Mengapa Berpikir Positif itu Sulit dilakukan ?

Mengapa Berpikir Positif itu Sulit dilakukan ? 1

Setiap manusia memiliki pola pikir sendiri-sendiri. Tentunya pikiran seseorang itu berbeda-beda, tergantung karakter kita masing-masing. Ada yang berpikiran positif, ada juga yang punya pikiran negatif, lalu berpikiran positif itu yang bagaimana? serta bagaimana cara mengaktualisasi pikiran kita agar dapat berpikir secara positif dan terhindar dari pikiran negatif yang akan membuat hidup kita menjadi cemas, khawatir, dan penuh dengan ketakutan? 

Bagi mereka yang terjerat suatu masalah atau situasi yang tak nyaman, ada dua hal fakta cara menyikapinya. Pertama, sebagian besar orang akan berpikir negatif, hal itu biasa terjadi dengan siapapun yang sedang diterpa masalah. Mereka seolah tak percaya, bahkan cenderung menunjukkan sikap reaksioner negatif yang berlebihan.

Mereka akan menganggap ini sebuah akhir perjalanan hidupnya. Mereka akan menganggap sebuah masalah sebagai momok yang menakutkan, dan akan mereka respon dengan pikiran-pikiran negatif. Padahal hidup itu diibaratkan sebagai sebuah perjalanan, dan perjalanan itu pasti ada rintangannya. 

Kedua, berpikir positif adalah suatu hal yang sulit untuk dilakukan oleh sebagai besar orang. Mengapa hal ini sulit dilakukan?, karena sebagian mereka yang selalu membiasakan berpikir negatif, akan sulit untuk merubah tedensi mereka ke arah yang positif. Bahkan hal yang positif saja, mungkin akan dianggap negatif apabila mereka salah menafsirkannya, apalagi merespon suatu hal yang negatif atau merugikan mereka, reaksi mereka tentunya sangat berlebihan.

Hal itu karena pola kebiasaan mereka yang selalu memberikan respon pikirannya kearah yang negatif. Sehingga akan sulit bagi mereka yang tidak terbiasa menggunakan pola positif, kemudian tanpa sebuah sugesti atau keyakinan kuat  mereka akan berpikir positif dari sebuah hal negatif.

Beberapa hal mengaktualisasi pikiran kita agar selalu berpikir positif, yakni dengan membiasakan bersyukur atas dirinya sendiri kepada Tuhan, tegar atau tidak mudah mengeluh, sabar atau tidak mudah marah (emosional), dingin dalam hinaan, selalu berbesar hati, mudah memaafkan, selalu tersenyum atau tidak mudah tersinggung, berbuat baik, mengembangkan optimisme atau tidak bersikap apatisme, pada intinya melihat sisi baik dari sebuah hal negatif.

Jika itu tadi terbiasa kita lalukan, maka dapat diyakini akan membuang pikiran-pikiran negatif yang selama ini terbiasa berada di memori pikiran kita. 

Digstraksi adalah Media User-Generated, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

BLUTS