Menggunakan “Rasa sakit dan Kenikmatan” Untuk Meraih Kesuksesan

Menggunakan “Rasa sakit dan Kenikmatan” Untuk Meraih Kesuksesan 1

Apakah hal yang membedakan orang yang sukses dan yang tidak? Ada banyak hal yang membuat perbedaan diantara orang yang sukses dan tidak. Salah satu perbedaan terbesarnya adalah “kebiasaan”. Perbedaan kebiasaan antara setiap orang menentukan tingkat kesuksesan mereka di dalam hidup. Sederhananya, hal yang kita lakukan terus – menerus setiap hari membentuk sebuah kebiasaan. Kebiasaan membentuk sebuah karakter dan karakterlah yang membentuk jalan hidup kita(termasuk kesuksesan kita). Kita bisa melihat bahwa salah satu kunci kesuksesan di dalam hidup dimulai dari hal yang sederhana. Sesederhana sebuah kebiasaan.

Menggunakan “Rasa sakit dan Kenikmatan” Untuk Meraih Kesuksesan 3

Ada begitu banyak kebiasaan orang – orang sukses yang bisa kita cari di internet untuk kita tiru. Seperti: membaca buku, berolahraga, pandai mengatur waktu, bangun lebih pagi dan masih banyak lagi. Namun seringkali permasalahan yang kita alami bukanlah mencari kebiasaan – kebiasaan yang bisa membantu kita mencapai kesuksesan melainkan merubah kebiasaan kita agar bisa membantu kita mencapai kesuksesan. Bisa saja berbagai cara telah kita lakukan untuk merubah kebiasaan kita mengikuti kebiasaan orang – orang yang kita anggap sukses namun ditengah jalan kita merasa bosan, tidak sanggup, bahkan frustrasi yang akhirnya mengembalikan kita pada kebiasaan lama kita.

Jika teman – teman juga mengalami kesulitan untuk merubah kebiasaan maka kalian tidak sendiri. Ada banyak orang diluar sana yang mengalami hal yang sama seperti yang teman – teman rasakan. Yang telah mencoba berbagai hal untuk merubah kebiasaan – kebiasaan yang dianggap buruk namun gagal dengan berbagai macam alasan.

Pada artikel ini saya ingin berbagi sebuah teknik yang cukup sederhana namun efektif untuk merubah sebuah kebiasaan. Teknik ini merupakan salah satu teknik andalan yang digunakan motivator kelas dunia sekaligus entrepreneur Anthony (Tony) Robbins. Dalam bukunya yang berjudul “Awaken The Giants Within” Tony menjelaskan tentang salah satu teknik merubah kebiasaan yang disebut Neuro-Assosiative Conditioning yang terdiri dari beberapa langkah.

Saya akan menjelaskan kepada teman – teman sekalian tentang salah satu langkah yang sangat efektif dari Neuro-Assosiative Conditioning yang bisa langsung kalian lakukan. Langkah yang bisa kalian lakukan untuk merubah sebuah kebiasaan adalah dengan menggunakan “Rasa Sakit dan Kenikmatan” atau yang disebut juga sebagai Pain and Plesure untuk merubah kebiasaan yang kalian anggap tidak baik menjadi kebiasaan yang akan mendukung kalian untuk mencapai kesuksesan dibidang yang kalian inginkan.

Menggunakan “Rasa sakit dan Kenikmatan” Untuk Meraih Kesuksesan 4

Kebiasaan yang kita lakukan pada dasarnya digerakkan oleh 2 sensasi yang kita rasakan yaitu rasa sakit dan rasa nikmat atau kenikmatan. Bahkan bisa dikatakan segala yang kita lakukan didalam hidup didasari oleh kedua hal ini. Entah kita melakukan sesuatu yang didasari untuk mendapatkan kenikmatan atau untuk menghindari rasa sakit. Dengan memanfaatkan prinsip ini, kita bisa merubah setiap kebiasaan yang kita inginkan di dalam hidup kita.

