Menapak Situs Candi di Desa Batujaya Karawang

Menapak Situs Candi di Desa Batujaya Karawang
Candi Blandongan, Dokpri
, Dokpri

Menggunakan aplikasi google maps, kami mencari letak Jiwa dan yang ada di , google langsung memberikan jawaban  dengan dua alternatif, yang pertama dari rumah kami di Bogor,  menggunakan jalan tol sejauh 111 km dengan waktu tempuh 2 jam 33 menit menggunakan jalan Tol, dan 3 jam 49 menit menggunakan jalan Non Tol.

Kami sekeluarga sepakat perjalanan kami kali ini menggunakan Jalur Tol untuk perginya dan pulangnya menggunakan jalur non Tol tetapi melewati Jonggol, Cibubur dan kermbali ke Bogor.

Perjalanan kami tempuh dari rumah tepat ke lokasi parkir sekitar 3 jam, karena kami jalan santai dan mampir sarapan pagi dulu sebelum menuju lokasi, tidak jauh dari parkiran ada situs tapi masih dipagar, kami lupa apa nama situsnya, kemudian kami memasuki jalan setapak yang sudah rapi tertata di cor semen, menuju lokasi .

Baca juga  6 Destinasi Wisata Asyik di Karawang, Cobain Yuk!

Kami menuju yang lebih jauh dulu yaitu , setelah itu Situs Serut IV, Situs Lempeng dan Jiwa yang berada paling depan.

Menurut petugas disini ada sekitar 46 Situs purbakala, tetapi yang baru digarap besar hanya 2 yaitu dan Jiwa.

dokpri
dokpri

Kami bersyukur sekali di Candi ini kami bertemu dengan petugas yang ada disini, dia menjelaskan secara detail keberadaan situs-situs yang ada di sekitar sini dan memberikan penjelasan yang sangat banyak tentang Candi .

Candi dan Candi  Jiwa serta situs yang belum di garap disini semua berada di bawah persawahan, artinya berada di Bawah, sehingga setiap ada gundukan tanah sudah di teliti ada situsnya dibawah, Cuma karena biaya untuk menelitinya dan menggarapnya sangat besar maka Pemerintah menggalinya secara bertahap, kedua Candi ini memiliki struktur pemasangannya menggunakan bata merah yang besar, menurut penjelasan petugasnya, bata ini justru usianya lebih tua dibanding yang batu seperti Candi Borubudur dan sejenisnya.

Baca juga  5 Etika yang Perlu Diperhatikan Saat Mengunjungi Suku Badui
dokpri
dokpri

Menurut penjelasannya Candi ini merupakan Candi pertama yang di bangunan di .

Candi memiliki panjang 24,2 Meter dan lebarnya pun sama, Candi ini terdiri dari satu lantai dan terdapat stupa ditengahnya.

Candi Jiwa

Candi Jiwa, Dokpri
Candi Jiwa, Dokpri

Dari berbagai cerita tentang Candi Jiwa ini ada beberapa ragam dan mistis, dari penamaannya sendiri yang menurut cerita tempat ini adalah gundukan-gundukan yang sering digunakan gembala untuk memberi makan kambingnya, dan kambing-kambing yang melewati gundukan ini mati tanpa sebab yang jelas. Kata jiwa berasal dari kata Syiwa merupakan salah satu Dewa di Agama Hindu.

Baca juga  Glamping di Kaki Gunung Lawu, Jawa Tengah
dokpri
dokpri

Penelitian awal untuk lokasi Candi yang ada disini dimulai tahun 1984, sampai dengan tahun 2000 telah ditemukan 24 situs yang berada disekitar lokasi ini.

Candi Jiwa mulai di evakuasi tahun 1997 sampai tahun 2004, Candi ini berbentuk persegi dengan ukuran 19 x 19 meter dengan ketinggian 4,7 meter.

Lokasi Candi

dokpri
dokpri

Komplek Candi yang ada disini berlokasi di Desa Segaran, Kecamatan , Kabupaten , .

Luas secara keseluruhan komplek percandian ini sekitar 337 hektar, terletak di antara dua Desa dan Kecamatan, yaitu Desa Segaran Kecamatan dan Desa Telagajaya Kecamatan Pakisjaya. Percandian ini dikelilingi persawahan.

Di pinggir jalan dari lokasi ini juga terdapat museum, museum ini menjelaskan temuan-temuan yang ada di lokasi ini, dan foto-foto kegiatan dari awal sampai saat ini.

Waktu Operasional

Jam operasional percandian disini buka setiap hari dari hari senin sampai dengan hari minggu, mulai pukul 08.00 sampai pukul 18.00.

Harga Tiket

Tiket masuk ke lokasi percandian ini sangat murah kita hanya mengeluarkan kocek sebesar Rp. 5.000,- per orang dan biaya parkir roda 4 sebesar Rp. 5.000,-

Baca Juga

Digstraksi adalah Media User-Generated, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

Misbah Murad