Menelaah Singkat Kisah Soe Hok Gie Dalam Buku Catatan Seorang Demonstran

Menelaah Singkat Kisah Soe Hok Gie Dalam Buku Catatan Seorang Demonstran

Mahasiswa merupakan kelompok golongan terpelajar di Indonesia, namun dalam sejarah perkembangannya yang sangat singkat, banyak hal yang terjadi sebagai akibat dari kegiatan atau perbuatannya. Banyak dari mahasiswa muda Indonesia ini memainkan peran penting dalam gerakan politik dan akhirnya menghancurkan struktur masyarakat kolonial.

Para mahasiswa inilah yang pertama memutuskan untuk menyatukan seluruh masyarakat adat nusantara menjadi satu negara, satu negara satu ibu pertiwi, nusantara Indonesia dan berbahasa Indonesia yang sama. Kemudian sejarah menunjukkan bahwa tindakan para pemuda ini sangat penting dan berdampak sangat besar bagi perkembangan masyarakat Indonesia. Sebuah kelompok mahasiswa pada pertengahan tahun 1960-an berperan sangat besar dalam menggulingkan orde lama yang dipimpin oleh Presiden Soekarno dan mendirikan orde baru yang dipimpin oleh Presiden Suharto di tengah masyarakat kita dan memaksanya untuk meninggalkan pemerintahan.

Di antara para mahasiswa terdapat seorang pemuda bernama Soe Hok Gie. ia adalah seorang pemikir yang berani mengemukakan pendapatnya atas segala persoalan yang dihadapi bangsa Indonesia, seperti ketimpangan, kebijakan pemerintah yang tidak rasional terhadap kaum miskin yang terpinggirkan, serta segala persoalan yang dihadapi era baru. Gie digambarkan Sebagai orang yang cerdas, berwawasan luas dan selalu memegang teguh nilai-nilai keadilan dan kewajaran.

Di zaman Gie, kampus menjadi ajang pertarungan kaum intelektual yang menentang atau mendukung pemerintahan Bung Karno. Sepanjang 1966-1969, Gie berperan aktif dalam berbagai demonstrasi. Uniknya, ia tak pernah menjadi anggota KAMI, organisasi yang menjadi lokomotif politik angkatan 66. Dalam perjalanan-nya, Soe Hok Gie pada rezim Soekarno banyak hal yang dapat ia rekam menjadi sebuah potongan-potongan tulisan yang tajam. Berkat pemikiran yang cemerlang Soe Hok Gie dapat mempengaruhi orang-orang dari semua lapisan masyarakat. Hal itu menjadi catatan sejarah paling mahal yang tidak bisa dibeli dengan uang. 

Kritiknya pada Orde Lama dan Presiden Soekarno digelar terbuka lewat diskusi maupun tulisan di media massa. Ketika pemerintahan Soekarno ditumbangkan gerakan mahasiswa Angkatan 66, Gie tidak lantas mau mendukung pemerintahan Orde Baru. Gie memilih menyepi ke puncak-puncak gunung bersama teman-temannya. Gie sangat mencintai gunung dan alam. Banyak puisinya yang berbicara tentang kecintaannya pada pendakian gunung. Namun, pada saat di puncak gunung, salah satu pencipta Mapala UI menghadap kepada sang  penciptanya. Pada tanggal, 16 Desember 1969 pada malam ulang tahun ke-27. Gie dan Idhan Lubis meninggal karena menghirup gas beracun dalam kabut tebal di puncak Gunung Semeru.

Jadi, jika kita ingin mendapatkan berbagai pengetahuan, penjelasan, dan kesan tentang kehidupan pemuda atau pelajar Indonesia, rekaman Soe Hok Gie mewujudkan realitas kehidupan bagi sebagian dari mereka. Gie adalah  potret seorang pemuda Indonesia yang berani angkat bicara. Kritik Gie serius dan teliti, Itu tidak selalu benar, tapi selalu jujur, dan dengan aspek kontroversial dari tidak ingin bergabung dengan sistem tetapi mengkritik terlalu banyak, ada sesuatu yang patut untuk diapresiasi dan diperjuangkan, sekarang dan di masa depan.agar apa yang telah diperjuangkan sejak dahulu tidak sia-sia begitu saja.

Digstraksi adalah Media User-Generated, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

setiaji alfikal