Menyulap Kaleng Bekas Menjadi Organizer Cantik

Menyulap Kaleng Bekas Menjadi Organizer Cantik 1

Kemasan kaleng saat ini banyak digunakan untuk wadah berbagai produk, seperti makanan, mainan, bahkan produk rokok pun menggunakan kaleng. Wadah kaleng memang terlihat praktis, mudah dibawa, dan dinding kalengnya yang menarik karena bisa diberi gambar, foto ataupun ilustrasi.

Semakin banyaknya penggunaan kemasan kaleng tentu akan menciptakan masalah baru yaitu meningkatnya sampah kaleng. Kaleng bukanlah limbah organik jadi tidak akan terurai secara alami. Tentu hal ini harus menjadi perhatian kita bersama sebagai manusia yang peduli dengan lingkungan karena sampah yang tidak terurai bila dibiarkan menumpuk akan mencemari lingkungan. Karat pada kaleng akan membuat tanah menjadi tidak subur.

Ada 3 prinsip dalam mengelola sampah yaitu reduce, reuse, dan recycle. Reduce artinya meminimalisir penggunaan barang yang akan berpotensi menjadi sampah. Untuk reuse bermakna menggunakan kembali barang yang biasanya dibuang untuk fungsi yang sama atau fungsi lainnya, sedangkan recycle adalah mendaur ulang sampah menjadi produk baru yang bermanfaat.

Nah, terkait kaleng bekas kemasan ini kita akan merealisasikan prinsip reuse yaitu menggunakan kembali kaleng bekas agar tetap bermanfaat daripada langsung membuang ke tempat sampah. Salah satu tujuannya tentu untuk mengurangi sampah non organik yang dapat mencemari lingkungan. Hanya dengan sedikit sentuhan yang costless, kaleng akan menjadi barang yang berguna dan terlihat lebih cantik dan artistik.

Organizer adalah salah satu barang yang bisa kita buat dari kaleng bekas. Daripada dibuang begitu saja lebih baik kita manfaatkan agar menjadi barang yang lebih berguna. Organizer ini selain bisa dimanfaatkan untuk diri sendiri, juga bisa kita jual. Deangan demikian reuse kaleng bekas ini bisa menjadi sumber penghasilan kita.

Simak, yuk cara membuat kerajinan tangan dari barang bekas ini!

1. Siapkan bahan dan alat

Menyulap Kaleng Bekas Menjadi Organizer Cantik 3

Bahan dan alat yang dibutuhkan sangat sederhana , yaitu 

  1. Kaleng bekas.
  2. 2. Kain perca/ kain sisa menjahit ukuran menyesuaikan diameter dan tinggi kaleng. Untuk lebar kain perca bisa 3 kali lipat tinggi kaleng agar bisa direkatkan ke dasar dan ke dalam kaleng.
  3. Lem.
  4. Gunting.

2. Mengoleskan lem

Menyulap Kaleng Bekas Menjadi Organizer Cantik 4

Oeleskan lem ke seluruh badan kaleng,bagian dalam kaleng, Sebaiknya tidak menggunakan glue gun untuk step ini, tetapi gunakan lem putih biasa. Dalam mengoleskan lem ke badan kaleng jangan terlalu tebal karena lem yang terlalu tebal akan membuat kain yang ditempel ke kaleng sangat basah dan membutuhkan waktu lebih lama agar kering.

3. Rekatkan kain perca

Menyulap Kaleng Bekas Menjadi Organizer Cantik 5

Rekatkan kain perca memutari kaleng. Kain perca yang akan direkatkan ke bagian bawah dan bagian dalam kaleng bisa digunting-gunting agar bisa merekat rapi. Dalam merekatkan ini harus hati-hati supaya kain menempel dengan pas.

4. Lapisi dasar kaleng dengan kain perca 

Menyulap Kaleng Bekas Menjadi Organizer Cantik 6

Lapisi dasar kaleng  bagian luar dan bagian dalam dengan kain perca berbentuk lingkaran agar tampak rapi. Ratakan kain dengan tangan dan pastikan menempel erat agar kain tidak terlipat.

5. Organizer cantik pun siap dipakai.

Menyulap Kaleng Bekas Menjadi Organizer Cantik 7

Pilihlan kain perca yang bercorak cantik, misalnya batik agar tidak perlu menambahkan hiasan lagi. Bila menggunakan kain polos, akan lebih cantik bisa di badan kaleng diberi pita atau renda. Organizer ini bisa untuk menyimpan skin care, bumbu, obat-obatan sampai alat tulis.

Sangat mudah dan murah bukan ? Nah, mulai sekarang, jangan lagi buang kaleng kemasan tetapi lakukan prinsip reuse agar pencemaran lingkungan bisa diminimalisir. Kalau bukan kita yang peduli lingkungan, siapa lagi ? Selamat mencoba!

Digstraksi adalah Media User-Generated, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

A Yahya Hastuti