Menunggu datangnya kabar pulang

Menunggu datangnya kabar pulang 1

“Apa kurangnya?” seorang gadis muda menatap dirinya dalam cermin. Begitu cantik, begitu anggun dengan balutan simpel nya, kaos polos dengan warna biru tua bekerah V membalut tubuhnya, dengan jeans abu abu. Apa yang dikenakan nya selalu terlihat cantik. Tapi apakah kecantikan mampu mengubah hatinya? Cinta yang lama, cinta yang tak pernah padam untuknya.

“Rosaaaaaaaaaaaaaaaa…. cepat keluar” panggil ibunya. Iya Rosa, seorang gadis muda cantik, dengan usia 17 tahun duduk di bangku SMA  dan banyak disukai para pria. Apa yang membuatnya jatuh hati pada pria seperti dia? Pria yang tidak pernah mencintainya. Pria yang selalu saja mengganggapnya seperti debu yang menempel disetiap sudut rumah, dan akan dibersihkan setiap hari. Baginya, mencintainya adalah bukan kesalahan, siapa yang dapat menyalahkan cinta? Kita tidak akan pernah tau kapan cinta itu datang dimana kapan dan pada siapa kita jatuh cinta.

“Iya sebentar Ma” bergegas ia keluar kamar dan cepat menuruni tangga rumahnya. Ibunya sudah menunggu sejak dari tadi minta diantarkan ke supermarket terdekat untuk membeli bahan bahan dirumah yang sudah habis. Rosa mengambil kunci mobil, dan mulai mengeluarkannya dari garasi rumah.

“Apa yang membuatnya jatuh cinta pada perempuan itu? bukankah aku yang lebih mengenal Daryl dibanding dia? Ya tuhaan.. kapan……… capek kali gini terus, kalo ada cowok yang mirip dia sekaligus kepribadian nya, pasti sudah lama gue gebet.. sayangnya, yang seperti dia cuma satu, one and only” Resah Rosa. Daryl seorang teman lamanya, iya hanya teman. Tetapi mengapa ia mampu membuat Daryl yang terspesial di hatinya. Memang banyak kenangan yang pernah dilewatinya, tapi itu dulu, semasa SMPnya. Daryl bukan bekas pacar Rosa, tetapi sahabat lama nya yang pergi karena Daryl tahu Rosa mencintainya. Dan kini Daru memilih untuk menjadikan Rosa hanya sebatas teman, karena ia tak mau menyakiti gadis sebaik Rosa.

Pagi dengan embun yang semakin membuat pagi ini indah, menurutnya tinggal di daerah dingin memang sangat menyenangkan dibanding tinggal di daerah perkotaan yang panas. “Masih nunggu kamu sampai sekarang Ryl, kapan balik seperti dulu. Nggak perlu jadi pendamping hidup, yang penting bisa komunikasi sama kamu itu udah bikin seneng banget” gumam Rosa.

Menunggu pulang.

Seperti hal nya anak elang yang menunggu induknya

Kembali kedalam sangkar.

Seperti hal nya senja yang menginginkan matahari pulang

Yang akan digantikan oleh bulan.

Seperti hal nya aku, yang menunngumu pulang.

Kapan kah akan kembali?

Kembali dalam tawa yang hingga menyesakkan dada,

Kembali dalam cerita-cerita yang kita miliki bersama.

Akan kah kembali?

Dirimu yang dulu? Yang telah lama pergi jauh.

Aku menunggu pulang mu.

Begitulah yang ia tulis di dalam blog pribadinya. Kejadian itu memang sudah lama sekali, tetapi mengapa pria itu masih saja berbekas di hatinya.

 

“Pacaran sama dia? Makan hati doang tau gak! Akhir-akhir ini dia jarang banget bales kalo gue hubungin, balespun cuma singkat aja, maunya gimana sih dia.. ketemu ngajak jalan, ngajak jalan juga maunya ini itu, matre, gue harus gimana bro” kesal Daru dalam curhatnya bersama sahabatnya, Zaki. Acha pacarnya, teman SMAnya dulu dan hingga sekarang sudah menjadi pacarnya, memang hanya gadis biasa tidak seperti Rosa, tetapi ia memanfaatkan Daryl untuk kepentingan nya sendiri.

“Yaudah putusin ajalah, ribet. Lo kan laki, ganteng, kaya, siapa yang ngga mau sama lo, cari perempuan lain”.

“Kasian zak, ngga tega. Tapi gue pikir-pikir emang pantes aja sih.. dia nya aja begitu”

“Eh Ryl, inget Rosa nggak? Temen lo yang cantik itu, kenapa ga sama dia aja sih? Dia keliatan baik, smart lagi, dulu kan lo bareng dia terus” zaki berseru, mengingatkan Daryl pada masa lalunya.

Rosa? Apa kabar dia? Sahabat cantik ku, tapi entah mengapa aku tidak pernah mencintainya. Gadis yang pernah mengisi masa sulit dan senangku, gadis yang selalu bisa memberikan solusi jika aku memiliki masalah. Aku rindu Ros…

Daryl termenung. Mencoba menginat hal-hal masa lalu yang pernah ia lewatkan bersama Rosa. Mungkin dia Rindu, entahlah.

