Mengatasi Batuk Pilek Pada Bayi

Saat musim pancaroba seperti sekarang ini, penyakit influenza yang menjadi penyebab serangan batuk dan pilek menjadi hal yang lumrah. Terlebih pada bayi dan anak-anak yang kondisi tubuhnya lemah dan rentan terhadap berbagai jenis penyakit. Sehingga tidak ada satupun bayi yang terbebas dari penyakit tersebut.

Karena itu, serangan batuk dan pilek tidak perlu membuat orang tua dihantui rasa cemas yang berlebihan. Apalagi untuk mengatasi batuk pilek pada bayi cukup banyak alternatif pengobatan yang bisa dilakukan dengan cara yang juga tidak sulit.

Sebagaimana disebutkan di atas, penyebab utama bayi mudah terserang batuk dan pilek, disebabkan karena kondisi tubuhnya yang lemah. Selain itu, dipicu oleh perilaku bayi yang tidak bisa membedakan sesuatu yang bersih dan tidak, sehingga tanpa sepengetahuan orang tua, dia akan menjilati atau memasukkan benda-benda tertentu yang tanpa sadar mengandung virus ke dalam mulutnya.

Baca juga  3 Cara Mengatasi Mood Ibu Menyusui yang Sedang Labil

Perubahan cuaca juga membuat bayi mudah terserang batuk pilek. Karena dalam usia yang masih dini, tubuh bayi masih dalam tahap belajar untuk beradaptasi dengan lingkungan. Terutama pada saat musim hujan atau ketika kondisi udara sedang dingin. Pada saat itu virus lebih mudah menyebar dari satu orang ke orang lain dalam satu keluarga. Mereka yang terpapar virus tentunya yang belum mampu beradaptasi dan daya tahan tubuhnya lemah yaitu bayi.

Batuk pilek sendiri tidak selamanya berdampak negatif. Penyakit yang satu ini sebenarnya merupakan sarana bagi bayi untuk melatih kekebalan tubuhnya dalam menghadapi virus, sehingga disaat tumbuh dewasa, tubuhnya akan lebih kebal terhadap serangan virus yang sama, karena saat bayi dia telah memperoleh imun berupa serangan penyakit yang dia alami ketika masih bayi.

Baca juga  6 Makanan Untuk Meredakan Pilek & Flu

Namun demikian, upaya untuk mengatasi batuk pilek pada bayi tetap harus dilakukan, guna mengurangi penderitaannya, sebab batuk pilek yang menyerang dalam jangka waktu yang lama, dampaknya juga tidak baik bagi kesehatan bayi. Bayi yang menderita batuk berkepanjangan akan rentan terserang sesak napas, dehidrasi, terserang pneumonia, bahkan dalam kondisi tertentu dapat mengganggu perkembangan otak.

Baca juga  Lakukan Cara Berikut untuk Mengatasi Ruam Popok Pada Bayi

Normalnya, batuk pilek akan menyerang bayi antara 3 – 5 hari. Jika kondisi bayi sangat lemah, batuk pilek bisa bertahan hingga dua minggu. Apabila lewat dari dua minggu, batuk pilek yang menyerang tidak kunjung sembuh, bayi sebaiknya dibawa ke dokter spesialis untuk mencari kepastian dari penyebab batuk yang berkepanjangan serta menentukan obat yang tepat untuk menyembuhkannya.

Sebab bisa jadi penyebabnya bukan virus influenza melainkan faktor yang lain, seperti rinintis alergi yang butuh mengkonsumsi obat khusus dari dokter untuk proses penyembuhannya. Sedang untuk penanganan awal serangan batuk pilek pada bayi, berikut tindakan yang dapat dilakukan dengan mempertimbangkan umur bayi.

Mengatasi Batuk Pilek Pada Bayi Umur Kurang dari 1 Bulan

Bayi kurang 1 bulan

Digstraksi adalah Media User-Generated, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

aguskurniawan