Masih ingatkah kalian ketika masih berada dibangku sekolah kita biasanya mendapatkan pekerjaan rumah (PR) dari guru kita? Saya yakin jika kebanyakan dari kita akan berusaha untuk mengerjakan PR yang diberikan dengan sebaik – baiknya. Mungkin ada dari kita yang beberapa kali di bangku sekolah lupa mengerjakan PR, Namun saya yakin bahwa kalian semua lebih sering mengerjakan PR kalian ketimbang lupa mengerjakannya. Tanpa kita sadari, mengerjakan PR ketika masih berada dibangku sekolah merupakan salah satu contoh sederhana dari penggunaan “Rasa Sakit dan Kenikmatan”.

Menggunakan “Rasa sakit dan Kenikmatan” Untuk Meraih Kesuksesan 5

Ada berbagai macam alasan bagi kita untuk mengerjakan PR. Ada yang mengerjakan PR karena senang belajar(walaupun tidak banyak dari kita), ada yang mengerjakannya untuk mendapatkan nilai yang bagus, ada pula yang walaupun tidak menyukai mengerjakan PR namun tetap dikerjakan karena karena beberapa alasan seperti; mengganggap bahwa ini sebuah keharusan, tidak ingin mendapatkan nilai yang jelek, menghindari dihukum guru atau agar tidak ditegur orang tua. Apapun motivasi kita dalam mengerjakannya jika telusuri lebih dalam lagi, maka motivasi awalnya akan mengarah kepada “Rasa Sakit atau Kenikmatan” entah kita melakukannya untuk mendapatkan “kenikmatan” (perasaan senang ketika belajar,nilai bagus,dll) atau menghindari “rasa sakit” (nilai jelek, hukuman, teguran, tidak naik kelas, dst).

Pada dasarnya kita sebagai manusia memiliki keinginan lebih besar untuk menghindari rasa sakit ketimbang memperoleh kenikmatan. Saya yakin jika kalian kembali berkaca pada masa – masa sekolah, mungkin lebih banyak teman bahkan termasuk kalian sendiri yang tidak suka untuk belajar namun tetap mengerjakan PR dibandingkan teman kalian yang mengerjakan PR karena pada dasarnya suka belajar. Jika kalian termasuk kedalam golongan yang tidak suka belajar namun tetap mengerjakan PR maka hampir bisa dipastikan kalian mengerjakan PR untuk “menghindari rasa sakit”(nilai jelek, dihukum guru, ditegur orang tua, tidak naik kelas, dst). Dari contoh sederhana ini kita bisa melihat bahwa yang memotivasi kebanyakan manusia untuk melakukan sesuatu adalah rasa sakit.

Dengan mengetahui prinsip sederhana ini kita bisa menerapkannya pada kebiasaan yang ingin kita rubah. Caranya adalah dengan mengasosiasikan atau menghubungkan kebiasaan lama yang ingin kita rubah dengan hal yang menimbulkan “rasa sakit” didalam diri kita dan mengubungkan

kebiasaan yang baru dengan hal yang membawa “kenikmatan” bagi kita. Dengan melakukan hal ini maka hampir secara instan kita tidak ingin lagi melakukan kebiasaan kita yang lama karena menimbukan rasa sakit dan menjadi mudah untuk melakukan kebiasaan yang baru karena membawa kenikmatan bagi kita.

Contohnya, mungkin kalian memiliki kesulitan untuk bangun pagi sehingga seringkali harus buru – buru ke kantor. Kalian ingin merubah kebiasaan ini karena mungkin kalian telah membaca di artikel – artikel bahwa salah satu kebiasaan orang sukses adalah bangun lebih pagi atau kalian ingin bangun lebih pagi agar tidak perlu terburu – buru ke kantor. Maka yang perlu kalian lakukan adalah menghubungkan kebiasaan untuk bangun telat dengan hal yang buruk (yang menimbulkan perasaan sakit) dan bangun pagi dengan hal yang menyenangkan (membawa kenikmatan)

Menggunakan “Rasa sakit dan Kenikmatan” Untuk Meraih Kesuksesan 6

Kalian bisa menghubungkan bangun telat dengan hal buruk(yang menimbulkan rasa sakit) seperti contoh berikut. Ketika kalian bangun terlambat maka ini akan menjadi kebiasaan yang menyebabkan kalian sering terlambat, kebiasaan ini membuat kalian terlambat untuk meeting penting yang menyebabkan perusahaan tempat kalian bekerja gagal untuk mendapatkan suatu kontrak besar, sehingga kalian akhirnya dipecat, kehilangan pekerjaan,  kehilangan penghasilan, kehilangan kepercayaan karena perusahaan baru yang akan kalian lamar menghubungi tempat kerja lama kalian dan mengetahui alasan kalian dipecat karena sering terlambat.

