Mengenal Anxiety Disorder (Gangguan Kecemasan), Bagaimana bisa Terjadi?

Mengenal Anxiety Disorder (Gangguan Kecemasan), Bagaimana bisa Terjadi?

Semua orang pasti pernah mengalami rasa hingga .

Wajar saja karena hal tersebut merupakan salah satu bentuk respon terhadap tubuh individu.

Rasa dan yang berlebih sangat buruk dampaknya bagi tubuh apabila terjadi. 

Kecemasan merupakan respon alami tubuh terhadap . Kecemasan ini dapat terjadi apabila merasa takut atau khawatir di kemudian hari.

Contoh kecemasan seperti berkenalan dengan sekumpulan orang, hendak memberikan pidato, sedang wawancara sehingga memunculkan rasa gugup.

Rasa ini tidak semua orang merasakannya. Sebenarnya, merupakan sesuatu yang normal bagi setiap orang dan akan hilang apabila penyebab dari rasa tersebut teratasi.

Baca juga  Sehat Mental dengan WELLNESS

Berbeda dengan rasa yang selalu menetap dan dapat menimbulkan gangguan pada aktivitas sehari-hari.

Kondisi tersebut dinamakan ().

Sumber : Pixabay.com
Sumber : Pixabay.com

Gangguan kecemasan atau adalah gangguan psikis yang terdiri dari gangguan lainnya, seperti Obsessive Compulsive Disorder (OCD), Posttraumatic Disorder (PSD), menyeluruh, sosial, serangan panik, dan fobia.

Anxiety adalah takut, khawatir, atau tidak menyenangkan mengenai sesuatu.

Baca juga  Temukan Healing Terbaik Versi Dirimu Sendiri!

Hal ini dapat menjadi pemicu dalam kehidupan mereka. penyebabnya dapat datang dari mana saja, di rumah, di sekolah, di kantor.

atau yang timbul dari kondisi tersebut belum tentu menandakan kamu menderita atau .

muncul apabila masalah yang membuat diri sendiri hilang, namun rasa setelah masalah selesai masih tetap ada.

Hal ini yang dapat mengganggu kegiatan sehari-hari penderita.

Baca juga  Stres Di Rumah Terus ? Lakuin Ini Segera

dan tidak selalu buruk. Dalam kondisi tertentu kedua hal itu dapat membantu mengatasi tantangan dalam suatu situasi, contoh, rasa khawatir ketika hendak berpidato sehingga membuat gugup dan .

Hal tersebut wajar saja terjadi dan mungkin semua orang mengalaminya.

Jika tidak mengalami hal tersebut mungkin saja sulit untuk memotivasi diri sendiri agar melakukan kegiatan tersebut.

Beberapa cara yang dapat dilakukan jika mengalami adalah merubah gaya hidup, mengenali berbagai faktor yang memicu , bersosialisasi dengan masyarakat sekitar, dan konsultasi ke psikiater apabila sudah sangat mengganggu.

Sumber : Pixabay.com
Sumber : Pixabay.com

Jadikanlah faktor pencetus rasa cemas sebagai hal yang positif agar termotivasi untuk bekerja lebih baik atau memperbaiki diri.

Baca Juga

Digstraksi adalah Media User-Generated, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

Ivan Fadli