Menikmati Indahnya Candi Cetho di kaki Gunung lawu, Tawangmangu

Menikmati Indahnya Candi Cetho di kaki Gunung lawu, Tawangmangu 1

Menjelajahi Jawa Tengah rasanya tidak lengkap jika belum melihat dan berkunjung pada situs-situs peninggalan zaman dahulu, Jawa tengah sendiri memang terkenal dengan berbagai candi yang menjadi jejak peninggalan masa-masa kerajaan ratusan tahun silam, Salah satunya situs Candi Cetho.

Foto : Asih/ Candi Bentar Penyambut Tamu 
Foto : Asih/ Candi Bentar Penyambut Tamu 

Candi cheto merupakan candi yang berada di Desa Gumeng, Kecamatan Jenawi, Kabupaten Karanganyar, Jawa tengah, tepatnya berada dikaki Gunung Lawu. Konon katanya candi ini sudah ada sejak abad ke-15 Masehi dan dipercaya bahwa candi ini dibangun pada masa kerajaan Majapahit.

Dibutuhkan sekitar 3 sampai 4 jam dari kota Solo untuk sampai di lokasi Candi Cetho ini dengan menggunakan kendaraan roda empat, tiket masuk lokasi candi ini pun sangat terjangkau hanya sebesar Rp.10.000 saja, dengan berbagai fasilitas yang sudah cukup lengkap seperti musala, tempat parkir yang luas, toilet, tempat sampah, bahkan café atau warung-warung penjual makanan.

Tak seperti Candi pada umumnya candi ini memiliki bangunan lain seperti petilasan, arca, susunan bebatuan, dan taman-taman. lokasinya yang berada dikaki Gunung Lawu membuat suasana di Cand ini terasa sejuk serta memiliki keindahan tersendiri, ini dapat terlihat saat diperjalanan pengunjung akan disuguhkan oleh pemandangan alam yang luar biasa seperti bukit-bukit hijau, perkebunan teh, beberapa lokasi wisata, bahkan air terjun.

Candi ini telah mengalami beberapa renovasi dari bentuk awalnya dan kini terdapat 9 rundak, pada saat memasuki Kawasan candi ini pengunjung akan mendapati sebuah gapura kembar yang biasa disebut Candi Bentar sebagai candi penyambut tamu, dikawasan ini pengunjung akan melihat keindahan kota Tawangmangu dari ketinggian. Setelah melewati gapura tersebut pengunjung akan mendapati taman dan beberapa petilasan yang merupakan jejak petilisan leluhur masyarakat sekitar.

Foto: Asih/ Batu kura-Kura Raksasa
Foto: Asih/ Batu kura-Kura Raksasa

Pada rundak, terdapat susunan bebatuan dan arca, salah satu hal yang menarik disini adanya batu kura-kura raksasa yang memiliki makna sebgai symbol penciptaan alam semesta yang dijaga oleh dua arca disisi kanan dan kiri batu kura-kura tersebut selain itu terdapat sebuah batu panjang yang bernama phallus yakni batu menyerupai alat kelamin pria menurun sejaragnya batu tersebut menjadi symbol awal atau proses penciptaan manusia. Dari sini pengunjung pun akan dimanjakan dengan pemandangan puncak Gunung Lawu yang terlihat jelas.

Adapun beberapa bentuk batu lainnya yang menyerupai seperti katak, belangkas, dan kepiting. Disamping itu pengunjung akan mendapati dua banguanna candi yang berjajar dengan yang melukiskan sebuah relief kisah dimasa lalu, terdapat dua arca yang cukup terkenal yaitu arca Sabdopalon dan Nayagenggong.

Pada tingkat selanjutnya terdapat sebuah candi yang bernama Candi Sukuh yang digunakan sebagai tempat upacara bagi agama hindu, juga terdapat pendopo dan petilasan yang juga digunakan sebagai acara ruwatan atau berbagai kegiatan keagamaan bagi umat Hindu.

Foto: Asih/ Relief Candi Cetho
Foto: Asih/ Relief Candi Cetho

Puncak dari Candi cetho ini adalah adanya sebuah bangunan yang digunakan sebagai upacara partiran atau dahulu digunakan sebagai tempat bersemedi atau menyucikan diri bagi umat Hindu. Tak jauh dari lokasi ini terdapat sebuah candi yang bernama candi Kethek atau bermakna kera karena terdapat segerombolan kera yang mendiami candi tersebut.

Foto: Asih/ Tempat menyucikan diri agama Hindu
Foto: Asih/ Tempat menyucikan diri agama Hindu

Digstraksi adalah Media User-Generated, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

Asih Ati