Meningkatkan Imunitas Dengan Optimisme

Meningkatkan Imunitas Dengan Optimisme

Dikala muncul varian baru dan lonjakan kasus dari hari ke hari selalu bertambah sedikit banyak akan mempengaruhi tingkat stress kita. Meskipun sebenarnya memiliki peluang sembuh lebih dari 90% tapi tetap saja pemikiran kita selalu tertuju bahwa jika kita positif , kita akan mati. Sehingga sangat wajar jika kita stress dengan berita-berita tersebut, ditambah tumpukan pekerjaan ataupun tugas sekolah.

Sangat manusiawi jika kita stress, karena stress merupakan salah satu dasar kita untuk menyampaikan perasann, menemukan suatu masalah untuk diperbaiki. Jika stress yang ada dalam diri kita rendah maka akan menjadikan kita apatis dengan apa yang terjadi di sekitar kita, sedangkan jika stress dalam tubuh kita berlebihan juga akan berdampak buruk bagi kesehatan kita karena akan menimbulkan sikap yang negatif terus menerus.

Baca juga  Penting! Inilah Cara Meningkatkan Imunitas Tubuh Yang Perlu Kamu Tahu

Dari hal tersebutlah kita harus pandai memanage stress yang timbul dalam diri kita. Iya, menurut Dr. Hilmy stress itu bisa di kontrol loh oleh diri kita. Stress yang dibutuhkan tubuh kita adalah stress yang membuat kita lebih semangat melakukan kegiatan sehari-hari kita. Guru semangat mengajar, ibu rumah tangga semangat mendidik anak, anak semangat untuk belajar dan sekolah, ayah semangat untuk tetap mencari nafkah, dan sebagainya.

Sedangkan stress yang tidak dibutuhkan tubuh kita adalah segala pikiran negatif yang membuat kita selalu overthinking mengenai apapun yang belum pasti.

Berikut ini macam-macam stress yang muncul selama menurut WHO.

  1. Takut dan khawatir tentang kesehatan diri dan juga orang lain
  2. Situasi keuangan atau pekerjaan
  3. Perubahan pola atau makan serta kesulitan atau konsentrasi
  4. Gangguan kesehatan fisik dan juga kesehatan mental
  5. Peningkatan penggunaan tembakau atau alkohol dan zat lainnya
Baca juga  Meningkatkan Imunitas di Masa Pandemi Dengan Menjaga Pola Tidur

Menurut Dr. Hilmy, bagi orang yang mengalami positif -19 disarankan untuk tidak bermain medsos terlebih dahulu karena cenderung recovery nya lama. Sedangkan bagi orang yang selalu berpikir positif lalu menerima dengan tenang serta mengurangi main medsos recoverynya akan lebih cepat.

Hal ini terbukti dari beberapa kasus yang pernah ia tangani. Ada yang proses sembuhnya berbulan-bulan karena ia tidak pernah lepas dari media sosialnya, sedangkan sebagian orang yang membatasi diri dari media sosial selama hanya membutuhkan waktu sebentar untuk pemulihan.

Mengutip dari salah satu buku ilmuan muslim yakni Ibnu Sina mengatakan “pengaruh emosi dan kemauan berdasarkan pengalaman medisnya, bahwa sebenernya secara fisik orang-orang yang

Baca juga  Tiga Tips Sederhana Meningkatkan Imunitas
, hanya dengan kemauannyalah, dapat menjadi sembuh dan begitula orang-orang sehat dapat menjadi benar-benar bila terpengaruh oleh pikirannya bahwa ia .”

Sehingga dalam permasalahan pelik mengenai ini yang harus kita jaga adalah sikap positif kita akan sesuatu yang terjadi pada diri kita dan lingkungan yang kita tinggali. Dan kuncinya adalah kita harus terus menciptakan bahagia (hormon endorphin) untuk meningkatkan .

Carilah segala aktivitas yang membuat kehidupan kita bahagia, entah dengan mendalami hobi, ataupun mengembangkan soft skill di dunia kerja. Berikut ini beberapa rekomendasi aktivitas yang seimbang agar kita senantiasa bahagia:

  • Ibadah rutin
  • Pola hidup sehat
  • Olahraga teratur
  • Tetap berhubungan dengan orang lain
  • Berpikir positif dan realistis

Selamat mencoba, Kita harus terus berdoa dan berusaha, jangan menanamkan segala yang jelek dalam pikiran. Tetap patuhi protokol kesehatan dimanapun kalian berada ya! Karena dengan kita patuh, tidak hanya menjaga diri sendiri tapi juga menjaga lingkungan terdekat kita.

Baca Juga

Digstraksi adalah Media User-Generated, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

Nurul Hidayah

   

Si Perasa