Mengulas Kesehatan Mental Tokoh Karakter pada Anime Tokyo Revengers


Anime, atau kartun dari Jepang yang digambar dengan tangan maupun menggunakan teknologi komputer.

Kata anime merupakan singkatan dari animation dalam bahasa Inggris, yang merujuk pada semua jenis animasi. Anime sendiri dapat berwujud komik ataupun kartun, keduanya sama-sama digemari di kalangan anak-anak maupun remaja.

Banyak anime yang telah dibuat oleh animator dan banyak juga yang telah dirilis di berbagai penjuru dunia.

Beberapa dari anime yang sudah dirilis tersebut, salah satunya berjudul Tokyo Revengers.

Tokyo Revengers adalah serial anime yang diadaptasi dari manga ciptaan Ken Wakui dan sempat viral pada saat akhir tahun 2021.

Dengan ceritanya yang menarik dan karakter tokohnya yang unik, anime ini berhasil mengundang atensi anak-anak bahkan remaja di Indonesia.

Tidak hanya di Indonesia saja, Tokyo Revengers bahkan juga digemari hingga luar negeri, seperti Korea Selatan, Spanyol, Thailand, Filipina, Malaysia, dan masih banyak lagi.

Cerita Tokyo Revengers menggunakan alur campuran. Meskipun menggunakan alur campuran, tetapi penonton tidak dibuat bingung akan cerita yang ada di dalam kartun ini.

Justru sebaliknya, cerita ini malah semakin menarik karena membuat para penonton penasaran.

Berawal dari Hanagaki Takemichi (pemeran utama dalam Tokyo Revengers) yang berusaha menyelamatkan Tachibana Hinata (mantan kekasihnya) dari serangan organisasi kriminal di Jepang yaitu Tokyo Manji.

Setelah itu Hanagaki Takemichi bertemu dengan Tachibana Naoto (adik dari mantan kekasih Takemichi) dan pertemuan mereka ini yang membuat Hanagaki Takemichi kembali ke masa lalu untuk menyelamatkan Tachibana Hinata.

Seiring berjalannya cerita, mulai banyak tokoh karakter yang bermunculan dalam anime ini.

Masing-masing tokoh karakter memiliki keunikan karakter yang berbeda. Dalam anime ini juga diceritakan masa lalu dari beberapa tokoh karakter, seperti masalah mereka, keluarga mereka, hingga peristiwa yang menyebabkan suatu permasalahan yang timbul di masa depan mereka.

Dari beberapa permasalahan yang dialami tokoh karakter, ada masalah yang berhubungan dengan mental illness atau gangguan kesehatan mental.

Salah satu tokoh karakter yang memiliki masalah dengan gangguan kesehatan mental yaitu Sano Manjiro atau lebih dikenal dengan nama Mikey.

Di masa lalu, Mikey adalah pemimpin dari geng Tokyo Manji dan berlanjut hingga masa depan.

Saat kembali ke masa lalu, Takemichi bertemu dengan Mikey saat terjadinya pertengkaran antara Takemichi dengan anak buah Mikey.

Tetapi tidak disangka, Mikey ternyata mengajak berteman Takemichi, padahal misi awal Takemichi kembali masa lalu adalah menemukan Mikey dan mencegah Mikey agar tidak bertemu dengan Kisaki Tetta (salah satu pemimpin Tokyo Manji di masa depan).

Kisah pun terus berlanjut, Takemichi dan Mikey menjadi sahabat, dan Takemichi juga sudah berbaur dengan teman Mikey lainnya.

Takemichi juga bergabung dengan Tokyo Manji di masa lalu, tetapi tujuan Takemichi bergabung dengan Tokyo Manji adalah mencegah hal-hal yang tidak diinginkan di masa depan.

Hingga pada akhirnya, Mikey menjauh dari teman-temannya termasuk Takemichi. Ada suatu alasan yang membuat Mikey harus menjauh dari teman-temannya.

