Mencengangkan, Perubahan Iklim Bisa Pindahkan Kutub Bumi

Mencengangkan, Perubahan Iklim Bisa Pindahkan Kutub Bumi 1

Kutub bumi di bagian utara dan selatan diperkirakan mengalami perubahan posisi. Bila dibandingkan dengan tahun 1990, titik kutub saat ini diperkirakan bergeser lebih ke arah timur. Demikian hasil penelitian terbaru yang dikeluarkan Jurnal Penelitian Geofisika (AGU) Amerika Serikat, yang diterbitkan pada tanggal 22 Maret 2021.

Lokasi kutub bumi ternyata tak statis. Bisa berubah tergantung dengan kondisi yang ada di bumi. Kutub bumi menjadi bagian penting, karena merupakan sumbu rotasi perputaran bumi. Dengan mengetahui secara presisi titik lokasi kutub bumi, maka bisa dijadikan untuk berbagai patokan perhitungan kebumian.

Semenjak terjadinya fenomena pemanasan global, yang mengakibatkan perubahan iklim, maka studi tentang posisi kutub bumi kembali dilakukan. Sebab muncul asumsi baru, mengenai kemungkinan adanya pengaruh antara perubahan iklim dan kondisi kutub bumi.

Dengan maksud tersebut, para peneliti iklim seluruh dunia kemudian menggandeng Pusat Penelitian Antariksa Amerika Serikat (NASA) dan Pusat Penelitian Antariksa Jerman (GAC) untuk melakukan misi bersama. Maka kemudian pada tahun 2002 terlahir kegiatan Gravity Recovery and Climate Experiment (GRACE).

Mereka kemudian meluncurkan satelit kembar pemantau area kutub pada tahun 2018. Pada misi tersebut kegiatan bertujuan untuk mendapatkan informasi bersama bagaimana massa sebuah benda terdistribusi ke seluruh bumi, dengan menghitung perubahan yang ada pada berbagai titik penelitian.

Hasil dari kegiatan GRACE sebelumnya menghasilkan temuan mengenai adanya perubahan titik kutub, karena adanya perubahan massa sebuah benda di wilayah tersebut. Terutama pergeseran terjadi karena adanya perubahan masa kuantitas es dan air.

Melelehnya lapisan es selain menyebabkan perubahan arah kutub, juga menghilangkan tempat tinggal bagi satwa. (photo: dok. cgtn)
Melelehnya lapisan es selain menyebabkan perubahan arah kutub, juga menghilangkan tempat tinggal bagi satwa. (photo: dok. cgtn)

Dampak Melelehnya Lapisan Es Kutub

Seperti pada tahun 1995, arah kutub diperkirakan sudah mulai berpindah dari utara sesungguhnya ke arah timur. Laju pergerakan perpindahan tersebut diperkirakan terus bertambah besar. Terutama pada tahun 1995 hingga 2020, dimana laju pergeseran mencapai 17 kali lebih cepat dari catatan tahun 1981 sampai 1995.

“Cepatnya proses pelelehan es di kutub diperkirakan menjadi penyebab pindahnya titik sumbu kutub bumi baik di utara dan selatan mulai tahun 1990”, ujar Shansang Deng, peneliti dari Institut Ilmu Pengetahuan Geografi dan Penelitian Sumber Daya Alami dari Akademi Ilmu Pengetahuan China, memaparkan mengenai kondisi ini.

Hasil penelitian Deng itu juga, yang kemudian dimuat dalam jurnal AGU Maret 2021 ini, dan kini menjadi perbincangan banyak orang. Mengingat perubahan posisi kutub akan memengaruhi banyak kondisi iklim yang harus dihadapi manusia di bumi.

Para penulis dan peneliti dalam kajian tersebut percaya bahwa makin berkurangnya lapisan es di kutub, berkontribusi terhadap pergeseran arah kutub bumi pada saat ini. Dalam paparan penelitian yang bisa dilihat melalui internet, memang terbukti adanya jumlah lapisan es di kutub yang mengalami penurunan. Hampir keseluruhan wilayah kutub seperti Alaska, Greenland, Antartika, Andes, Kaukasus dan Timur Tengah mengalami penipisan lapisan es antara tahun 1990 sampai 2010.

“Perubahan massa es dari padat menjadi cair, teramat sangat besarnya terjadi saat ini, hingga bisa merubah arah kutub bumi”, tambah Vincent Humprey, peneliti dari Universitas Zurich membenarkan kondisi tersebut.

Grafik yang diterbitkan Jurnal Penelitian Geofisika (AGU) memperlihatkan jumlah lapisan es yang terus menurun diberbagai lokasi seperti di Antartika, Andes selatan, Alaska, Greenland dari tahun 1990-2010. (dok. Jurnal AGU)
Grafik yang diterbitkan Jurnal Penelitian Geofisika (AGU) memperlihatkan jumlah lapisan es yang terus menurun diberbagai lokasi seperti di Antartika, Andes selatan, Alaska, Greenland dari tahun 1990-2010. (dok. Jurnal AGU)

Perubahan Kutub Bumi

Seperti diungkapkan sebelumnya, pengurangan massa dari es menjadi air menyebabkan perubahan kutub bumi. Namun sekarang yang menjadi pertanyaan, sebenarnya berapa banyak dan ke arah mana pergeseran terjadi.

Dari paparan dalam jurnal yang dipublikasi tersebut disebutkan kalau arah kutub bergeser 26 derajat ke arah timur (260E). Dimana rata-rata jumlah pergeseran sebanyak 3,26 milimeter (mm)/tahun, setelah tahun 1990.

Diperkirakan perubahan titik kutub akan terus terjadi di masa mendatang. Dimana masih ada beberapa lokasi lapisan es, yang kini terus menyusut seperti area California, utara Texas, daerah sekitar Beijing dan utara India, serta daerah-daerah lain yang banyak mengambil air tanah untuk keperluan pertanian.

Sebab menurut Humprey, selain pelelehan es, diperkirakan pengambilan air tanah juga menjadi salah satu penyebab perubahan kutub bumi yang ada saat ini. Yang mana menurutnya, hal tersebut juga masih dalam kajian lebih lanjut.

Digstraksi adalah Media User-Generated, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

sulung