Menjadikan kekayaan sebagai panggung mengejar “FYP”


Menjadikan kekayaan sebagai panggung mengejar “FYP” 1

Aplikasi Douyin dirilis pertama kali pada tahun 2016, kini menjadi tren dikalangan masyarakat Dunia. Douyin atau lebih dikenal dengan Tiktok menjadi aplikasi non-gaming yang paling banyak diunduh melalui riset Aplikasi sensor tower edisi Agustus 2020. Tiktok menjadi aplikasi dengan total unduhan lebih dari 63,3 juta baik dari IOS ataupun Android.

Dan tebak siapa yang menjadi ladang pengunduh terbanyak aplikasi ini?

Jelas warga Indonesia, tidak tanggung-tanggung kita menyumbangkan sebanyak 11% dari total unduhan Tiktok diseluruh Dunia.

Kenapa dan bagaimana bisa Tiktok menjadi begitu menggelegar di lini masa media social?

Fandhy Thesia selaku Marketing Operations Manager Tiktok Indonesia menyatakan bahwa alasan utama viralnya konten Tiktok sehingga bisa diterima dimarket adalah variasi konten yang menjadi power dari aplikasi ini.

Saat ini Tiktok telah berevolusi menjadi Aplikasi yang melahirkan Kreator-kreator. Tiktok sudah tidak lagi sebatas aplikasi yang dijadikan sebagai hiburan semata. Variasi yang semakin melebar membuat semakin bebas kreator-kreator dalam membuat kontennya untuk dinikmati.

Seperti koten yang tengah ramai saat ini adalah konten dengan label “pamer kekayaan”.

Apakah itu salah?

Saya tidak akan membahas salah atau tidaknya, karena itu akan menjadi perdebatan baru seperti bumi bulat atau datar?, bubur diaduk atau tidak?, duluan ayam atau telur?, atau lebih baik mana dukun atau cenayang?

Pandji Pragiwaksono dalam salah satu shownya pernah berkata  “sedikit lebih beda lebih baik, dari pada sedikit lebih baik”.

Bahwasannya beda menjadi kunci dari sebuah inovasi baru. Jika sebuah karya dibuat lebih baik sedikit dari karya yang lain, kecenderungan pasar yang ter notice hal tersebut tidak terlalu tinggi. Sebaliknya jika sebuah karya dibuat sedikit lebih beda dari karya lain, kecenderungan pasar yang ter notice hal tersebut akan lebih tinggi.

Ini menjadi jawaban mengapa konten-konten yang diluar kemampuan dan konten yang tidak biasa menjadi banyak ditonton. Sebab pamer kekayaan tidak bisa dilakukan oleh orang-orang miskin, dan konten menjual nasi goreng 400 juta dengan lansung menampakan sebongkah uang cash 400 juta adalah kegiatan yang hanya bisa dilakukan sebagian orang atau dengan kata lain jarang ditemukan.

Dan hal seperti itu tetaplah sebuah karya. Secara teknis mereka yang dilabelin dengan kata “pamer kekayaan” , pada dasarnya mereka juga tetap seorang konten kreator sebab video yang dihasilkan pasti melalui berbagai tahap dan kesulitan.

Sama halnya dengan konten joget dan ngedance, konten makan makanan mewah atau membeli mobil karena gabut tengah malam pastinya juga memerlukan skrip atau persiapannya tersendiri.

Diluar dari jenis kontennya, setiap kreator yang membuat video untuk diposting diTiktok pastinya mengejar dan mendambahkan videonya bisa masuk fyp. Sebab For your page (FYP) adalah cara main sesungguhnya aplikasi ini.

Dan untuk bisa masuk fyp, semua orang harusnya memiliki inovasi tersendiri supaya konten yang mereka hasilkan memiliki keunikan dan kelebihan agar konten tersebut bisa menarik perhatian penontonnya.

Lalu apakah kekayaan dijadikan sebagai panggung untuk Fyp bagi mereka kreator “pamer kekayaan” ?

Bagaimana jika saya mengatakan bahwa body lansing dan sexy dijadikan sebagai panggung untuk fyp juga bagi mereka kreator joget mengjoget?

Dari sini saya menyimpulkan bahwa kekayaan dan body sexy adalah hal yang sama. Keduanya dijadikan sebagai alternative pembeda bagi konten mereka masing-masing.

Yang paling penting adalah bagaimana sudut pandang kita sebagai penikmat. Jika manusia telah memutuskan untuk tidak menyukai sesuatu, secara alamiah manusia itu akan mencari alasan mengapa ia membenci hal tersebut.

Aplikasi Tiktok dan pamer kekayaan
Aplikasi Tiktok dan pamer kekayaan

 


Andy Chandra

   

Dari Kelompok Minoritas yang mayoritas menolak untuk bersastra!

Subscribe
Notify of
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
Copy link
Powered by Social Snap