Di dalam komik Tokyo Revengers dijelaskan bahwa Mikey memiliki gangguan kesehatan mental, yaitu gangguan kontrol impulsif, suatu kondisi ketika seseorang memiliki kesulitan mengendalikan emosi atau perilaku.

Gangguan ini kadang tidak bisa dikendalikan oleh dirinya sehingga membuat Mikey menjadi orang jahat dan menjauhi teman-temannya.

Karena jika Mikey tetap bertahan dengan teman-temannya, itu akan menimbulkan dampak yang buruk bagi teman-teman Mikey.

Gangguan tersebut sebenarnya telah muncul pada saat Mikey berusia sekolah dasar.

Tetapi setelah bertemu dengan Draken (sahabat Mikey dari sekolah dasar) gangguan tersebut tidak nampak dalam kehidupan Mikey lagi.

Tetapi Draken tewas pada saat sekolah menengah atas dan itu membuat gangguan Mikey tersebut muncul kembali.

Gangguan ini telah menguasai Mikey dan mengganggu kejiwaannya. Emosi yang susah terkendali membuat dirinya bisa saja membunuh orang yang ada di sekitarnya tanpa ampun.

Belum diketahui apa penyebab pasti gangguan ini. Tetapi ada beberapa upaya yang bisa dilakukan untuk mengatasi gangguan ini.

Dilansir dari Alodokter dan Tirto, ada beberapa cara mengatasi gangguan tersebut, yaitu:

1. Pemberian obat-obatan

2. Pemberian obat-obatan berfungsi untuk meningkatkan fokus atau konsentrasi, serta mengatasi gangguan mental yang menjadi penyebab munculnya sikap impulsif.

3. Mempraktikan cara berhenti sejenak dan berpikir sebelum mengambil tindakan.

4. Menemukan kegiatan alternatif sebagai pengalihan ketika impulsif menyerang.

5. Menghindari situasi yang dapat memicu perilaku impulsif.

6. Tidur cukup.

7. Apabila sudah pada tahap yang mengkhawatirkan sebaiknya segera meminta pertolongan pada profesional.

8. Psikoterapi

Penanganan gangguan impulsif juga dapat dilakukan dengan psikoterapi berupa dialectical behavior therapy (DBT) dan terapi perilaku kognitif.

Melalui metode psikoterapi tersebut, pasien akan dibimbing dan dilatih untuk mengurangi perilaku impulsif serta meningkatkan kemampuannya dalam berpikir sebelum bertindak.

Dengan mengubah pola pikirnya, pasien akan mampu mempertimbangkan dampak dari setiap tindakannya.

Seseorang bisa saja melakukan perilaku impulsif hanya sesekali.

Akan tetapi, bila sikap impulsif tersebut sering terjadi dan merugikan diri sendiri maupun orang lain, hal ini perlu diwaspadai dan ditangani dengan tepat.

Gangguan mental memang tidak bisa disembuhkan secara langsung dan cepat, harus dengan perlahan.

Dengan melakukan hal-hal positif dapat meredakan gangguan tersebut. Sama halnya dengan yang dialami Mikey pada anime ini.

Jika dia memiliki keinginan untuk terlepas dari penyakitnya dan melakukan berbagai cara untuk sembuh, maka dia bisa kembali lagi bersama teman-temannya dan melakukan kegiatan yang positif.

Sama halnya dalam kehidupan sehari-hari kita, ketika seseorang mengalami suatu gangguan mental, kondisi tersebut dapat disembuhkan jika ada keinginan yang kuat untuk sembuh dan berusaha melakukan usaha-usaha dalam penyembuhan penyakit tersebut.

Dukungan dan motivasi dari lingkungan sekitar juga penting untuk seseorang yang mengalami gangguan mental.

Jika ada niat yang kuat dan dukungan dari orang sekitar, maka seseorang yang mengalami gangguan mental bisa terlepas dari kondisi tersebut dan melakukan kegiatan sehari-hari dengan tenang.