Membangun Kehidupan Ideal Dengan Good Habit


Membangun Kehidupan Ideal Dengan Good Habit 1

John C. Maxwell pernah berkata, “I can predict the long term outcome of your success if you show me your daily habits.” Dia bisa dengan mudah menebak ‘masa depan’ seseorang hanya dengan melihat kebiasaan hariannya. Bagaimana wajah masa depan kita tergantung dari kebiasaan (habit) harian yang kita lakukan sekarang.

Membangun Kehidupan Ideal Dengan Good Habit 3

Masing-masing bidang kehidupan memiliki sisi habit-nya sendiri. Misalnya working habit, eating habit, reading habit, exercise habit, praying habit, dan sebagainya.

Maka benarlah peribahasa sedikit demi sedikit lama-lama jadi bukit. Apa yang menjadi habit kita yang barangkali terlihat kecil dan sedikit, nanti pada waktunya akan menampilkan efeknya pada diri dan masa depan kita. Ia adalah penentu yang sifatnya masif bagi perilaku kita sehari-hari, perilaku itu akan menjdi karakter, ciri khas diri kita, dan ujungnya karakter itu akan menentukan nasib kita kelak.

Ketika dianalogikan dengan ilmu keuangan investasi, habit ibarat saham yang kita punya. Pada akhir periode, saham ini akan memberikan compound return, atau timbal balik, yang walaupun terlihat kecil, tapi signifikan dan impresif. Ini berlaku untuk bad habits maupun good habits.

Apa yang baik tentu memiliki dampak baik juga, begitu pun dengan good habits. Beragam studi mengatakan bahwa orang dengan serangkaian good habits cenderung jauh lebih berhasil dalam menata kehidupan karier, finansial dan personalnya.

Lantas, bagaimana caranya jika kita ingin membangun good habit baru yang bisa berdampak positif dan memberi kita kehidupan yang ideal?

Pertama, awali dengan habit kunci atau biasa disebut keystone habit. Menurut beberapa studi, keystone habit adalah sebuah habit, yang ketika satu habit itu sukses dilakukan, maka kita menjadi relatif mudah untuk memulai habit lain (spill-over habits). Habit kunci yang dimaksud adalah berolahraga.

Membangun Kehidupan Ideal Dengan Good Habit 4

Orang yang memiliki kebiasaaan berolahraga, tubuhnya akan menjadi lebih ringan untuk melakukan berbagai aktivitas fisik lain. Jadi, jika kita belum memiliki habit berolahraga, mulailah untuk mencoba aktivitas ini. Mulai dari gerak ringan seperti berjalan kaki sehabis subuh selama 15 menit.

Bagi kita yang telah memiliki habit rutin berolahraga, melajulah ke langkah kedua: merancang sebuah habit baru yang akan dilakukan esok. Tentukan satu habit saja, misalnya, mulai rajin membaca buku setiap hari. Setelah itu, tetapkan skala dan frekuensinya secara detail dan spesifik.

Daripada mengatakan hendak rajin membaca tiap hari, lebih baik katakan mulai besok saya hendak membaca buku 5 halaman setiap habis makan malam. Mulailah dari skala kecil. Beri kesempatan pada diri kita untuk beradaptasi. Jangan beri beban berat nan ambisius untuk pertama kali sebab hal itu justru akan melemahkan tekad. Alasannya, otak manusia cenderung skeptis dengan hal baru.

Saat kita belum terbiasa melakukan sebuah good habit―tapi kita tahu itu akan berdampak besar bagi kualitas hidup kita―maka janganlah menekan diri kita sendiri dengan mencanangkan program langsung bisa. Lakukanlah dulu tiny and small baby step, satu langkah kecil tapi berarti. Lama kelamaan, langkah kecil itu akan membesar dan stabil dengan skala yang besar, seperti bola salju yaang awalnya kecil, lalu bergulung menjadi makin besar.

Ketiga, susunlah Habit Implementation Plan. Rancangan ini akan membuat kita benar-benar paham apa yang harus dilakukan, sehingga harus benar-benar detail: waktu, lokasi dan suasananya. Selain itu, ini juga menolong mental kita agar benar-benar siap. Jangan sampai, kita punya rencana melakukan habit baru tapi bingung mulai dari mana. Akhirnya kita malah gagal sebelum memulai.

Membangun Kehidupan Ideal Dengan Good Habit 5

Contoh rancangan good habit misalnya, setiap hari, setelah makan malam saya akan mematikan televisi dan ponsel lalu membaca 5 halaman buku bagus di ruang tengah. Waktu, tempat dan skalanya jelas. Contoh lainnya, setiap habis salat Magrib, saya akan membaca al-Qur’an sebanyak satu lembar, dan setelah itu akan berkumpul bersama keluarga sambil menunggu waktu salat Isya. Di sini, kita telah punya detail untuk setiap apa yang hendak kita biasakan.

Jika kita berhasil menjalankan good habit baru―yang tergolong sulit, menulis misalnya ―maka akan ada semacam sense of progress yang memacu semangat kita untuk meningkatkan skalanya menjadi lebih besar. Kabar baiknya, saat otak kita telah mengenali dan mulai akrab dengan good habit baru tersebut dan membuat kesimpulan bahwa itu penting, maka kita tidak perlu bersusah payah lagi seperti ketika memulainya. Semuanya akan menjadi serba otomatis dan tak perlu mikir lagi.

Dalam jangka panjang, habit tersebut akan menjadi satu bagian tak terpisahkan dari kehidupan kita yang sekaligus menjadi identitas diri kita.

Membangun Kehidupan Ideal Dengan Good Habit 6

Baiknya kita dengarkan nasihat dari George Bernard Shaw, novelis gaek pemenang Nobel kelahiran Irlandia. Katanya, “Life isn’t about finding yourself. Life is about creating yourself.”

Jadi, teman-teman, sudah siap membangun good habit untuk meng-create hidup yang lebih ideal?


Digstraksi adalah platform menulis independen, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

Athi S. Rohmah

   

Seeker of Cosmic Revolution

Subscribe
Notify of
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
Copy link
Powered by Social Snap