Mendapatkan pekerjaan yang baru akhirnya menjadi sulit bagi kalian. Harus meminjam uang sana – sini untuk sekedar bertahan hidup. Bahkan yang dulunya bekerja nyaman dikantor kini harus berpanas – panasan bekerja sebagai kuli panggul dipasar karena reputasi dan nama baik telah rusak. Kalian bisa membuat skenario apapun yang kalian inginkan. Kuncinya adalah skenario ini dapat dihubungkan dengan kebiasaan yang ingin kalian rubah dan menimbulkan rasa sakit yang mendalam bagi kalian. Sehingga kalian akan melakukan apapun untuk tidak terlibat lagi dengan kebiasaan lama yang ingin kalian rubah. Karena rasa sakit yang kalian terima tidak sepadan dengan kenikmatan yang diberikan oleh kebiasaan lama.

Menghubungkan rasa sakit dengan kebiasaan lama tidaklah cukup, kalian juga harus menghubungkan “kenikmatan” dengan kebiasaan baru yang akan menggantikan kebiasaan yang lama. Masih mengambil contoh mengganti kebiasaan sulit bangun pagi dengan kebiasaan bangun lebih pagi, kalian bisa menghubungkan bangun lebih pagi dengan hal – hal yang membuat kalian senang. Bangun pagi bisa dihubungkan dengan kebiasaan orang – orang sukses, sehingga ketika kalian bangun pagi kalian termasuk ke dalam golongan orang sukses dan hanya menunggu waktu saja sampai kebiasaan kalian bangun pagi menuntun kepada kesuksesan.

Menggunakan “Rasa sakit dan Kenikmatan” Untuk Meraih Kesuksesan 7

Kalian juga bisa menggunakan skenario sebagai berikut. Ketika kalian bangun pagi kalian bisa datang ke kantor lebih awal sehingga kalian bisa menyelesaikan lebih banyak tugas sebelum pulang atau menghindari lembur dan juga memberikan kesan yang baik kepada pimpinan. Karena kalian memberikan kesan yang baik kepada pimpinan kalian akan mendapatkan kepercayaan lebih bahkan mendapatkan promosi karena dianggap benar – benar mencintai pekerjaan dengan kalian selalu datang lebih awal. Lihat, betapa hal yang sederhana seperti bangun lebih pagi bisa membawa dampak luar biasa didalam hidup kalian. Jika kalian bisa menghunbungkan bangun lebih pagi dengan hal – hal luar biasa yang akan membawa kenikmatan didalam hidup kalian dan kalian meyakininya maka kalian pastinya ingin selalu melakukannya karena membawa kenikmatan untuk kalian.

Bangun pagi adalah salah satu contoh kebiasaan yang bisa kita tambahkan ke dalam hidup kita dengan menggunakan prinsip “rasa sakit dan kenikmatan”. Prinsip ini bisa kita terapkan untuk setiap kebiasaan yang ingin kita rubah didalam hidup kita. Ingat, karena pada dasarnya yang mendorong kita untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatu adalah “rasa sakit dan kenikmatan”. Entah kita melakukan sesuatu untuk menghindari rasa sakit atau mendapatkan kenikmatan. Kita hanya perlu menghubungkan kebiasaan yang ingin kita rubah dalam hidup kita dengan hal yang membawa rasa sakit dan kebiasaan yang ingin kita tambahkan dengan hal yang membawa kenikmatan. Selamat mencoba 🙂

Digstraksi adalah Media User-Generated, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

Rainhard Gala