Mau Meledak Emosimu ? Pakai Cara Ini Biar Nggak Meledak

emosi

Sekarang ini kalau melihat kelakuan orang-orang +62, rasanya pasti pengen marah dan meledak-ledak kan? Gimana enggak. Udah dibilang jangan keluar rumah, masih keluar rumah. Dibilang kalau di rumah aja itu buat menghentikan efek corona, tapi ngeyel. Bilangnya cuma takut sama tuhan, nggak sama corona. Amsyong kan emang. Ada juga kelakuan lain yang bikin lebih emosi lagi. Terus gimana caranya mengendalikan emosi pas udah mau meledak? Nih, ogut kasih!

 

Tarik Nafas Panjang

Cara pertama biasanya adalah cara yang paling mudah untuk dilakukan dan bisa seketika elu lakuin ketika lagi marah. Jadi, ketika elu mau marah, tahan dan tarik nafas bentar. Ketika elu narik nafas, somehow elu akan merasakan perasaan yang lebih tenang. Selain itu ada kesadaran-kesadaran baru yang muncul ketika elu sedang menarik nafas. Akhirnya elu nggak jadi meledak deh. Aman kan?

Duduk dan Rebahan

Kalau di Islam nih, ada hadist yang bilang kalau marah, duduk. Kalau masih marah, tidur. Kalau masih marah juga, wudhu. Kalau masih marah juga, sholat. Tapi di luar soal muslim dan tidak, karena pembaca ogut kan bisa jadi nggak semuanya muslim kan? Jadi, elu bisa pakai prinsip ini tanpa sholat dan wudhu tentunya. Jadi, elu bisa duduk pas elu lagi mau meledak besar. Kalau masih terasa menggebu-gebu, elu rebahan. Dipercaya atau tidak, laku itu seperti memaksa tubuh untuk enggak meledak. Karena ketika kita duduk atau rebahan, ada bagian-bagian tubuh yang tak sengaja tertahan dan “menyerah” kalau dalam bahasa ogut. Jadi lebih tenang. Nah, wudhu emang nggak semua orang bisa dan mau. Kalau marah ya cuci muka aja, atau mandi. Air dingin bisa mengurangi keinginan untuk meledakkan emosi kok.

Tulis Kemarahanmu Di Buku

Cara berikutnya adalah dengan menuliskan kemarahan elu di buku. Tulisan itu akan membuat elu mencurahkan semua kemarahan elu. Akhirnya elu nggak jadi meledak di depan orang. Menulis kemarahan di buku juga bisa jadi terapi yang baik untuk psikologi lu.

Itu tadi 3 cara buat ngontrol kemarahan elu. Ada banyak cara lain sebenarnya, yang semua orang beda-beda. Nah, intinya, jangan gampang meledak. Kesabaran itu nggak ada batasnya. Yang membatasi kesabaran itu nafsu manusia. Jadi jangan sok bilang kesabaran ada batasnya. Elu aja yang nafsunya kurang bisa mengontrol.

Digstraksi adalah Media User-Generated, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

PukulTiga

   

Penulis yang kadang ngehek. Namanya juga manusia. Ogut yang penting woles dan memberi informasi yang bermanfaat.