“Cinta nggak bisa dipaksain, tapi ga tau sekarang, dia kaya apa ya sekarang? Coba gue hubungin nanti, saran lo bagus juga hahahah” seru Daryl. Lelaki, mengapa kebanyakan seperti itu, mudah sekali untuk menjauhkan apa yang tidak disukanya dan akan mendapat apa yang ia inginkan. Malam itu Daryl berfikir, tentang kabar Rosa, ia ingin sekali bertemu dengan nya, gadis cantik sahabatnya dulu. Dia berfikir untuk meninggalkan Acha dan akan mencoba berhubungan dengan Rosa. Siapa tahu Rosa masih memiliki perasaan untuknya atau juga sebaliknya. Dia berfikir mungkin dia akan bisa berpacaran dengan Rosa, tapi dia tidak mencintainya. Menurutnya itu hal gampang, mungkin dengan berjalan nya waktu dia bisa mencitai Rosa karena terbiasa bersamanya.bagaimana dengan Rosa?belum tentu dia mau menerima daryl dengan mudah setelah semua yang ia lakukan kepadanya….perempuan bukanlah tempat untuk di kunjungi sebagai pelarian sesaat 

Siang ini, Daryl berencana untuk mengunjungi rumah Rosa. Beberapa bulan lalu, Daryl terakhir berkunjung kerumah Rosa saat itu mereka masih sekelas dan sedang kerja kelompok bersama. Semenjak kejadian Daryl mengetahui Rosa mencintainya , Daryl lebih memilih menjauh dan pergi dari Rosa, untuk mengurangi beban pikiran Rosa karena terus menangisi nasibnya bahwa Daryl  mencintai wanita lain yang bukan dia.

Kejadian ini terulang kembali akhirnya Daryl berkunjung kerumah Rosa untuk menemui Rosa dengan alasan sudah lama tak bertemu Rosa….sebelum kerumah Rosa Daryl sempat menghubungi lewat telepon genggam yang singkat “Halo Rosa apakabar apakah ini benar nomermu? jawab Rosa “iya benar tapi ini dengan siapa?” dengan sedikit kaget dan terkejut Daryl bingung mengapa Rosa tak mengetahui nomer ponselnya padahal Daryl tidak pernah mengganti nomernya mungkin karena Rosa ingin menghapus kenangan bersama Daryl jadi Rosa menghapus semua tentang Daryl termasuk nomer hpnya “ini aku Rosa Daryl temanmu bolehkah aku mengunjungi rumahmu Rosa da nada hal yang ingin aku sampaikan” jawab Rosa “boleh kok ryl dateng aja emang mau kapan”? “bsk malem boleh”? jawab singkat daryl Rosa sambil menutup telponannnya “iya boleh kok”

“akhirnya malam itupun tiba di kerinduan yang tak berujung akhirnya mereka bertemu di teras rumah rosa”

“hai ros apa kabar? Ucap dari dengan lembut. Terlihat dari raut wajah rosa yang sedang sakit tetapi menyembunyikan penyakitnya akhirnya rosa menjawab dengan tenang”aku enggak apa2 kok daryl” gimana kuliah kamu lancar2 aja kan? Daryl terus bertanya2 kepada rosa tetapi rosa hanya menjawab dengan seadanya dan datar. Dibalik itu semua karena rosa sedang sakit rosa sudah beberapa minggu menjalani kemo terapi belum di ketahui pasti penyakit apa tetapi penyakit ini sangat berbahaya.seandainya daryl tahu rosa sedang mengalami kemo terapi apa yg bisa dia lakukan?apa dia akan berhenti mencintai rosa?atau malah sebaliknya dia akan terus menjaga rosa…karena segala yang kita sayangi pada akhirnya akan hilang .entah itu karena di ambil tuhan atau di ambil orang belajarlah untuk memaknai keberadaannya dengan penuh syukur. Jangan terlalu genggam erat biar tidak berkarat jangan terlalu di beri bebas agar tidak lepas.cukup dijaga dan dipeluk baik baik sampai pada saatnya nanti titipan itu pergi J 

Untuk saat ini aku bersyukur bisa duduk disamping kamu dan hari ini aku bersyukur bisa ada di hati kamu maaf jika aku pernah buat kamu kesel.terima kasih untuk kamu karna dari sekian banyak cowok di dunia kamu milih aku dan terima kasih untuk sebagai pendamping jidup kamu. Aku yang engga sempurna seperti cowo lain tapi kamu mampu milih aku sebagai pendamping hidup kamu. Dan 1 hal yang harus kamu tau aku mampu menyayagi kekurangan kamu aku mampu saying semua dari kamu. Aku belum pernah berfikir kehilangan kamu but you are my everything you are my angel. Selamanya aku tetap saying sama kamu cinta sama kamu. Love you so much

Dia bukan pacar.dia hanya wanita yang “memiliki komitmen yang sama denganku”dan berusaha menjaga komitmen itu sampai akhir

Digstraksi adalah Media User-Generated, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.