Mengimplementasikan Sistem Pemasaran Rasulullah Pada Masa Kini

Mengimplementasikan Sistem Pemasaran Rasulullah Pada Masa Kini 1

Banyak wirausahaan di luar sana muda maupun tua yang masih menggunakan cara pemasaran yang tidak baik, selalu curang dan tidak professional dalam berdagang. Sekiranya perlu mengkaji bagaimana etika dan akhlak dalam kegiatan ekonomi secara universal atau lebih tepatnya lagi etika dan akhlak dalam pemasaran kepada masyarakat sesuai yang pernah di lakukan oleh Rasulullah ﷺ.

Perspektif pemasaran dalam Islam disebut Ekonomi Rabbani yang tekait realistis, humanis dan balance (keseimbangan). Inilah yang membedakan ekonomi Islam dan ekonomi konvensional, pemasaran menurut Islam haruslah memiliki nilai dan karakteristik yang menarik dan berbeda dengan konvensional salah satunya yang diyakini adalah perbuatan seseorang akan di mintai pertanggung jawaban kelak di akhirat nantinya.

Dalam islam seorang muslim harus memiliki beberapa etika yang harus dimiliki dalam berwirausaha. Yaitu :

Pertama, memiliki spiritual (taqwa)

Taqwa dalam arti disini seorang muslim harus selalu menjalankan apa yang diperintahkan Allah dan menjauhi segala bentuk larangannya, sebagaimana firmannya dalam surah Al-Baqarah ayat 275 yang artinya “Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba”.

Kedua, memiliki kepribadian yang baik dan simpatik (shiddiq)

Seorang muslim haruslah memiliki Shiddiq dalam berbinis, karena dalam berbisnis haruslah jujur dalam perkataan dan benar dalam perbuatan.

Ketiga, harus belaku adil dalam berbisnis (al-‘adl)

Dalam berbisnis seorang muslim harus lah bersikap adil, karena dengan adil kita akan mendapat kepercayaan oleh para pembeli.

Keempat, melayani dengan rendah hati (khitmah)

Seorang wirausaha muslim harus memiliki sifat rendah hati dalam berbisnis.

Kelima, selalu menepati janji dan tidak curang (tahfif)

Janji adalah sifat yang sangat mengikat dalam segala aspek terutama dalam berbisnis, seorang muslim haruslah selalu menepati janji dalam berdagang, karena jika sudah ingkar akan mengecewakan para pelanggan.

Keenam, jujur dan dapat dipercaya

Salah satu sifat yang dilakukan Rasulullah dalam berniaga adalah berlaku jujur dan dipercaya.

Ketujuh, tidak berburuk sangka

Seorang muslim haruslah berpikiran positif dalam berbinis, untung atau rugi nya suatu bisnis adalah kehendak Allah, kita hambanya hanya melakukan dan berusaha semaksimal mungkin sisanya berpasrah dan menyerahkan segala kepada Allah SWT.

Kedelapan, tidak menjelek-jelekan

Seorang wirausaha muslim tidaklah saling menjelek-jelekan sangingan bisnisnya dalam berbisnis.

Kesembilan, tidak melukan suap (risywah)

Seorang muslim haruslah jauh dari kata suap yang bisa merugikan diri sendiri dan orang lain.

Selain etika dalam berbinis yang sudah dijelaskan di atas, ada beberapa hal yang harus di hindarkan oleh wirausaha muslim dalam berniaga, yaitu:

  • Tidak adil dalam menentukan tarif atau harga.
  • Transaksi yang mengandung MAGRIB (maysir, gharar, dan riba) tadlis.
  • Berkhianat dan ingkar janji.
  • Menimbun barang untuk menaikan harga barang tersebut.
  • Menjual barang hasil curian dan berkorupsi
  • Melakukan sumpah palsu dan berdusta
  • Memaksa untuk membeli
  • Melakukan monopoli
  • Tallaqi rukban
  • Melakukan suap dan sogok
  • Melakukan money laundry

Itulah beberapa etika yang harus dilakukan oleh para wirausaha muslim dalam berniaga dan menghindari segala bentuk larangan dalam berbisnis. Jadi, dari sudut pandang Syariah, pemasaran adalah setiap kegiatan yang dilakukan dalam suatu bisnis memiliki bentuk penciptaan nilai yang memungkinkan setiap orang untuk tumbuh dan mendapatkan keuntungan atas dasar kejujuran, keadilan, keterbukaan dan ikhlas dalam berbisnis.

