Mempertahankan Mental Untuk Tetap Waras

Mempertahankan Mental Untuk Tetap Waras 1

Kesehatan mental menjadi salah satu hal penting dalam kehidupan yang serba digital ini. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) kesehatan mental adalah di mana kondisi mental tidak adanya gangguan maupun kecacatan.

Pada zaman sekarang kesehatan mental menjadi suatu hal yang harus diperhatikan di kalangan generasi muda saat ini. Rentan nya keadaan mental kalangan  remaja membuat kita harus bergerak cepat untuk mengatasi masalah tersebut sesegera mungkin. Dukungan dan keterbukaan orang tua serta lingkungan diperlukan agar kalangan anak muda dapat terbuka dengan masalah – masalah yang tengah dihadapi.

Namun banyak dari kalangan muda yang pada kenyataannya merasakan banyak tekanan terhadap mental mereka. Dari tugas sekolah, keinginan orang tua yang tinggi terhadap dirinya, keinginan diri sendiri terhadap sesuatu, lingkaran pertemanan yang tidak sehat, kondisi lingkungan mau pun pikiran pikiran tentang apa yang akan terjadi di masa depan.

Kesehatan mental begitu penting agar kita tetap waras supaya kita tidak terjerumus kedalam hal – hal negatif yang dapat merugikan diri sendiri. Kurangnya perhatian dari orang tua, tidak adanya tempat untuk bercerita, kekecewaan, stres bisa membuat keadaan mental kita semakin parah. Pada akhirnya, jalan yang biasa dipilih adalah dengan melampiaskan nya pada hal – hal yang kurang baik. Obat – obatan, menjadi pribadi yang semakin tertutup, atau pun menyakiti diri sendiri untuk melampiaskan emosi yang menumpuk. Perasaan sendiri, ditinggalkan, tidak dianggap, diabaikan menjadi keadaan yang dapat membuat kondisi mental semakin parah.

Mencari kesenangan di luar, membaca kata – kata penyemangat di Instagram, mendengarkan musik – musik yang dapat menenangkan jiwa mungkin bisa menjadi solusi tetapi itu hanya sesaat karena pada akhirnya ketika kita bangun menghadapi kenyataan – kenyataan yang ada pada akhirnya perasaan – perasaan itu akan semakin menggerogoti mental semakin dalam karena apa yang sebenarnya kita butuhkan tidak bisa kita dapatkan.

Pada akhirnya, kita akan semakin tertutup, menyembunyikan semuanya dan berkata tidak apa – apa ketika hati semakin merasa kosong,  tertawa ketika pikiran semakin kacau dan rasa sendiri yang semakin besar, lalu kembali menutup pintu semakin membenci diri sendiri atas rasa tidak mampu dalam segala hal lalu menangis sendirian di balik pintu tanpa tahu apa yang harus dilakukan untuk keluar dari kebingungan dan perasaan kacau tersebut.

Dukungan orang tua dan keluarga, rasa diterima oleh lingkungan dan komunitas, bisa menjadi salah satu obat terhadap keadaan mental yang sedang kita rasakan. Berdamai dengan keadaan, memaafkan diri sendiri atas keadaan keadaan yang teh terjadi. Mengunjungi ahli psikologi untuk memeriksa keadaan diri untuk mendapat arahan – arahan untuk apa yang harus dilakukan.

Mendekatkan diri kepada Yang Maha Kuasa menjadi salah satu jalan agar kita bisa tetap waras, berdoa, meminta pertolongannya dan menjadi lebih berani dan terbuka tentang keadaan yang kita hadapi. Kita bisa juga berhenti bermain media sosial sementara untuk menghindarkan diri dan pikiran dari berita – berita negatif yang banyak tersebar di media sosial.

Digstraksi adalah Media User-Generated, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

Nazla Hanifah