Memilih Warna Kendaraan Dapat Mempengaruhi Nilai Jual Kembali

Memilih Warna Kendaraan Dapat Mempengaruhi Nilai Jual Kembali

Sebelum memutuskan membeli , ada baiknya kita mempertimbangkan warnanya.

Dalam pemilihan , kita harus memutuskan apakah kita akan memilih berdasarkan kesukaan ataukah yang suatu saat nanti dapat dijual kembali dengan mudah dan harga tinggi.

Misalkan, dengan merah tampak keren. Namun, apakah tersebut pilihan terbaik untuk dijual kembali dengan cepat dan harga tinggi?

Baca juga  Indy Yellow Pearl, Produk Honda NSX yang Ikonik 

memang memiliki tren yang tidak selamanya dapat bertahan  dari waktu ke waktu.

Namun, ada yang dari waktu ke waktu kurang peminatnya. Ada pula yang dari waktu ke waktu cukup banyak peminatnya.

Jadi dapat disimpulkan ada yang kurang diminati dan ada yang banyak peminatnya tanpa memperhatikan tren warna.

Baca juga  Mengenal Mobil Masa Depan Berbahan Bakar Hidrogen, Toyota Mirai 2021

Warna yang mungkin trendi dan “dalam” satu tahun bisa jadi kurang diminati di tahun berikutnya.

Berbagai warna kendaraan
Berbagai warna

Konsumen yang memilih warna yang lebih sesuai dengan selera pribadi  daripada yang menarik masyarakat akan susah dijual kembali dan harganya akan jatuh. Contohnya, berwarna hijau memiliki peminat yang terbatas. 

Warna yang paling umum digemari adalah biru, silver, putih, dan hitam dianggap rata-rata.

Baca juga  Lima Kendaraan Unik Yang Akan Membawamu Keliling Borobudur

Akhirnya, pada saat dijual kembali, konsumennya banyak. Akibatnya, harga jual kembali akan lebih baik dari pada dengan warna yang kurang peminat. 

Namun, semua kembali kepada konsumen. Bagaimana motif mereka dalam membeli kendaraan.

Apakah lebih mengutamakan atas dasar suka-suka, ataukah lebih memperhatikan ke depannya bila dijual kembali.

Baca Juga

Digstraksi adalah Media User-Generated, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

Yudi Purbowinanto