Nah, ada beberapa tips dan strategi pemasaran yang pernah dilakukan Rasulullah ﷺ dalam mengembangkan bisnisnya pada zaman beliau yang wajib kita ikuti pada saat ini.

Pertama, Jadikan kejujuran sebagai motto utama dalam berdagang

Berkat kejujuran Rasulullah ﷺ mendapat julukan Al-Amin (yang dapat dipercaya), beliau selalu menunjukan kejujurannya kepada pembeli ataupun pemasok barang dagangannya. karena dengan kejujuran membuat para pembeli atau konsumen percaya kepada kita sebagai penjual. Mereka tidak akan merasa di bohongi atau tertipu oleh berbagai macam ucapan yang kita ucapkan.

Bagi Rasulullah kejujuran harus dijadikan motto dalam berniaga, apapun jenis bisninya.kejujuran harus di tempatkan pada posisi yang utama.

Kedua, Ikhlas dan Professional

Kejujuran bila diiringi dengan ikhlas akan membentuk kepribadian seorang wirausaha tidak lagi memandang materi sebagai tujuan utama, tetapi lebih mengedepankan ridho-Nya dalam hal keuntungan dan berserah diri apabila mendapat kerugian atau kemalangan.

Profesional dengan sifat kejujuran dan ikhlas adalah dua aspek yang saling menyeimbangkan. bahwa seorang profesional memiliki sikap untuk selalu melakukan yang terbaik dalam melakukan sesuatu atau menghadapi masalah. Tidak mudah menyerah dan tidak mudah putus asa bahkan bukan seorang pengecut yang selalu menghindar dari sebuah resiko.

Ketiga, Menyayangi dan menghormati pembeli/pelanggan

“Pembeli adalah raja”, kata tersebut biasa kita jumpai di masyarakat luar dan memang itulah salah satu prinsip dari bisnis. Karena menarik satu pembeli adalah hal yang sulit tetapi mempertahankan pembeli justru lebih sulit.

Rasulullah selalu melayani pembelinya dengan ikhlas, beliau tidak ingin jika pembelinya saat membeli barang dagangannya tertipu, sebagaimana Rasulullah bersabda “Tidaklah beriman seseorang dari kalian sehingga dia mencintai untuk saudaranya sebagaimana dia mencintai untuk dirinya sendiri”. [HR.bukhari]

Jika layanan yang diberikan kepada pelanggan memuaskan, mereka akan terus percaya dan  menjadi langganan setia produk yang ditawarkan, begitu pula sebaliknya. Letakkan kepuasan pelanggan itu di tingkat yang lebih tinggi seperti memenuhi janji apa yang di diklankan dalam pemarasan. Hal tersebut justru akan meningkatkan kepercayaan  pelanggan terhadap usaha yang kita jalani.

Keempat, Membedakan jenis produk

Rasulullah ﷺ selalu memisahkan antara barang yang bagus dan barang yang jelek. Selain itu, beliau juga membedakan harga sesuai kualitas produk yang dijualnya, tidak menyamakan semua produk tanpa melihat kualitasnya.

Dalam dunia pemasaran bisnis, kita mengenal berbagai jenis produk yang dapat dijual. Namun kenyataannya justru sebaliknya. Kebanyakan dari mereka malah mencari keuntungan dari “cacat produk”. Ini pasti akan merugikan pembeli dan  membuat mereka tidak lagi percaya.

Demikian beberapa tips dan strategi yang pernah dilakukan oleh Rasulullah ﷺ yang harus di terapkan dan dipahami lebih dalam, tentunya dengan mengikuti ajaran dan sunnah beliau bisnis yang akan dilakukan akan sukses dan berkah di dunia maupun di akhirat.

Digstraksi adalah Media User-Generated, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

Prammusti D.k