Mengenal 6 Fakta Unik tentang Jamur


Mengenal 6 Fakta Unik tentang Jamur

Jamur merupakan makhluk hidup atau organisme yang hidup di daerah dengan kelembapan tinggi. Jamur bukan termasuk tumbuhan maupun hewan. Para ilmuwan mengelompokkan jamur dalam dunia yang independen, yaitu kerajaan (kingdom) fungi.

Secara umum, jamur dapat ditemukan pada bebatuan, kayu yang sudah lapuk, makanan, dan lainnya. Untuk mengenal lebih dalam tentang jamur, berikut ini beberapa fakta unik mengenai jamur.

1. Tidak memiliki klorofil
Zat hijau pada daun. (Photo by Philipp Deus from Pexels)

Fakta unik yang pertama adalah jamur tidak memiliki klorofil. Klorofil adalah zat hijau daun yang digunakan oleh tumbuhan untuk proses fotosintesis. Pada tumbuhan, proses fotosintesis dikatakan juga proses pembuatan makanan sendiri.

Karena tidak memiliki klorofil, jamur akan memperoleh nutrisi di lingkungan sekitar tempat ia hidup, misalnya dengan merombak tumbuhan yang sudah mati. Kabar baiknya, jamur termasuk dalam pengurai alami. Dengan merombak tumuhan mati menjadi humus, maka Bumi tempat hidup kita tidak penuh dengan sampah tumbuhan.

2. Bukan merupakan makhluk hidup beracun seutuhnya
Jamur kancing. (Photo by gentina danurendra from Pexels)

Melihat jamur di halaman rumah, maka kita akan memiliki rasa was-was ketika ingin mengonsumsinya. Namun, tidak semua jamur memiliki racun yang berbahaya bagi kita. Ada beberapa jenis jamus yang dapat menghasilkan zat khusus untuk mencegah penyakit kanker, misalnya jamur enokitake (Flammulina velutipes). 

Selain itu, jamur juga ada yang mengandung nutrisi bagi manusia, misalnya jamur kancing (Agaricus bisporus) yang banyak dimanfaatkan dalam olahan berbagai jenis makanan.

3. Merupakan organisme terbesar di Bumi
Armallaria ostoyae atau jamur madu. (By Alan Rockefeller – This image is Image Number 8037 at Mushroom Observer, a source for mycological images., CC BY-SA 3.0)

Di wilayah Oregon, Amerika terdapat jamur madu yang memiliki umur mencapai 2.400 – 8.500 tahun. Dan hebatnya lagi, jamur madu ini diyakini merupakan organisme terbesar di muka Bumi ini. Para peneliti meyakini bahwa jamur ini tumbuh hingga menutupi 2.200 hektar permukaan tanah.

4. Bereproduksi dengan jumlah banyak
Spora yang berada di daerah cocok akan tumbuh menjadi jamur baru. (pexels.com/Aleksa Kalajdzic)

Tahukah kalian bahwa jamur dapat mengeluarkan spora sebanyak 2,1 miliar per harinya. Selain itu, jamur puffball dapat menghasilkan spora sebanyak 7 triliun spora. Spora ini nantinya akan tumbuh menjadi jamur baru.

Spora yang dihasilkan akan dibantu oleh angin atau air untuk menempati wilayah tertentu. Apabila wilayah tersebut cocok, maka spora akan tumbuh kembali menjadi jamur baru.

5. Ada yang tumbuh hingga 1 meter
Jamur Termitomyces titanicus. (By Blimeo – Own work, CC BY-SA 4.0, https://commons.wikimedia.org/w/index.php?curid=56726209)

Di wilayah Afrika, terdapat jamur dengan nama Termitomyces titanicus. Jamur jenis ini termasuk dalam kelompok Basidiomycota, yang mana jamur ini juga dapat dikonsumsi oleh manusia sebagai tambahan nutrisi.

Yang mengagumkan bahwa jamur ini dapat hidup dengan panjang mencapai 1 meter, lho.

6. Memiliki peran dalam pertanian
Ilustrasi efek yang diberikan oleh jamur Beauveria bassiana. (medgadget.com)

Jamur tidak hanya merugikan manusia, namun juga menguntungkan terutama di bidang pertanian. Jamur dapat dimanfaatkan sebagai pembasmi hama, seperti serangga, tungau, nematoda, dan rumput liar.

Contohnya, jamur Beauveria bassiana yang dimanfaatkan oleh manusia untuk membunuh belalang yang mengganggu tanaman pangan. Kemudian, jamur Neotyphodium coenophialum menghasilkan zat beracun yang dapat memusnahkan aneka hewan pemakan tumbuhan yang mengganggu pertanian.

Itulah beberapa faktu unik jamur kali ini. Ternyata jamur tidak sepenuhnya memiliki nilai negatif bagi manusia.