Mengintip Wilayah Indonesia Bagian Timur ala Novel ‘Tapak Jejak’

Mengintip Wilayah Indonesia Bagian Timur ala Novel 'Tapak Jejak'

memoir ‘Tapak Jejak’ merupakan sekuel dari buku terdahulunya yang berjudul ‘Arah Langkah’.

Lembaran awal dari ke 4 yang ditulis oleh menunjukkan keberlanjutan dari perjalanannya menelusuri berbagai daerah di Bumi Pertiwi, meski begitu 2 pengelana yang sedari awal menjadi kawan berbincang mengenai rute yang akan ditempuh satu per satu memutuskan untuk kembali pulang, namun sang tokoh utama terus berusaha meyakinkan diri bahwa ia mampu menjejakkan kakinya ke bagian paling timur Indonesia.

Fiersa Besari dan bukunya 'Tapak JeJak'
dan bukunya ‘Tapak JeJak’

Ternate dan Swarandee

Saya tahu kita memang tidak sedarah, tapi kamu seperti saudara bagi saya. Saat ini, saya sudah tak bisa melihatmu, namun di setiap doa, kamu selalu nyata dalam pandangan saya. Hati-hatiSwarandee, Tapak Jejak, halaman 39.

Bagi pembaca yang sudah menelan habis kisah yang ada di buku ‘Arah Langkah’ mungkin langsung teringat seorang gadis berambut panjang dengan tato Spongebob dan Patrick yang telah tergambar di lengan atasnya, ya nama perempuan itu Swarandee.

Di ternate keduanya -Bung dan Swarandee- tak lagi membicarakan perihal filosofi dari sebuah tato berupa tokoh kartun berwarna kuning dan merah muda, melainkan secara tak disangka mereka terlibat pada percakapan yang melibatkan luka lama dan terungkapnya kisah terpendam yang menjadi sebab dari rasa sakit yang meminta untuk disembuhkan segera.

Baca juga  5 Rayuan Film Dilan Yang Jadi Viral

Begitulah perempuan, setangguh-tangguhnya ia mampu menyelam di laut bebas atau mendaki puncak tertinggi nan terjal ia tetaplah manusia dengan perasaan rapuh.

Di sebuah sisi yang tersembunyi dalam relung hatinya selalu ada kisah yang manusia pilih untuk dirahasiakan lalu dengan itu dirinya berusaha menjadi tertawa lepas agar tak membebani orang lain karena permasalahan yang dihadapi.

Mulia memang, namun yakinlah Tuhan selalu mengirim orang-orang terpilih untuk membantu membuka matamu agar kamu dapat melihat sumber kebahagiaan baru di sekitarmu.

Bung makin jelek di Raja Ampat

Kekuatan Tuhan memang misterius. Tepat saat aku gundah, Dia mengutus seseorang yang memberikan jawaban ke mana kaki harus melangkah., Tapak Jejak, halaman 81.

Setibanya di Sorong, Bung disambut dengan kenyataan mengejutkan bahwa jarak antara Sorong dan tempat yang menyebabkan ia bernazar ternyata begitu dekat, dampaknya ia tak banyak memikirkan ke mana ia akan bepergian hanya satu yang ingin ia tuju yakni Raja Ampat.

Maka saat ia dipertemukan dengan hari di mana Sakti -kawan kenalannya yang bekerja di Sorong- bisa mendapatkan jatah cutinya, Bung sangat bersemangat untuk bisa melihat secara langsung, apa yang selama ini hanya dapat ia pandangi melalui media sosial.

Baca juga  5 Film Terbaik yang Diangkat dari Novel Best Seller

Setelah usai menuntaskan nazarnya yang membuat beberapa orang di sekitarnya tertawa dengan perubahan yang ia alami, dengan santainya Sakti memberi komentar “…. makin jelek”.

Namun membantah lelucon sang paman, sosok kecil bernama Syahrina malah merasa tertarik dengan Bung karena transformasinya yang mendadak itu.

Nah, menurut kalian sebagai pembaca apakah sebenarnya nazar yang telah dituntaskan oleh pengelana dengan sejuta pesan humanismenya ini ?

Kota Masohi di Pulau Seram

Begini, kebenaran selalu memiliki 3 wajah. Kebenaran menurut kamu, kebenaran menurut seseorang yang kamu anggap salah dan kebenaran itu sendiri.Bapak Toy Stanlie, Tapak Jejak, halaman 227

Selain dari cerita yang terus mengalir mengenai berbagai kejadian yang dilukiskan oleh penulis selama perjalanannya.

Di buku ‘Tapak Jejak’ ini pun diungkit kembali bagaimana Bung melewati kehidupan masa kanak-kanaknya yang sering berpindah-pindah tempat karena persoalan ekonomi dan sosial yang membelenggu keluarganya.

Ada masa-masa di mana ia terlalu terlena dengan pergaulan yang menyebabkan nilai akademiknya anjlok.

Penyesalan sebab sudut pandang yang salah telah ia label kan pada orang tuanya, bahkan rasa penasaran dan keingintahuan yang mengalir dalam diri Bung dan adiknya -Satriya- untuk membongkar juga merasakan hal yang tidak bisa dianggap biasa saja.

Baca juga  Pergaulan Memengaruhi Keimanan Seseorang Tergambar dalam Novel Atheis

Kehidupan dengan pasang surut yang ia lalui juga pertemuan dengan berbagai manusia, sedikit banyaknya telah mengubah cara pandangnya terhadap berbagai situasi.

Misalnya saja saat ia sampai di markas Komunitas Pecinta Alam yakni Gemapala.

Bung turut menyampaikan pendapatnya mengenai pemerataan pembangunan yang berbeda antara di Pulau Jawa dan dan daerah Timur Indonesia yang kini tengah menjadi topik pembicaraan di Markas tersebut.

Pembahasan semacam ini, sangat mudah dijumpai dalam setiap tulisan Fiersa, jadi sebagai pembaca kita pun akan memahami dari mana pola pikirnya itu muncul

Ucapan selamat datang

Dan dalam setiap kepergianku, hatiku selalu kutinggalkan di sebelah Ibu. Agar beliau tahu, bibir anaknya pergi untuk pulang pada punggung tangannya., Tapak Langkah, halaman 301.

Begitu banyak tempat persinggahan Bung di Wilayah Timur sana, yang tentunya tak kan mampu diuraikan secara singkat apalagi mendetail.

Jika kamu penasaran apakah Bung berhasil mencapai perbatasan timur Indonesia atau tidaknya? Atau ingin menemukan jawaban dari ungkapan yang tertulis di sini maka dengan membaca kedua buku perjalanan panjang dari Fiersa, kamu akan mengetahui jawabannya.

Salam Literasi!

Baca Juga

Digstraksi adalah Media User-Generated, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

Ama