintang tersebut merupakan sebuah bola gas yang sangat panas. Bisa bayangkan? Kelap-kelip yang kita lihat di langit malam dan objek yang menyinari Bumi di siang hari, jauh di luar angkasa sana adalah gumpalan gas berbentuk bola! Benar-benar terasa mindblowing mengetahui bahwa ada begitu banyak bola-bola gas mengisi ruang angkasa dengan ukuran yang berbeda-beda.

Bintang-bintang tersebut mampu melangsungkan pembakaran unsur di intinya sehingga membangkitkan energi untuk kelangsungan hidupnya. Ya, bintang pun seperti makhluk hidup, punya siklus lahir, hidup, dan mati. Semuanya diatur oleh reaksi pembakaran di dalam inti yang membuat setiap bintang memiliki kala hidup berbeda-beda tetapi jauh berbeda dengan kala hidup manusia. Kalau manusia rata-rata hidup hanya dalam hitungan orde puluhan atau mungkin ratusan tahun untuk kasus yang langka, maka bintang-bintang mampu hidup dalam orde ratusan juta hingga milyaran tahun! Wah usia bintang bukan tandingan manusia tentunya.

Matahari kita contohnya, saat ini sedang berada di fase pertengahan usia kala hidup bintang atau dikenal dengan fase deret utama. Diperkirakan Matahari saat ini berusia 4,5 milyar tahun dan masih akan bertahan hingga kurang lebih 4,5 milyar tahun mendatang! Wah apakah kira-kira masih ada manusia dalam rentang waktu tersebut?

Matahari selain sebagai sumber energi bagi kehidupan di Bumi, juga merupakan bintang yang paling dekat dengan Bumi dengan jarak kurang lebih 150 juta kilometer. Karena hal tersebut, Matahari terlihat begitu kecil dari Bumi, padahal seandainya Matahari diisi dengan Bumi maka akan dibutuhkan sebanyak 1.300.000 Bumi agar penuh! Gambaran perbandingannya kurang lebih seperti ini

Perbandingan ukuran Matahari dengan Bumi dan Bulan di sisi lain (Sumber: https://www.wyomingstargazing.org/100-days-totality-blog-post-1-science-solar-eclipse/sun-moon-earth-compare/)
Perbandingan ukuran Matahari dengan Bumi dan Bulan di sisi lain (Sumber: https://www.wyomingstargazing.org/100-days-totality-blog-post-1-science-solar-eclipse/sun-moon-earth-compare/)

Bumi yang kita tempati ini rupanya hanyalah sebuah titik jika dibandingkan Matahari, apalagi jika dibandingkan bintang-bintang lain di luar sana yang ukurannya lebih besar dari Matahari. Beruntungnya kita, Bumi terletak jauh dari Matahari, sehingga kita tidak merasakan panasnya Matahari secara ekstrem.

Digstraksi adalah Media User-Generated, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

Robiah Oktiavi