Mendekatkan diri kepada Al-Quran


Al-Quran adalah suci umat . Beriman kepadanya hal wajib bagi seorang mukmin, karena merupakan salah satu rukun iman yang harus dikerjakan.

Al-Quran dapat diandalkan dalam hidup, jika kita memegang teguhnya maka dengan secara mengalir Allah akan membantu mempermudahkan jalan kita.

Sumber gambar: Pixabay.com

Al-Quran merupakan suatu kunci utama dan petunjuk hidup seorang mukmin, Al-Quran sendiri diturunkan oleh Nabi Muhammad SAW dikota Mekkah dan Madinah secara bertahap selama 22 tahun 2 bulan 22 hari. Seorang mukmin dapat merenungkan isi setiap ayat-ayat Al-Quran, betapa berpengaruhnya Al-Quran dalam hidup kita.

Cara mendekatkan diri kepada Al-Quran:

1. Meninggalkan yang tidak bermanfaat.

Mengubah kebiasaan lama ke yang lebih baik dapat memudahkan kita semakin dekat dengan Al-Quran.

Rasulullah SAW bersabda: “Di antara kebaikan seseorang adalah meninggalkan hal yang tidak bermanfaat.” (HR. At-Tirmidzi).

2. Pengaruh lingkungan.

Mempunyai lingkungan teman dan keluarga yang dekat dengan agama , sangat berpengaruh bagi kita untuk terjerumus kepada Al-Quran.

Rasulullah SAW bersabda: “Seseorang tergantung agama temannya, maka hendaklah seorang di antara kalian melihat teman bergaulnya.” (HR. At- Tirmidzi).

3. Mempercayai dan tidak meragukan bahwa Al-Quran itu benar.

Jika seseorang tidak percaya bahwa setiap isi kandungan Al-Quran itu benar, dapat menyebabkan timbulnya sifat musyrik, salah satu sifat yang tidak disukai oleh Allah.

Keajaiban dan kejadian yang ada dalam Al-Quran bersifat nyata untuk diterapkan dalam kehidupan kita bahwa Allah maha pengasih, maha penyayang, dan maha segalanya.

4. Mempunyai niat untuk belajar, membaca, dan memahaminya.

Pantang malas kita dengan niat karena Allah SWT. Belajar akan dipermudah jika yakinnya kita kepada Allah.

Mengikuti perkembangan teknologi yang ada, kita bisa belajar, membaca dan memahami Al-Quran di mana pun dan kapan pun karena bisa dilakukan secara online maupun offline.

5. Mengamalkan ayat-ayat Al-Quran.

Hal ini wajib di upayakan setelah apa yang sudah dipelajari. Sesungguhnya orang yang belajar dan memahaminya dengan baik, sangat disayangkan jika tidak diamalkan.

Rasulullah SAW bersabda: “Sebaik-baiknya orang di antara kamu adalah orang yang belajar Al-Quran dan mengamalkannya.” (HR. Bukhari dan ).

6. Istiqomah.

Setelah mempelajari lebih dalam, hati akan terbuka untuk niat ber istiqomah di jalan Allah.

Hidayah yang diberikan Allah tidak semuanya didapatkan oleh umat , alangkah baiknya menjadikan hidayah tersebut secara bermanfaat untuk ditanamkan dalam diri kita.

Nah, dapat disimpulkan bahwa memegang teguh kepercayaan kepada Al-Quran sangat membantu, agar yang hatinya sedang sedih, sakit hati, atau bahkan sedang mengalami depresi tingkat tinggi dan ingin mengakhiri hidupnya, bisa memanfaatkan keadaan kondisi tersebut dengan membaca Al-Quran.

Allah berjanji bahwa seorang mukmin yang bertawakal kepadanya akan mendapatkan kemudahan, ketentraman, kedamaian, dan lain sebagainya.  

Baca Juga

Exit mobile version