Menggapai Mimpi Ala Drakor Startup


Menggapai Mimpi Ala Drakor Startup 1

Drama Korea (drakor) Startup benar-benar mencuri perhatian selama penghujung tahun 2020. Drakor ini menyebabkan terjadinya dua kubu, yaitu tim Nam Do San dan tim Han Ji Pyeong. Jadi, kamu timnya Nam Do San atau Han Ji Pyeong? Eh tunggu dulu, pembahasan kali ini bukan tentang perseteruan dua kubu itu ya.

Drakor Startup cukup menarik karena tidak menyuguhkan drama bucin yang berlebihan. Drakor ini sangat dekat dengan realita yang dialami anak-anak muda zaman sekarang. Pelajaran berharga juga banyak dapat dipetik dari drakor ini. Salah satu pesan yang tersirat dari drakor ini adalah bagaimana mengatasi quarter life crisis.

Quarter life crisis, apa itu ya? Nah quarter life crisis maksudnya adalah suatu kondisi dimana kita sering galau dan kebingungan mencari jati diri. Ciri-cirinya adalah sering merasa terintimidasi atas kesuksesan orang lain. Sederhananya begini, ketika kita sering membandingkan diri dengan apa yang diraih orang lain disitulah kita mengalami quarter life crisis.

Jadi, apa saja tuh pelajaran quarter life crisis dari drakor ini? Apakah perseteruan Nam Do San dan Han Ji Pyeong termasuk? Eh, itu tidak ada kaitannya deh. Akan tetapi dari karakternya kita dapat pelajaran mengenai quarter life crisis.

Pertama kita belajar dari pemeran utamanya. Tentu saja Soe Dal Mi. Pada awal-awal drakor ini terlihat Soe Dal Mi begitu depresi. Sampai membentur-benturkan kepalanya di halte bis. Situasi awal ini penyebab utamanya karena Soe Dal Mi tidak ingin terlihat menyedihkan di hadapan kakaknya Won In Jae.

Sikap kompetitif Soe Dal Mi patut diacungi jempol. Kegigihan yang ditunjukkan oleh Soe Dal Mi  sungguh ‘ini macam’. Kegigihannya menemukan Nam Do San, teman sahabat penanya selama 15 tahun. Sebenarnya ada kesalah pahaman sih tentang orang di sahabat penanya ini. Tapi kalau dibahas ini jadi melenceng pembahasannya.

Soe Dal Mi yang sudah terbiasa diremehkan. Bos di kantornya selalau menjanjikan dia untuk diangkat sebagai karyawan permanen. Akan tetapi karena dia hanya lulusan SMA jadi realita itu urung untuk diwujudkan. Pasti kesal dong dengan situasi tersebut. Akhinya Soe Dal Mi mengambil keputusan yang tepat untuk resign dari kantornya.

Dengan memberanikan diri Soe Dal Mi mengikuti event pembuatan perusahaan rintisan di Sand Box. Soe Dal Mi tidak terduga menjadi CEO dan tergabung dengan Nam Do San dengan teman-temannya. Kepercayaan penuh dari Nam Do San untuk Soe Dal Mi mengangkat kepercayaan dirinya. Timnya memenangkan kompetisi yang diadakan oleh Sand Box tersebut.

Apakah permasalahan Soe Dal Mi sudah selesai? Tidak semudah itu Ferguso. Muncul lagi masalah baru setelah mereka mendapatkan investor. Timnya malahan bubar. Investor hanya ingin Nam Do San dan temannya. Dia kembali memulai kembali karirnya dengan membuang gengsinya dengan bergabung perusahaan kakaknya. Akhirnya Soe Dal Mi mendapatkan kesuksesan di perusahaan ini dan kembali menjadi CEO perusahaan rintisan.

