Matinya Nasionalisme Kaum Muda

Matinya Nasionalisme Kaum Muda 1

Sejarah kemerdekaan bangsa Indonesia tentu saja tidak luput dari semangat juang para pahlawan bangsa Indonesia yang penuh dengan semangat nasionalisme. Implementasi dari semangat nasionalisme dapat dilihat dari daya juang pahlawan bangsa yang selalu menunjukkan kepatriatisnya dalam perjuangannya mempertahankan bangsa dan negaranya. Semangat nasionalisme ini sebenarnya muncul karena adanya rasa memiliki, sependeritaan, keinginan yang sama, perjuangan yang sama, dan mimpi untuk mewujudkan suatu kemerdekaan bangsa yang bebas berdaulat diatas kaki sendiri tanpa intervensi negara lain. Perasaan-perasaan yang timbul seperti ini merupakan motivasi dasar untuk menghadirkan gerakan-gerakan besar untuk mencapai kemerdekaan itu sendiri.

Ada banyak pendapat tentang nasionalisme, misalnya Hans Kohn berpendapat bahwa nasionalisme adalah suatu keadaan atau pikiran yang mengembangkan keyakinan bahwa kesetiaan terbesar mesti diberikan untuk negara. Smith berpendapat bahwa Nasionalisme adalah sebuah pergerakan ideologi dalam mencapai pemerintahan sendiri dan kemerdekaan bagi suatu golongan atau sebagian kelompoknya yang mendeklarasikan diri mereka sebagai bangsa yang sebenarnya, atau bakal bangsa seperti bangsa-bangsa lain. Snyder juga turut berpendapat bahwa Nasionalisme merupakan satu emosi yang kuat yang sudah mendominasi pikiran dan tindakan politik pada kebanyakan rakyat, semenjak revolusi Prancis. Dan pendapat yang terakhir diberikan oleh Boyd Shafer yang berpendapat bahwa Nasionalisme itu multi makna.

Hal tersebut tergantung pada kondisi objektif dan subjektif setiap bangsa. Dari beberapa pendapat para ahli di atas, dapat disimpulkan bahwa nasionalime merupakan gejala psikologis dalam wujud rasa persamaan sekelompok manusia, yang memunculkan kesadaran sebagai bangsa. Persamaan itu bisa hadir dari pengalaman sejarah sehingga melahirkan persatuan dan cita-cita bersama yang ingin diterapkan pada negara yang berbentuk negara nasional dengan tujuan menjamin kesanggupan dan kekuatan mempertahankan masyarakat nasional dalam melawan musuh dari luar. Hal ini akan memunculkan sikap rela berkorban untuk negara dan menjauhkan dari ekstrimisme yang menuntut berlebihan dari warga negara baik individu atau kelompok.

Kaum muda adalah generasi penerus bangsa yang akan menentukan kelanjutan bangsa di masa yang akan datang. Maju atau tidaknya suatu bangsa di masa yang akan datang tergantung pada kualitas-kualitas yang ada dalam diri kaum muda itu sendiri. Suatu proses menuju kekualitasan kaum muda itu sendiri seharusnya berlandaskan pada semangat nasionalisme yang menjiwai peribadi kaum muda. Penjiwaan semangat nasionalisme dalam peribadi kaum muda untuk mencapai kualitas melalui proses-proses yang ada tentu saja akan membawa dampak positif dalam kemajuan bangsa dan negara.

Namun disini yang menjadi persoalan mendasar adalah bagaimana cara menumbuhkan semangat nasionalisme yang dianggap telah mati dalam diri kaum muda di era seperti ini. Konsep semangat nasionalisme zaman perjuangan kemerdekaan tentu saja berbeda dengan situasi dan keadaan saat ini. Dalam sejarah penjajahan yang dialami bangsa Indonesia tentu saja yang menjadi titik dasar munculnya semangat nasionalisme adalah perjuangan yang sama utuk memperoleh kemerdekaan atau kebebasan. Berbeda dengan situasi dan kondisi saat ini, kaum muda bukan dituntut untuk memenangkan perang dengan menggunakan senjata, namun yang paling penting adalah perjuangan untuk memajukan bangsa dan negara dengan kualitas-kualitas yang dilandaskan pada semangat nasionalisme.

Matinya Nasionalisme Kaum Muda

Sebuah pertanyaan yang seharusnya ditanyakan kepada kaum muda adalah “apa yang akan diberikan kaum muda untuk kemajuan bangsa dan negara”? Berkaitan dengan pertanyaan ini, kajian tentang nasionalisme dikaji lebih sempit pada realita sikap apatis kaum muda dalam keturutsertaannya dalam proses memajukan bangsa. Hal yang paling ditekankan adalah bagaiman sikap dan tindakan kaum muda yang didasari pada semangat nasionalisme demi kemajuan bangsa dengan menggunakan kualitas-kualitas yang diperoleh dalam proses belajarnya.

Menjawabi pertanyaan di atas, sikap apatis kaum muda dapat disebut sebagai salah satu contoh matinya nasionalisme kaum muda pada saat ini. Kaum muda saat ini lebih mengarah pada hedoisme yang tidak terarah atau tidak bertanggungjawab. Pemberian diri untuk menjadikan bangsa dan negara maju tidak dilihat sebagai suatu kewajiban kaum muda yang menjadi generasi penerus bangsa. Sikapa apatis dalam memahami pengetahuan tentang semanagat nasionalisme dalam diri kaum muda dapat memberi dampak buruk bagi masa depan bangsa dimana kaum muda dapat dipengaruhi dengan pemikiran-pemikiran radikalisme yang akan menghancurkan bangsa dan negaranya sendiri.

Dasar dari pemikiran nasionalisme diawali dengan rasa memiliki suatu bangsa yang sangat kuat serta memiliki sejarah yang sama dalam memperjuangkan suatu kemerdekaan atau kebebasan untuk memiliki pemerintahan sendiri tanpa adanya intervensi dari pihak luar. Disini dapat dikatakan bahwa sikap apatis yang dimiliki kaum muda untuk belajar dan merasakan sebagai “memiliki suatu bangsa memang nyata terlihat, misalnya dalam proses belajar, baik formal maupun non- formal untuk meningkatkan kualitas kaum muda yang menjadi salah satu tolak ukur kemajuan bangsa di masa yang akan datang cenderung diabaikan karena dianggap kurang penting. Selain itu juga, moralitas sebagai suatu masalah yang harus dihadapi di masa kini karena adanya globalisasi yang dapat mempengaruhi semangat nasionalisme kaum muda.

Beberapa aspek yang menjadi kematian nasionalisme kaum muda di masa ini dapat mempengaruhi apa yang akan diberikan kaum muda bagi bangsa dan negaranya sendiri.

Kesimpulan.  

Sifat apatis dalam proses belajar baik formal maupun non-formal yang dipraktekan kaum muda, sebenarnya jelas menunjukkan kematian nasionalismenya. Dimana sebenarnya dalam proses belajar, kaum muda dapat menambah wawasan untuk membangun bangsa dengan kualitas-kualitas yang diperolehnya dalam proses belajar. Selain itu juga, moralitas yang ditunjukkan dalam sikap hedoisme yang tidak bertanggungjawab, turut menjadi bagian dari matinya semangat nasionalisme yang ada dalam diri kaum muda. Disini dapat dipahami bahwa rasa memiliki suatu bangsa dengan suatu sejarah yang sama tidak lagi dijunjung tinggi oleh kaum muda yang selalu menyebut dirinya sebagai generasi penerus bangsa.

Digstraksi adalah Media User-Generated, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

chelvin sosa