Mencintai Diri Sendiri Bukan Alasan untuk Bersikap Egois

Mencintai Diri Sendiri Bukan Alasan untuk Bersikap Egois 1

Beberapa tahun terakhir ini berbagai konten berbau kesehatan mental seringkali berlalu-lalang di media digital mulai dari Instagram, Twitter, TikTok, sampai dengan Youtube. Para content creator ini memanfaatkan berbagai media untuk menyampaikan beberapa pesan terkait dengan permasalahan mental karena mereka sadar secara sepenuhnya bahwa kesehatan mental merupakan hal harus dijaga sama halnya seperti kesehatan fisik. Salah satu cara yang acapkali digembar-gemborkan yaitu dengan cara self-love atau mencintai diri sendiri. Self-love saat ini merupakan kata populer yang acapkali digunakan terlebih lagi bagi mereka yang tertarik terhadap isu kesehatan mental. Boleh jadi kamu merupakan orang-orang yang sudah menerapkan ataupun sedang belajar lebih lanjut perihal self-love ini.

Self love menurut Khoshaba (2012) adalah kondisi ketika kita dapat mengahargai diri sendiri dengan cara mengapresiasi diri saat kita mampu mengambil keputusan dalam perkembangan spritual, fisik, dan juga psikologis. Contohnya adalah ketika kamu sudah mampu menerima secara utuh segala hal yang ada di dalam diri baik itu kelebihan diri dan juga kekurangan diri, serta bersyukur secara penuh terhadap segala hal yang kamu miliki. Jika sudah sampai tahap self-love yang demikian, dalam kehidupan kedepannya diharapkan kita mampu meminimalisir pergulatan batin di dalam diri dan juga ucapan yang negatif terhadap diri sendiri. Jika hal demikian sudah tercapai, bukan tidak mungkin bahwa kita akan mulai menembar benih kebahagiaan untuk lingkungan sekitar.

Kenapa self-love menjadi hal yang penting? Self-love ini penting sekali agar kita bisa percaya diri, bisa memaafkan kesalahan kita di masa lalu, ya intinya agar kita bisa memiliki hidup yang bahagia dan berkualitas juga didampingi dengan mental yang sehat.

Self-love ini merupakan hal yang membawa dampak positif baik itu bagi diri sendiri maupun lingkungan sekitar. Namun sayangnya, tidak sedikit orang yang salah mengartikan self-love itu sendiri. Ada beberapa orang yang menjadikan keberadaan self-love ini sebagai pembenaran atas perilaku egoisme yang mereka lakukan dampaknya membuat banyak orang berpikir bahwa self-love dan egoisme itu sama. Contohnya banyak orang yang membuat keputusan demi kepentingan dirinya sendiri tanpa memikirkan resikonya terhadap orang lain dan pelakunya menjadikan self-love sebagai alasan atas tindakannya tersebut.

Padahal, self-love dan egoisme ini merupakan hal yang sangat bertolak belakang layaknya dua kutub magnet sama yang didekatkan. Orang yang sudah berhasil melakukan self-love memang mengutamakan kepentingan dirinya tapi bukan berarti mereka jadi seenaknya mengedepankan kepentingan tanpa mempertimbangkan posisi orang lain. Orang yang sudah menerapkan self-love dengan baik sejatinya semakin paham dan peka dengan lingkungan sekitarnya maka dari itu sebenarnya egoisme adalah hal yang sangat jauh berbeda dengan self-love.

Sebenarnya perbedaan antara self-love dan egoisme ini masih sedikit abu-abu dalam artian masih sedikit sulit untuk membedakannya. Tapi ada beberapa tips untuk membuat garis pembatas antara self-love dan egoisme yaitu dengan cara membuat batasan. Ketika kamu melakukan self-love kamu memiliki kebebasan untuk melakukan hal apapun yang kamu suka dengan catatan baik sebelum, saat, dan setelah melakukan hal yang kamu sukai tersebut tidak akan menimbulkan efek negatif bagi orang lain seperti mengganggu hak dan kenyamanan orang lain. Nah, ketika tindakan kamu ini membawa dampak yang sedikit meresahkan mungkin kamu harus berhenti sejenak dan berkontemplasi lagi. Selain batasan untuk diri sendiri, kamu juga harus membuat batasan yang nyata tentang bagaimana orang memperlakukan kamu. Jadikan diri kamu prioritas kebahagiaan tanpa harus mengesampingkan perasaan orang lain. Jika hal tersebut dilakukan dengan baik pembatas utama antara self-love dan egoisme menjadi jelas dan kamu tidak perlu menerka-nerka lagi.

Dengan demikian, untuk kedepannya kita harus mampu mebedakan apa itu self-love dan apa itu egois. Kita harus mampu menerapkan self-love dengan baik dikarenakan kita harus jadi orang pertama yang mampu mencintai diri kita dengan seutuhnya dan membuat skala prioritas untuk diri sendiri demi keberlangsungan hidup tanpa menjadi sosok yang menyebalkan bagi orang lain. Jangan jadikan self-love ini sebagai pembenaran atas keegoisan yang kita buat, ya.

Digstraksi adalah Media User-Generated, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.