Menilik Peran Televisi Dalam Kehidupan Masyarakat

Menilik Peran Televisi Dalam Kehidupan Masyarakat

Setiap tanggal 21 November kita memperingati Hari Televisi Sedunia. Penetapan ini berdasarkan Resolusi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) No. 51 Tahun 1996.

Sebagai salah satu media massa, hampir seluruh negara di dunia berharap televisi mampu membawa hak kebebasan setiap individu dalam memilih dan menonton.

Selain itu, dengan keberagaman informasi yang disampaikan televisi dapat mewujudkan peningkatan wawasan masyarakat sekaligus pengaruh positif.

Perkembangan Televisi

Ilustrasi tayangan televisi (Sumber: Freepik)
Ilustrasi tayangan televisi (Sumber: Freepik)

Di Indonesia sendiri, televisi telah mengalami berbagai arus perkembangan zaman hingga saat ini. Sejak kedatangannya, televisi pertama kali ditayangkan pada tanggal 17 Agustus 1962 dalam rangka Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-17.

Dalam siarannya, stasiun pertama di Indonesia yakni yang biasa kita kenal Televisi Republik Indonesia (TVRI) menyoroti proses upacara yang dilakukan di Istana Merdeka.

Sebagai lanjutannya, TVRI kembali melakukan siaran pada 24 Agustus 1962 dalam acara pembukaan ajang Asian Games ke IV yang diadakan di Jakarta.

Pada saat itu, Indonesia tengah menjadi tuan rumah dan didukung oleh TVRI sebagai perintis media massa televisi (Istanto: 1999).

Sayangnya, perkembangan televisi yang ada di Indonesia cenderung mengikuti roda pemerintahan dan situasi yang ada. Selama masa pemerintahan orde lama, TVRI menjalankan fungsinya sebagai alat media massa.

Dimana, TVRI menjadi jembatan penghubung informasi kepada masyarakat luas serta saluran hiburan alternatif. Sementara, selama masa pemerintahan orde baru, TVRI kerap dijadikan perangkat pemerintah dan media pembangunan (Mustika: 2012).

Dalam studi Deddy Mulyana menunjukan bahwa TVRI sebagai televisi pelopor memiliki sifat menjunjung pemerintah yang tujuannya untuk melaggengkan kekuasaan saat itu.

Digstraksi adalah Media User-Generated, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

Clara Ajeng