Kita ke tokoh yang lain. Tentu saja bahas Nam Do San dulu. Dari kecil sebenarnya nasib Nam Do San sungguh cemerlang. Muncul sebagai juara olimpiade termuda. Orang tua mana yang tidak bangga dengan prestasi anaknya. Ternyata Nam Do San tidak bahagia dengan status juaranya. Penyebabnya karena dia mendapat jawaban saat kertas jawaban orang dibelakangnya terjatuh di sampingnya. Ini membuat dirinya sangat terintimidasi karena ketidakjujurannya. Jadi kalau mau tenang dan damai harus jujur.

Nam Do San juga kebingungan karena perusahaan rintisan yang dibangun bersama teman-temannya tidak berkembang. Investor satu-satunya hanyalah ayahnya sendiri. Apalagi ayahnya sudah kehilangan kesabaran karena kondisi perusahaan anaknya begitu saja. Akan tetapi, disaat kondisi perusahaan rintisannya begitu saja. Mereka mengambil kesempatan lain dengan mengikuti kompetisi anak IT yang bergengsi. Dan tidak diduga mereka juara. Karena inilah investor tertarik untuk merekrut mereka.

Semua berubah ketika Nam Do San mengikuti ajang pembuatan perusahaan rintisan. Mereka tergabung dengan Soe Dal Mi. Dia dengan rendah hati memberikan peran CEO ke Seo Dal Mi. Kegigihan dan ambisi yang besar benar-benar membuahkan kesuksesan dengan tim mereka memenangkan kompetisi perusahaan rintisan tersebut. Masalah demi masalah muncul lagi. Akan tetapi dengan kerjasama tim yang ciamik dan kegigihan yang kuat membuat mereka sukses kembali.

Tokoh selanjutnya yaitu Han Ji Pyeong. Awalnya kehidupannya sangat menyedihkan. Hidup sebagai yatim piatu dan tidak tau mau tinggal dimana. Akhirnya ada malaikat penolong,yaitu neneknya Seo Dal Mi. Han Ji Pyeong benar-benar mengenal potensi dirinya. Dia lihai dalam bermain saham. Berkat kegigihannya ini dia menjelma sebagai investor yang sukses. Malahan menjadi mentor timnya Soe Dal Mi saat mengikuti kompetisi perusahaan rintisan di Sand Box.

Tokoh yang lain yaitu Won In Jae. Nama sebelumnya yakni Soe In Jae. In Jae juga benar-benar terintimidasi dari para netizen maha benar. Dia dicap mendapat kesuksekan karena ayah tirinya yang kaya raya. Malahan pas saat kompetisi perusahaan rintisan di Sand Box dia dianggap sukses karena “orang dalam’ yaitu ayah tirinya. Padahal memang itu karena usaha In Jae sendiri.

In Jae patut diacungi jempol. Dia melepaskan bayang-bayang dari ayah tirinya yang kaya dengan mengikuti event pembuatan perusaahaan rintisan di Sand Box. Akhirnya dia mendapatkan kesukesan bersama adiknya Soe Dal Mi. Mereka akhrinya mewujudkan apa yang dicita-citakan ayahnya untuk membuat perusahaan rintisan.

Nah kita simpulkan. Untuk mengatasi quarter life crisis ini ala drakor ini yaitu, ikutilah setiap proses yang ada dengan pantang menyerah. Setiap proses itu tidak ada yang instan. Bahkan membuat mie instan saja membutuhkan beberapa proses. Pintar mencari peluang, tahan menerima kritikan yang membangun walaupun itu menyakitkan kalau didengarkan. Bersikap teguh pada pendirian diri sendiri dengan tidak terlalu memperdulikan kata-kata netizen maha benar. Satu yang jangan dilupakan adalah bersyukurlah terus kepada yang Maha Kuasa.

Seperti slogan di drakor ini, follow your dream. Ikutilah terus mimpi-mimpimu dan percayalah kepada dirimu sendiri tanpa paksaan dari orang lain.


Digstraksi adalah platform menulis independen, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

Ian Bangun

   

Subscribe
Notify of
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
Copy link
Powered by Social Snap