Mengapa angkringan familiar di Kabupaten Bekasi


Mengapa angkringan familiar di Kabupaten Bekasi 1

Hampir semua orang kabupaten Bekasi tau bahwa angkringan adalah tempat nongkrong yang paling recommended karena selain harganya murah meriah, angkringan juga selalu menyajikan menu baik yang di bakar,goreng atau hanya di bacem saja, pilihan sate yang banyak seperti usus,kulit,telor dan lain lain adalah menu dari sebagian banyaknya menu di angkringan, meskipun coffe shop sedang menjadi bisnis yang sedang berkembang di kabupaten Bekasi, tetapi angkringan masih jadi pilihan utama untuk nongkrong

Di sepanjang jalan Underpass Tambun sampai Puri Cindana, mungkin kalau kita hitung angkringan dengan jari yang ada di tangan kita, itu tidak akan cukup, pasalnya angkringan disetiap 200m sekali pasti selalu ada, bentuknya zigzag tidak saling berhadap hadapan, tetapi di setiap tempat duduk angkringan pasti disitu ada orang yang datang untuk nongkrong

Padahal angkringan bukanlah sesutau yang khas dari Bekasi, jika kita telusuri sejarahnya, angkringan berasal dari Solo didirikan tahun 1930 oleh eyang Karso Dikromo, seiring berjalannya waktu inovasi dilakukan oleh pengusaha angkringan dari tahun ke tahun dengan orang yang berbeda, pasalnya angkringan bukanlah hak paten yang terdaftar untuk perorangan sebagai hak kekayaan intelektual atau HAKI, angkringan milik semua bagi mereka yang ingin menjalani bisnis tersebut

Lalu mengapa angkringan menjadi familiar di kabupaten Bekasi padahal mereka berasal dari Solo?seiring berjalannya waktu Jawa Barat khususnya Jabodetabek adalah tempat di mana orang orang memilih merantau ke daerah tersebut, bisa di bilang Jabodetabek adalah kota urban, urbanisasi dari daerah ke kota di seluruh Indonesia termasuk dari jawa tengah memang banyak di lakukan, dengan alasan bahwa mencari kerja di kota lebih mudah di bandingkan di desa, ini tidak masuk akal karena desa jauh lebih banyak sumber daya alamnya di banding kota, mungkin apa yang tidak ada di desa dan ada di kota menjadi daya tarik orang melakukan perpindahan dari desa ke kota

Kembali lagi ke angkringan, kita bisa temui di sepanjang jalan underpass tambun sampai puri angkringan yang benar benar di buat oleh orang Jawa Tengah asli, apalagi sekitar Solo,Semarang dan Daerah Istimewa Yogyakarta, meskipun secara administrasi Provinsi berbeda, tetapi Yogyakarta menyatu dengan jawa tengah termasuk Solo dan Semarang, tidak terpisah dari pulau layaknya Madura dan Jawa Timur, meskipun sekarang sudah di bangun jembatan, jika kita ingin mengetahui orang yang mengelola angkringan tersebut asli wong solo/semarang bisa kita cicipi langsung dari rasanya jika terasa manis tidak berlebihan di pastikan itu adalah orang Yogyakarta dan sekiarnya, jika rasanya manis berlebihan bisa di pastikan bahwa itu buatan semarang sekitarnya, meskipun jawa tengah identik dengan makanan manis kita bisa bedakan darimana manisnya berasal

Selain itu keunikan angkringan yang bisa menjadi daya jual adalah makanan yang di bacem, bacem adalah teknik yang paling unik bagi saya dalam menyajikan makanan, karena mengolah makanan hanya di campuri dengan bumbu saja sampai menyerap, makanan yang di bacem bisa kita temukan di semua angkringan di seluruh Kabupaten Bekasi tidak hanya di jalan Underpass menuju Puri Cindana

Seiring berjalannya waktu sampai sekarang 2021 angkringan selain identik dengan makanan yang di bakar dan bacem juga menawarkan harga yang murah, angkringan juga menyediakan tempat duduk lesehan diatas terpal, tetapi beberapa angkringan mulai berkembang, mereka ada yang menyewa ruko tetapi tetap dengan khasnya, mempunyai gerobak, beberapa angkringan di kabupaten Bekasi juga tercatat menyewa ruko tetapi lebih banyak yang tidak mengubah gaya angkringan terdahulu, yaitu duduk lesehan di atas terpal


Suka POST ini ? Bagikan ke temanmu !

Muhammad Rausan Fikri

   

Pemuda yang mempunyai beberapa ambisi yang harus di selesaikan, hoby menulis untuk refleksi dan meditasi juga menggiring bola/ opini

Subscribe
Notify of
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments