Menyesatkan Diri Beda Dengan Tersesat!


Menyesatkan Diri Beda Dengan Tersesat! 1

Berkendara merupakan suatu kegiatan berpindah dari satu tempat ke tempat lainnya dengan menaiki atau menunggangi sesuatu kendaraan. Sedangkan kendaraan sendiri merupakan suatu hal yang bisa dikendarai atau dinaiki, seperti halnya dokar, motor, mobil, kapal, pesawat dan beberapa hal yang bisa dinaiki beserta dikendarai lainnya. Jadi bisa dikatakan berkendara adalah suatu kegiatan berpindah dari suatu tempat ke tempat lainnya dengan menggunakan alat trasportasi seperti motor, mobil pesawat dan beberapa kendaraan lainnya.

Selain sebagai sarana bertransportasi, berkendara juga menjadi sarana hiburan dan hobi. Contoh yang kita semua ketahui seperti sunmori, touring, ataupun sejenisnya. Semua kegiatan tersebut dilakukan berlandaskan kesukaan dengan tujuan untuk mencari suatu hiburan, tak ada rasa terbebani melakukan kegiatan tersebut walaupun kelihatannya cukup melelahkan.

Senada dengan saya yang juga menjadikan berkendara sebagai salah satu sarana hiburan. Saya dengan cukup berani memilih jalan ninja yang agak berbeda. Biasanya orang akan bepergian menuju suatu tempat dengan melewati rute yang jelas dan mereka sudah ketahui, atau minimal ada gambaran kasarnya. Akan tetapi hal tersebut kadang tak terjadi kepada saya, seringkali saya justru menyesatkan diri hanya untuk sekedar refreshing dan mencari hiburan.

Perlu diingat, menyesatkankan diri itu berbeda dengan tersesat, entah itu dari niatnya maupun juga esensinya. Pada dasarnya menyesatkan diri merupakan wujud tindakan sadar dan menyenganja dari pelakunya dengan adanya persiapan. Berbeda dengan tersesat, tersesat lebih mengarah kepada kejadian yang tidak disadari dan pelakunya tanpa ada maksud untuk menyengaja. Dari situ sudah bisa diketahui dengan jelas perbedaan kedua hal tersebut.

Lalu apa gunanya menyesatkan diri? Ngerepotin aja, enakan buat tidur!. Eit tunggu dulu, jangan anggap menyesatkan diri merupakan kegiatan remeh-temeh, mentang-mentang sekilas kayak orang gabut. Menyesatkan diri sebenarnya adalah kegiatan yang cukup menyenangkan dan sudah lumayan cukup untuk menjadi sarana hiburan di kala suntuk. Ada beberapa alasan yang mendasari saya bisa berargumen seperti itu.

Pertama menyesatkan diri itu menyenangkan menurut saya pribadi. Hal Ini merupakan prefensi masing-masing. Jadi tak ada yang bisa membenarkan ataupun menyalahkan, kecuali bila kegiatan tersebut bertentangan dengan peraturan yang berlaku ataupun menciderai hak-hak yang dimiliki orang lain. Selama tidak dilarang dan menganggu orang lain, berarti boleh-boleh saja kan. Lagi pula motor milik sendiri bukan punya orang lain, jalan pun juga milik umum, ditambah tetap mematuhi aturan berlalu lintas. Jadi boleh-boleh saja kan.

Alasan yang kedua adalah manfaat yang didapat ketika menyesatkan diri. Walaupun kegiatan tersebut seperti orang yang sedang gabut, akan tetapi ada manfaat yang terkandung di dalamnya. Manfaat yang pertama dari menyesatkan diri adalah bertambahnya variasi rute berkendara. Dengan menyesatkan diri secara tidak langsung rute yang diketahui akan bertambah. Hal tersebut terjadi karena di saat menyesatkan diri kita mendapatkan informasi baru mengenai rute dan jalanan. Entah itu tembusan, entah dapat jalan pintas ataupun sekedar informasi perduniawian.

Menfaat kedua dari menyesatkan diri adalah melatih ketangkasan beserta mental. Tak jarang ketika menyesatkan diri secara tidak sengaja memilih medan yang cukup berat, alhasil ketangkasan berkendara akan ditempa sekaligus diuji secara bersamaan, ditambah juga dengan ketidaktahuan mata angin membuat keputusan memilih arah semakin ngawur. Jadi lengkap antara melatih ketangkasan dengan medan dan juga melatih mental ketika ngawur memilih arah.

Jadi kegiatan menyesatkan diri bukanlah suatu kegiatan yang aneh dan tidak berguna. Malahan ada beberapa manfaat dan sisi positif yang bisa diambil. Janganlah malu punya kesukaan yang hampir sama nyentriknya seperti saya. Selagi kegiatan tersebut tidak bertentangan dengan peraturan dan menciderai hak-hak yang dimiliki orang lain.


Digstraksi adalah platform menulis independen, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

Abdan

   

Subscribe
Notify of
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
Copy link
Powered by Social Snap