Menjadi Bahagia Saat Pandemi

Menjadi Bahagia Saat Pandemi 1

Saat-saat Ini, kita menjalankan berbagai aktivitas dalam rumah. Ruang kita dibatasi oleh kehadiran covid-19. Jika semula kita sering berpergian keluar dengan bebas ke tempat-tempat umim seperti alun-alun, Gereja, taman dan tempat-tempat lainya maka saat ini ada banyak peraturan yang mengikat kita. Kita tidak bisa bertemu banyak orang. Kita tidak bisa memeluk atau menyentuh orang-orang terdekat kita. Kita merasa tidak bahagia. Kita merasa tertekan.

Jika kita merasa tidak bahagia maka sekiranya kita perlu mengubah cara pandang tentang kebahagian. Tujuannya tentu saja agar kita smakin merasa bebas Dan bisa hidup di mana saja dan dalam situasi dan kondisi apa saja. Pada dasarnya kebahagiaan bukan tergantung pada hal-hal di luar diri kita. Dan Setiap orang pasti merindukan hidup yang penuh dengan kebahagiaan. Tujuan akhir dari setiap perjalanan hidup manusia tentunya kebahagiaan. Tetapi apakah kita pernah bertanya apa itu kebahagiaan? Apakah kita akan disebut sebagai orang yang bahagia kalau segala masalah dalam hidup dapat terselesaikan dengan baik? Ataukah kita akan bahagia kalau kita sukses dan kaya? Ada yang mendeskripsikan kebahagiaan sebagai kekuasaan atau juga bahagia berarti selalu sehat. Kebahagiaan tidak bisa disamakan dengan kekayaan. Ada banyak orang kaya tapi merasa tidak bahagia. Raut wajah mereka pucat pasi. Hal ini berbanding terbalik dengan orang miskin. Hidup dalam kemiskinan tidak membuat mereka merasa sedih. Mereka memutuskan untuk bahagia walaupun tak punya harta dan materi.

Kebahagiaan lebih merupakan satu keadaan yang menyangkut cara berpikiri dan cara pandang daripada suatu lingkungan di sekitar kita. Ketika situasi lingkungan kita tidak sempurna, perasaan puas dan bahagia masih dapat kita temukan karena hal itu tergantung dari keputusan kita. Kita perlu mengusahakan, memelihara dan menjaga agar pikiran dan perasaan kita selalu melekat pada hal-hal yang positif dan sehat.

Kebahagiaan juga adalah sekarang ini. kita tidak lagi hanya memusatkan perhatian pada keprihatinan-keprihatinan dan masalah-masalah masa lampau. Kita juga tidak lagi hanya memikirkan tentang masa depan yang belum tentu terjadi. Kebahagiaan menjadikan kita mampu melihat informasi yang kita miliki dengan kacamata dan cara pandang yang baru dan kreatif. Hal itu memampukan kita membuat keputusan-keputusan yang produktif, rasional dan pada waktu yang tepat. Kebahagiaan bukan pula berkaitan dengan hasrat dan keinginan. Saat kita tidak bisa memenuhi keinginan kita maka kita tetap bahagia.

Kebahagiaan bulan pula terletak pada hasil. Bahagia adalah sebuah proses. Artinya kebahagiaan berkaitan erat dengan tindakan manusia atau dalam bahasa aristoteles sebagai “aktivitas manusiawi”. Kebahagiaan merupakan hadiah dari aktivitas yang kita lakukan. Tentu Aktivitas ini bukanlah aktivitas yang merugikan diri sendiri atau orang lain. Seperti pendapat thomas aqiunas, kebahagiaan terletak pada sebuah aktivitas atau kebiasaan Melakukan keutamaan (virtues). Artinya bahwa kebahagiaan hanya dimiliki oleh orang yang selalu melakukan kebaikan. Kata kuncinya adalah “selalu” (bukan pernah atau kadang atau juga beberapa kali). Marilah kita selalu melakukan aktivitas yang membahagiakan yakni dengan selalu melakukan kebaikan dalam hidup kita setiap hari. Pada akhirnya, kita akan menjadi bahagia walaupun pandemi sedang berlangsung.

Digstraksi adalah Media User-Generated, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

kardi manfour